Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

Polemik Ospek UIN RM Said Surakarta, BEM Wajibkan Mabanya Daftar Pinjol?

Novita Rahmawati oleh Novita Rahmawati
8 Agustus 2023
A A
UIN Said Surakarta mojok.co

UIN Said Surakarta (Photo: uinsaid.ac.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

TotalMOJOK.CO – Universitas Islam Negeri (UIN) RM Said Surakarta menjadi perbincangan. Pasalnya, mahasiswa baru yang menjalani Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2023 diwajibkan untuk mendaftar pinjaman online (pinjol). 

Akibat kejadian ini, para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Independen mewakili mahasiswa baru melakukan aksi protes ke kampus, Senin (7/8). Koordinator Aksi dari Aliansi Mahasiswa Independen, Kelvin Haryanto mengatakan DEMA mengambil tindakan yang salah.

”Ini yang kami takutkan, menjadikan sesuatu yang buruk,” katanya.

Menurutnya, kebijakan ini bakal berdampak buruk kepada mahasiswa baru. Sebab, kemudahan mendapatkan uang dari pinjol bisa memicu pemikiran pragmatis dan memunculkan sifat konsumerisme.

Tuntutan pembubaran Dewan Mahasiswa

Untuk itu, Aliansi Mahasiswa Independen menuntut pada pihak rektorat supaya membubarkan Dewan Mahasiswa. Apalagi dalam penyelenggaraan acara PBAK tidak berkoordinasi secara langsung dengan rektorat dan civitas akademika terkait kerjasama dengan pinjol tersebut.

”Apalagi UIN ini seharusnya memahami apa arti riba. Bahkan bisa sampai 50 persen (bunganya). Ini riba sekali,” katanya.

Presiden Mahasiswa (Presma) DEMA UIN RM Said Surakarta, Ayuk Latifah mengklarifikasi jika kegiatan PBAK tersebut hanya sebatas memberikan edukasi pada mahasiswa. Ia membantah jika hal tersebut merupakan komersialisasi dan penyalahgunaan data.

Ia mengakui jika belum berkordinasi dengan pihak kampus terkait kerja sama dengan aplikasi pinjol ini. Pasalnya, kegiatan PBAK ini tidak menggunakan pendanaan dari pihak kampus. Sehingga panitia mengupayakan adanya sponsor. Total, ada tiga aplikasi yang terlibat sebagai sponsorship pendanaan kegiatan PBAK 2023 tersebut.

”Biasanya kegiatan Festival Budaya mendapatkan pendanaan dari kampus yang bersumber dari Kementerian Agama. Tapi untuk Festival Budaya ini, kami harus mencari sendiri (sumber pendanaannya). Dan ini (kerjasama dengan tiga aplikasi) sifatnya tidak mengikat,” ujar Ayuk.

Saat ditanya lebih lanjut terkait sistem kerjasama yang dilakukan, Ayuk menjelaskan besaran dana sponsorship yang diterima akan dihitung berdasarkan akun mahasiswa yang sudah aktif. Hingga saat ini, DEMA mengaku belum mendapat keuntungan dari kerjasama ini.

”Ada sebanyak 3.000 mahasiswa yang melakukan registrasi, namun ada 500 mahasiswa yang tidak lolos. Hingga akhirnya hanya 2.000 mahasiswa yang tercatat,” katanya.

Tujuan kerja sama dengan pinjol

Ayuk juga menegaskan bahwa kerjasama ini murni hanya sebagai literasi keuangan. Dema tidak mewajibkan mahasiswa baru peserta PBAK melakukan registrasi. Baginya ini aturan ini merupakan bentuk literasi keuangan.

”Yang jelas kami hanya mengedukasi, bukan instruksi. Kami mengedukasi, bahwa lembaga ini resmi dan diakui oleh OJK dan undang-undang. Berkaca juga, saat ini banyak mahasiswa yang terjerat pinjol,” katanya.

Sementara itu Rektor UIN RM Said Solo Mudhofir mengatakan saat ini pihak kampus masih mendalami kasus ini. Terkait tindakan dari DEMA ini di luar sepengetahuan pihak kampus. Namun Mudhofir akan memberikan sanksi tegas jika terbukti ada komersialisasi data mahasiswa baru yang ikut dalam kegiatan PBAK tersebut.

Iklan

”Kami sudah memerintahkan Wakil Rektor I dan III untuk memanggil DEMA. Kami ingin mengkonfirmasi kenapa mereka tidak berkoordinasi dengan pihak kampus,” katanya.

Wacana pemberian sanksi

Kampus juga akan mengambil sanksi tegas bagi mahasiswa yang terbukti menyalahi kode etik kemahasiswaan. “Akan kami sanksi jika terbukti, kalau itu melanggar prosedur ketentuan kode etik mahasiswa. Kalau ada ditemukan pelanggaran, akan kami beri sanksi tegas,” ujarnya.

Terkait pendanaan PBAK, Mudhofir menegaskan pihak kampus telah menggelontorkan dana yang cukup besar. Pihak kampus bahkan sudah menganggarkan dan khusus untuk kegiatan PBAK melalui perhitungan yang matang.

“Sudah kami anggarkan, kemungkinan itu dari oknum-oknum mahasiswa di luar koordinasi. Tidak pernah terjadi sebelumnya, baru kali ini,” tuturnya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Syamsul Bakri Wironagoro menambahkan bahwa kerja sama ini di luar sepengetahuan pihak kampus. Pihaknya mengatakan, tidak ada instruksi bagaimana untuk melakukan registrasi pada aplikasi pinjol.

“Pihak kampus sama sekali tidak ada arahan terkait pinjol. Yang jelas kampus itu anti pinjol, itu inisiatif DEMA sendiri,” tegasnya.

Syamsul mengatakan, tahun sebelumnya ada tawaran kerja sama sponsorship yang mengarah pada pinjol dan ditolak oleh kampus. Pihaknya sangat menyayangkan tindakan DEMA pada tahun ini yang justru menggandeng pinjol.

Penulis: Novita Rahmawati
Editor: Iradat Ungkai

BACA JUGA PPSMB UGM, Satu-satunya Kegiatan Orientasi Maba Tanpa Keterlibatan BEM

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2023 oleh

Novita Rahmawati

Novita Rahmawati

Kontributor Solo

Artikel Terkait

mabar game online.MOJOK.CO
Catatan

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO
Sekolahan

Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera

23 April 2026
Tongkrongan gen Z di coffee shop
Sehari-hari

Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik

23 April 2026
Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot
Sekolahan

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

iPhone 6 dan 7 lebih diminati gen Z

iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru

20 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Gen Z pilih soft living daripada slow living

Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti

22 April 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.