Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

Live Streaming TikTok Menggiurkan, tapi Menyimpan Kepahitan dan Sisi Gelap

Sistem saweran yang marak di live streaming TikTok ini menarik, tapi tidak sustainable untuk jangka panjang.

Isidorus Rio Turangga Budi Satria oleh Isidorus Rio Turangga Budi Satria
4 Januari 2024
A A
Live Streaming TikTok Menggiurkan, tapi Menyimpan Kepahitan dan Sisi Gelap MOJOK.CO

Ilustrasi Live Streaming TikTok Menggiurkan, tapi Menyimpan Kepahitan dan Sisi Gelap. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Live streaming TikTok sangat menggiurkan. Namun, di balik hujan cuan itu, tersimpan kepahitan dan sisi gelap sebuah fenomena.

Pernah nggak kamu buka TikTok dan langsung menemukan video live streaming orang yang teriak-teriak sambil bilang, “Ayo buruan di-checkout barangnya kakak di etalase”?

Itulah wajah baru pasar di era modern. Era di mana hal-hal yang umumnya kita temui di pasar tradisional pada era lampau, kini dikonversi ke ruang digital. Lebih tepatnya, mereka memboyong dan memperkenalkan ke dalam lingkup platform media sosial. Salah satunya TikTok.

Live streaming memang sedang naik daun dan menjadi primadona. Di Indonesia, ini sudah menjadi ceruk pasar yang menarik. E-commerce yang awalnya berfokus di aplikasi dan promosi standar ala marketplace, kini dikonversi ke wujud live streaming lengkap dengan etalasenya. Kalau mengutip omongan Sandiaga Uno, platform live streaming ini menjadi “ruang komersial baru”.

Teknologi membuat segalanya jadi mungkin. Di konteks live streaming misalnya, trust lebih mudah didapat karena calon pembeli bisa langsung melihat. Mereka juga bisa sedikit membayangkan seperti apa kira-kira jenis barang yang nantinya akan mereka beli lewat peragaan “admin” TikTok.

Sebelumnya, katakanlah 2 sampai 3 tahun lalu, hal ini masih mustahil. Siapa bisa percaya kalau 3 tahun lalu, dalam satu sesi live streaming, orang bisa dengan mudah dapat puluhan juta lewat transaksi?

Sampai kapan live streaming ala TikTok ini bertahan?

Kalau di awal sudah sedikit soal manis-manisnya, ini saatnya masuk ke tahap pahitnya. Mengingat live streaming, khususnya di TikTok, sedang gencar dan ramai, serta wujudnya adalah user experience yang terasa baru dan sangat segar, setidaknya dalam 1 sampai 2 tahun lagi, potensinya masih sangat besar.

Tapi patut diingat, beberapa platform masih melakukan bakar uang untuk memberikan subsidi berupa bebas ongkir dan sejenisnya. TikTok juga begitu. Subsidi ini yang kemudian menjadi salah satu pendongkrak utama kenapa kemudian transaksi sangat mungkin terjadi di live stream, katakanlah di TikTok. Dari data terbaru saja, TikTok dikabarkan sudah investasi sebesar $12 miliar untuk optimalisasi live streaming di platform mereka.

Lalu, satu yang patut diingat, perekonomian Indonesia kini sudah berangsur pulih bahkan menuju normal seperti pra-pandemi. Pergerakan masyarakat di berbagai wilayah sudah leluasa. Terbaru, Presiden Joko Widodo sudah mencabut kewajiban memakai masker di berbagai tempat umum. Kini, Indonesia masuk di tahap endemi Covid-19. Setidaknya untuk saat ini dan beberapa waktu ke depan, semua aman.

Endemi ini yang kemudian membuat kemungkinan masyarakat kembali ke platform e-commerce menjadi sangat besar sekali. Karena di masa pandemi, semua kita lakukan lewat marketplace dan live streaming masih sangat asing kala itu. Ketika bakar uang berhenti dan masyarakat sudah benar-benar normal seperti sedia kala, bisnis ini akan bertemu tantangan sejatinya; inovasi atau tenggelam.

Live streaming sendiri sejatinya tidak serta-merta perihal uang, meski potensi revenue-nya memang luar biasa. Namun semua bisnis dan inovasi yang diharapkan akan oke, harus berangkat dari fondasi atau core yang oke pula. Ini yang kemudian akan dinantikan untuk bisa menjadi inovasi, setidaknya nanti akan kita tunggu perkembangannya dari TikTok, Instagram, atau berbagai platform live streaming lainnya.

Prediksi saya perihal live streaming TikTok dan platform lainnya

Yang pertama, live stream perlu kembali ke fungsi utamanya; to entertain people and to engage. Di koridor industri yang sifatnya menghibur, orang akan secara perlahan menyadari bahwa live stream di platform apa saja tak melulu soal jualan barang, tapi juga soal konten. 

Content is the king, while money is the output after it. Selama konten bisa ditempatkan sebagai pucuk teratas di ekosistem media sosial, saya rasa live streaming sebagai bisnis akan bisa bertahan tidak hanya untuk 2 sampai 3 tahun ke depan. Mereka bisa bertahan dan menetap sebagai sebuah platform pilihan baru selain video pendek ala TikTok dan photo feed seperti Instagram.

Yang kedua, mewaspadai dengan benar apa yang selama ini dimanfaatkan orang untuk mendapatkan uang dengan mudah. Di TikTok, ada sekumpulan agensi yang mengelola puluhan talent live stream untuk melakukan live streaming dengan cara-cara yang kurang elok, untuk mendapatkan gift dan ditukarkan menjadi cash. 

Iklan

Sistem saweran yang marak di live streaming TikTok ini menarik, tapi tidak sustainable untuk jangka panjang. Maksud saya, simpelnya, sampai kapan kamu akan betah menonton dan menikmati tontonan dari orang yang mandi air dingin pukul 12 malam hanya demi gift dari TikTok? It was fun while it lasted, sampai akhirnya nanti inovasi muncul dan hal-hal seperti ini bisa diberantas.

Yang ketiga dan terakhir, mengurangi potensi munculnya eksploitasi pekerja di sistem jualan melalui live streaming. Tidak sekali dua kali saya buka TikTok di atas pukul 12 malam dan menemukan perempuan sedang jualan barang bahkan sampai pukul 1 atau 2 dini hari. 

Saya paham ini sistem shifting di mana mereka mungkin hanya live dari pukul 11 malam sampai subuh. Mereka memanfaatkan insting konsumtif orang yang punya insomnia lalu belanja barang.

Evaluasi

Tapi, Indonesia ini sudah amburadul soal peraturan ketenagakerjaan sejak dahulu kala. Jadi, sebelum pekerjaan sebagai host untuk live stream buat jualan jadi sesuatu yang lumrah, ada baiknya ini bisa lekas jadi evaluasi. Orang harus paham bahwa live stream memang menarik, tapi ya nggak 24 jam full juga kali, bos.

Penulis: Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Menguak Rahasia Gelap Live Streaming TikTok Mandi Lumpur yang Nggak Banyak Kamu Tahu! dan analisis menarik lainnya di rubrik KONTER.

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2024 oleh

Tags: keranjang kuninglive streamlive streaminglive streaming TikTokpilihan redaksitiktok
Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Dulu nulis bola. Sekarang nulis tekno.

Artikel Terkait

kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO
Catatan

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO
Urban

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker MOJOK.CO

ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker

24 April 2026
Kenaikan harga plastik bikin UMKM menjerit. MOJOK.CO

Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik

30 April 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.