Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Netizen Berduka atas Meninggalnya Helmud Hontong, Wakil Bupati yang Menolak Keras Izin Tambang Emas di Sangihe

Redaksi oleh Redaksi
11 Juni 2021
A A
helmud hontong
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Meninggalnya Helmud Hontong, Wakil Bupati Kepualuan Sangihe menjadi duka tersendiri bagi masyarakat Sangihe dan juga netizen penolak tambang.

Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Helmud Hontong meninggal dunia dalam penerbangan Lion Air JT-740 rute Denpasar-Makassar. Pihak Kepolisian menyatakan bahwa Helmud Hontong meninggal dunia karena serangan jantung.

Berita meninggalnya Helmud Hontong ini tentu menjadi duka yang mendalam bagi segenap masyarakat Kepulauan Sangihe. Maklum saja, Helmud memang dikenal sebagai pemimpin yang amat peduli kepada masyarakat.

Helmud yang memang merintis karier sebagai politisi benar-benar dari bawah (Helmud diketahui merupakan seorang tukang cukur yang kemudian mengawali kiprah politiknya dengan maju sebagai caleg dan menang) memang sosok yang merakyat. Ia dikenal sering membantu masyarakat, hal yang kelak membuatnya sangat populer dan membantunya terpilih menjadi anggota DPRD Kepulauan Sangihe dua periode berturut-turut dengan perolehan suara terbanyak.

Tak hanya masyarakat Sangihe yang berduka, netizen di seluruh penjuru tanah air pun ikut menunjukkan simpati dan rasa dukanya atas meninggalnya Helmud Hontong.

Helmud, dalam beberapa waktu terakhir memang amat diidolakan oleh banyak orang, pasalnya, ia dengan terang-terangan menolak keras izin tambang emas di Kepulauan Sangihe.

Seperti diketahui, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral pada 29 Januari 2021 lalu memang mengeluarkan izin operasi tambang untuk PT. Tambang Mas Sangihe atas pengelolaan lahan seluas 42 ribu hektar.

Helmud menjadi salah satu sosok yang paling lantang menolak izin tersebut.

“Kasihan, rakyat, anak cucu kita bakal jadi korban nantinya, akibat limbah pengelolaan emas itu. Apapun yang terjadi Saya tetap bersama rakyat untuk menolak tambang tersebut,” terang Helmud kepada Sinar Harapan.

Helmud bahkan pernah mengirim surat langsung kepada Menteri ESDM agar membatalkan izin operasi pertambangan kepada PT. Tambang Mas Sangihe.

Helmud menolak keras aktivitas pertambangan emas di Sangihe sebab selain banyak masyarakat yang memang menolak, aktivitas tambang emas di Sangihe itu juga berpotensi merusak lingkungan dan menimbulkan pengaruh yang buruk bagi ekosistem dan keberlangsungan hidup aneka satwa yang ada di Sangihe.

“Belajar dari pengalaman wilayah lain secara khusus di Sulawesi Utara, kegiatan pertambangan hanya memberi keuntungan pada pemegang kontrak karya tapi tidak memberi kesejahteraan bagi masyarakat, bahkan meninggalkan kerusakan lingkungan fatal.” Begitu kata Helmud dalam suratnya kepada Menteri ESDM.

Maka, tak heran jika publik secara luas turut berduka atas kematian Helmud Hontong.

Media sosial pun ramai oleh cuitan netizen yang menuliskan simpati dan duka citanya atas meninggalnya Helmud. Akun resmi Jaringan Advokasi Tambang (Jatamnas) bahkan turut mengunggah ucapan duka citanya.

Iklan

Tak hanya itu, netizen pun mendesak agar pihak berwajib mengusut tuntas kematian Helmud yang memang oleh banyak pihak dianggap cukup mencurigakan, terlebih jika melihat status Helmud yang memang vokal menentang izin tambang.

Tak sedikit yang berprasangka bahwa Helmud meninggal karena dibunuh. Beberapa netizen bahkan menyamakan apa yang menimpa Helmud dengan kematian Munir yang kebetulan sama-sama terjadi dalam penerbangan.

BACA JUGA Bukan Narsis, Jurnal Megawati yang Teliti Diri Sendiri Adalah Oase bagi Mahasiswa Tingkat Akhir dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2021 oleh

Tags: helmud hontongsangihetambang emas
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.