Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

MUI Imbau Tiadakan Salat Jamaah di Masjid, PGI Imbau Tiadakan Ibadah Minggu di Gereja

Redaksi oleh Redaksi
23 Maret 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Usaha mengurangi penyebaran virus corona membutuhkan kerja sama banyak pihak, termasuk pihak pengurus masjid, gereja, dan tempat ibadah lainnya.

Seminggu yang lewat, MUI secara resmi mengeluarkan fatwa terkait aturan-aturan ibadah salat berjamaah di tengah kondisi darurat corona. Fatwa tersebut mengatur tentang imbauan kepada umat Islam di daerah yang rawan penyebaran corona untuk mulai meniadakan ibadah salat berjamaah, utamanya salat jumat di masjid untuk mengurangi dampak penularan virus.

Iklan

Tak banyak yang tahu, bahwa langkah serupa juga dilakukan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Di Jakarta, yang saat ini sudah menjadi zona merah penyebaran corona, PGI sudah sejak beberapa hari yang lalu menyebarkan imbauan kepada pengurus-pengurus gereja agar mereka meniadakan ibadah minggu.

“Ibadah Minggu di rumah masing-masing, tidak berkumpul di gereja,” terang kata Ketua Umum PGI Pdt Gomar Gultom seperti dikutip dari Detik. “Berlaku di semua di red area atau yang ada di zona merah yang rawan supaya tidak ada.”

Lebih lanjut, Gimar Gultom menjelaskan bahwa imbauan ini semata untuk urusan kebaikan umat.

“Meminta kesadaran mereka bahwa beribadah seperti itu tidak menolong buat kesehatan dan keselamatan masayarakat. Ibadah yang sejati adalah ibadah yang membawa berkat bagi masyarakat banyak, bukan untuk memuaskan kedahagaan pribadi,” terangnya.

Sebagai ganti peniadaan tersebut, PGI meminta gereja menyediakan layanan ibadah secara online melalui live streaming. Hal tersebut agar pemeluk agama nasrani tetap bisa beribadah walau secara jarak jauh.

Praktik peniadaan ibadah minggu dan ibadah lainnya di gereja ini sudah mulai banyak dilakukan oleh gereja-gereja di beberapa wilayah rawan.

Di Solo, gereja-gereja sudah mulai meliburkan agenda ibadahnya.

“Kegiatan seperti Liturgi Misa Mingguan, Misa Pagi, ibadat di wilayah, rapat, hingga pertemuan lainnya dibatalkan untuk sementara,” terang Romo Kevikepan Surakarta Rm Robertus Budiharyana Pr.

Yah, usaha untuk mengurangi penyebaran virus ini memang harus dilakukan melalui sinergi banyak pihak, dari mulai tenaga medis, pemerintah, sampai para pemuka agama. Yang terakhir itu bahkan boleh dibilang sangat penting, sebab banyak masyarakat yang menghiraukan instruksi penting terkait corona justru dengan alasan ketaatan beragama.

Agama yang seharusnya bisa ikut membantu menyembuhkan, di tangan orang-orang ngeyelan, justru semakin memperparah penyakit.

Terakhir diperbarui pada 23 Maret 2020 oleh

Tags: coronagerejaMasjid
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Menemukan kedamaian batin dari rebahan karpet masjid MOJOK.CO
Catatan

Rebahan di Karpet Masjid: Sepele tapi Beri Kedamaian Batin dari Dunia yang Penuh Standar, Tuntutan, dan Mengasingkan

12 November 2025
Bukan Cuma Masjid, Jogokariyan Jogja Ternyata Punya ATM Beras & Wakaf Produktif
Video

Bukan Cuma Masjid, Jogokariyan Jogja Ternyata Punya ATM Beras dan Wakaf Produktif

19 April 2025
Menjemput Rezeki Subuh di Masjid Al Aqsha Klaten.MOJOK.CO
Ragam

Menjemput Rezeki Subuh di Masjid Al Aqsha Klaten

23 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) imbau masyarakat sambut baik petugas sensus ekonomi dari BPS MOJOK.CO

Imbauan ke Warga Jateng kalau Ada Petugas Sensus Ekonomi Datang, Penting untuk Program Ekonomi Masyarakat

15 Juni 2026
Cuti haid: hak pekerja perempuan saat menstruasi tapi diabaikan perusahaan MOJOK.CO

Cuti Haid Jadi Hak Penting Pekerja Perempuan yang Disepelekan Perusahaan: Izinnya Ribet dengan Ancaman SP, Nyeri Mens Dicap Lebay

15 Juni 2026
Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

18 Juni 2026
Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu MOJOK.CO

Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di Tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu

14 Juni 2026
Gaji 2 juta hasil kerja di Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot) karena ilusi jackpot MOJOK.CO

Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga: Rela Kelaparan dan Susahkan Ortu-Teman demi Jackpot, Tapi Tak Mau Sadar

14 Juni 2026
Mas Uceng sebagai narasumber Festival Melawan-Melawan. Ia menyampaikan perlawanan masyarakat sipil perlahan telah terbunuh oleh rezim.

Zainal Arifin Mochtar: Perlawanan Masyarakat Sipil Perlahan Telah Dibunuh

18 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.