Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ketika Netizen Beramai-ramai Menghujat Tiktokers yang Dianggap Keterlaluan dalam Membikin Konten

Redaksi oleh Redaksi
28 Desember 2020
A A
tiktokers
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Boleh bikin konten Tiktok, tapi ingat, jangan sampai ada orang lain yang dirugikan.

Menjadi kreator konten di Tiktok tentu saja adalah hal yang menyenangkan. Dengan serangkaian template, efek, dan aneka musik latar yang danceable, orang-orang memang bisa dan mudah sekali berkreasi menciptakan video-video lucu dan menghibur di Tiktok.

Seiring dengan makin banyaknya pengguna Tiktok di Indonesia (per September 2020, tercatat setidaknya ada lebih dari 30 juta pengguna Tiktok di Indonesia), peluang untuk mendulang follower pun semakin terbuka lebar. Banyak pemain media sosial yang mulai meluaskan kanalnya di Tiktok. Bahkan tak sedikit yang kemudian malah betah di Tiktok dan mulai meninggalkan kanal media sosial lamanya.

Namun, seiring berjalannya waktu, selayaknya media sosial lainnya, mulai banyak nyinyiran yang dialamatkan kepada kreator konten Tiktok, utamanya terkait cara mereka membikin konten yang dianggap abai terhadap orang lain.

Salah satu kasus yang cukup menjadi perhatian banyak orang tentu saja adalah konten Tiktok dari akun Rachmad Arief (@pangeranarief) tentang kisah dirinya yang akhirnya ditinggal nikah oleh kekasihnya. Ia datang ke acara resepsi nikahan mantannya tersebut. Selain itu, ia juga menyertakan video kebersamaan panjang yang sudah terjalin antara dirinya dengan kekasihnya itu di masa lalu.

Namanya juga kisah tragis, apalagi yang berhubungan dengan asmara, tentu saja banyak orang yang kemudian membagikan kontennya. Banyak yang bersimpati, lebih banyak lagi yang memberinya semangat.

Belakangan baru diketahui bahwa yang menikah itu ternyata bukan kekasihnya, melainkan sepupunya sendiri. Dan video Tiktok yang ia bikin itu ternyata hanyalah konten.

Halo tmn2, saya mo klarifikasi kl ada yg liat video viral yg lagi rame ttg cowo yg pacaran 5 tahun truz di tinggal nikah, itu berita bohong yaaa, krn sebenernya itu adalah sepupu dia, dan tanpa sepengetahuan kami di jadikan cerita tiktok bohong seperti itu#viral#viralTiktok pic.twitter.com/qQ3obxH087

— Tirta Saky (@tirta_saky) December 10, 2020

Gara-gara konten tersebut, sepupunya yang baru saja menikah itu akhirnya dibanjiri oleh komentar-komentar buruk. Suami si sepupu sampai harus memposting klarifikasi atas konten Tiktok tersebut.

“Halo teman-teman, saya mau klarifikasi, kalau ada yang lihat video viral yang lagi rame tentang cowo yang pacaran lima tahun trus ditinggal nikah, itu berita bohong yaaa, karena sebenernya itu adalah sepupu dia, dan tanpa sepengetahuan kami dijadikan cerita Tiktok bohong seperti itu,” terang Tirta Saky, suami dari sepupunya Rachmad Arief. “Waktu acara nikah dia emang sempat bilang mau bikin konten Tiktok, saya pribadi mikirnya ya cuma konten joget joget aja kalau di tiktok, karena saya sendiri bukan orang yg suka main tiktok.”

Tirta mengatakan bahwa gara-gara konten Tiktok tersebut, istrinya mengalami mendapatkan bully secara online.

Yang tak kalah bikin heboh, kasus video Tiktok dari akun @julio.ioio yang memposting video tentang pelayanan staf gerai iBox Senayan City yang menurutnya “Nggak welcome” karena ia berbelanja dengan mengenakan pakaian yang seadanya.

Video pengalaman berbelanjanya itu kemudian viral dan sampai juga ke tangan pihak iBox.

Pihak iBox pun langsung mereview video yang dibikin oleh @julio.ioio dan mencocokkan dengan kamera CCTV yang ada di gerai iBox bersangkutan.

Iklan

Tak berselang lama, iBox kemudian merilis surat pernyataan dan menyebut bahwa staf iBox sudah menjalankan prosedur pelayanan sesuai dengan standard yang berlaku.

Saya suka baca siaran pers dari Erajaya ini dan liat bukti cctv. Rasakan kok content creator norak viral hunter arsehole. pic.twitter.com/7c4gpSIu0R

— TD (@DianOnno) December 27, 2020

iBox menyatakan sudah menghubungi pemilik akun @julio.ioio untuk meminta keterangan dan bersilaturahmi. Namun sampai tanggal 26 Desember 2020 lalu, tanggal saat surat pernyataan dari iBox dirilis, pemilik akun @julio.ioio belum juga memberikan balasan.

Komedian Ernest Prakasa sampai ikut memberikan komentar atas kasus tersebut. “Enak banget silaturahmi, yang begitu enaknya mah disomasi. Kampret amat jadi anak,” ujarnya melalui akun Twitter miliknya.

Yang paling anyar, konten Tiktok dari akun Tami Tumiwa. Di Tiktok, ia membagikan konten berisi foto pelaku kasus asusila sesama jenis yang terjadi di lingkungan RSDC Wisma Atlet yang memang pemberitaannya sedang sangat ramai.

“Jadi ini yang lagi rame di wisma atlet,” tulisnya.

Belakangan, foto yang diunggah oleh pemilik akun Tami Tumiwa tersebut ternyata bukanlah pelaku. Melainkan orang lain.

Ade Riantan, lelaki yang fotonya diunggah dengan caption yang membuat dirinya seolah adalah pelaku aksi asusila tersebut tentu saja muntab dan tidak terima.

Eh anjir bukan gue ya, jangan macem macem pic.twitter.com/C3LH5yHex5

— Ader (@Aderiantan) December 26, 2020

Ade kemudian membuat klarifikasi di akun Twitter miliknya dan meminta Tami Tumiwa menghapus postingannya.

Postingan Tiktok tersebut pada akhirnya memang sudah dihapus, namun tentu saja nama baik Ade Riantan yang fotonya diunggah sembarangan itu sudah kadung buruk dan akan sangat susah untuk dibersihkan.

Sederet kasus tersebut tak pelak membuat banyak orang meluapkan emosinya terhadap orang-orang yang mengabaikan orang lain hanya demi konten Tiktok. Demi kepopuleran dan keviralan, orang-orang rela mengambil jalan pintas.

Yah, sekali lagi, bikin konten di Tiktok bahkan bisa viral tentu saja adalah hal yang menyenangkan. Namun jangan sampai konten tersebut dibikin dengan sembarangan dan justru merugikan orang lain.

Ingat, menjadi viral itu mudah. Yang sulit itu membersihkan nama baik.

tiktokers

BACA JUGA Alasan Kenapa Orang-orang Sekarang Kecanduan TikTok, Padahal Bukan Narkoba dan artikel KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 28 Desember 2020 oleh

Tags: tiktoktiktokers
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Open Donasi Bodong Mengeksploitasi Kemiskinan MOJOK.CO
Catatan

Gara-Gara Kapitalisme, Kita Lebih Mudah Nyawer Gift TikTok atau Berdonasi Online daripada Membantu Tetangga yang Susah

22 Januari 2026
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Mendalam

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Ragam

Selamat Datang, Post-Truth: Era di Mana Influencer Problematik Promotor Judol Lebih Dipercaya Ketimbang Ahlinya Ahli

30 Oktober 2024
Live Streaming TikTok Menggiurkan, tapi Menyimpan Kepahitan dan Sisi Gelap MOJOK.CO
Konter

Live Streaming TikTok Menggiurkan, tapi Menyimpan Kepahitan dan Sisi Gelap

4 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Kekerasan di sekolah, Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM

“Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

9 Februari 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif MOJOK.CO

BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

7 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.