Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pernyataan Heboh Walikota Semarang: “Kalau Tidak Mau Dukung Jokowi Jangan Pakai Jalan Tol”

Redaksi oleh Redaksi
3 Februari 2019
A A
kepala lkpp hendrar prihadi mojok.co

Ilustrasi Hendrar Prihadi. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tahun politik memang bikin mulut orang jadi lebih licin. Mudah untuk meluncur, mudah pula terpeleset. Mungkin itu pula yang terjadi pada Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Sosok walikota sekaligus politisi PDI Perjuangan tersebut beberapa waktu yang lalu dianggap membuat blunder besar melalui pernyataanya saat mengajak masyarakat untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dalam acara silaturahmi Jokowi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah yang digelar di Semarang Town Square pada Sabtu, 2 Februari lalu, Hendrar dianggap terlalu kebablasan dalam mengkampanyekan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dalam acara tersebut, Hendrar yang hadir sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Semarang ikut maju ke atas panggung untuk memberikan sambutan sebelum Jokowi naik ke panggung.

Dalam sambutannya, ia membahas tentang keberhasilan Jokowi dalam membangun jaringan jalur jalan tol yang menyambungkan Jakarta dan Surabaya.

Menurut Hendrar, hasil kerja Jokowi selama empat tahun terakhir telah berhasil mewujudkan waktu tempuh perjalanan darat yang lebih cepat.

Ia mencontohkan perjalanan Semarang-Jakarta yang kini bisa ditempuh dalam waktu 5 jam saja. Ia juga mencontohkan durasi perjalanan Semarang-Surabaya yang oleh beberapa peserta hadir dijawab hanya 3 jam saja.

Atas dasar itulah, Hendrar kemudian berani mengatakan bahwa masyarakat yang tidak mendukung Jokowi sebaiknya tidak menggunakan jalan tol yang sudah dibangun oleh pemerintah.

“Disampaikan ke saudaranya di luar sana, kalau tidak mau dukung Jokowi jangan pakai jalan tol,” ujar Hendrar. “Pastikan di keluarga panjenengan pilih 01 Pak Jokowi-Ma’ruf Amin. Yang punya pekerja-pekerja arahkan pilih 01 Pak Jokowi-Ma’ruf. Kalau punya pacar pilih 01.”

Pernyataan Hendrar tersebut langsung disambut riuh oleh banyak peserta yang memang sebagian besar adalah pendukung Jokowi.

Namun, pernyataannya tentu saja memicu polemik dan mengundang kecaman dari banyak pihak, utamanya para pendukung Prabowo.

Maklum saja, pernyataan Hendrar tersebut memang dianggap kebablasan.

Jalan tol sebagai hasil pembangunan negara berhak dinikmati oleh seluruh warga negara tanpa terkecuali, tanpa melihat ia pendukung Jokowi atau tidak. Mau cebong atau kampret, semua sama-sama bayar pajak.

Beberapa pendukung Prabowo kemudian menuliskan respons balasan terhadap pernyataan Hendrar.

Iklan

“Oke, kami siap tidak lewat jalan tol, asalkan kalian para pendukung Jokowi tidak usah lewat jalan umum. Gimana? Biar impas.”

Nah lho…

wallikota semarang

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2019 oleh

Tags: hendrar prihadijokowiSemarang
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO
Catatan

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, dari kayu menjadi baja dan bercor beton MOJOK.CO
Kilas

Jembatan Persen di Gunungpati Semarang, Dari Kayu Jadi Bercor Beton berkat Aduan “Solusi AWP”

24 Januari 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng akan renovasi rumah tak layak huni Mbah Kamijah di Gunungpati MOJOK.CO
Kilas

Saat Kabar Baik Menghampiri Mbah Kamijah, Lansia 87 Tahun yang Tinggal Sendiri di Rumah Tak Layak Huni Gunungpati Semarang

24 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Tes Kompetensi Akademik, TKA, Stres, orang tua.MOJOK.CO

3 Cara Sukses Hadapi TKA Tanpa Banyak Drama, Orang Tua Wajib Tahu Biar Anak Nggak Stres

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026
Vokal kritisi kebijakan uin alauddin makassar, berujung fatal. MOJOK.CO

Pahitnya Jadi Mahasiswa Kritis di UIN Makassar: Berujung Skors, Beasiswa Dicabut, hingga Kecewakan Orang Tua yang Seorang Guru Honorer

24 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.