Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Mudah Percaya Zodiak, Jangan-Jangan Kalian Terjebak Barnum Effect

Pasthiko Pramudhito oleh Pasthiko Pramudhito
18 November 2022
A A
zodiak.Mojok.co

Ilustrasi - Skeptis Sama Agama dan Kondisi Ekonomi Tak Menentu Jadi Alasan Gen Z Tertarik pada Zodiak (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO  – Konten ramalan zodiak yang bertebaran di dunia maya memanfaatkan Barnum Effect (Efek Barnum) untuk menggaet pembaca. Tidak hanya ramalan zodiak, Efek Barnum juga dimanfaatkan dalam tes Myers–Briggs Type Indicator (MBTI) atau tes kepribadian lain yang sedang ngetren belakangan ini. 

Melansir Britannica, Efek Barnum adalah fenomena di mana seseorang percaya bahwa deskripsi kepribadian dari ramalan astrologi atau semacamnya berlaku secara khusus untuk dirinya sendiri. Padahal faktanya, deskripsi itu  berlaku untuk semua orang.

Efek Barnum pertama kali dikenalkan pada tahun 1956 oleh psikolog bernama Paul Meehl. Istilah itu diambil dari seorang pemain sirkus yang senang menipu, P.T. Barnum.

Bagaimana Efek Barnum bekerja?

Barnum Effect menggunakan kata-kata ambigu seperti “kadang-kadang” dalam mendeskripsikan sifat atau karakter. Cara ini memungkinkan seseorang memproyeksikan interpretasinya ke dalam diri sendiri. Ketika  mengamini apapun yang dijelaskan dalam deskripsi tersebut, seseorang bisa dikatakan mengalami Barnum Effect. 

Menurut Nesslabs, terdapat tiga faktor yang membuat Barnum Effect semakin kuat. Pertama, personal analysis yang meyakinkan seseorang bahwa deskripsi kepribadian itu hanya untuk dirinya sendiri. Kedua, perceived authority yang membuat seseorang percaya sepenuhnya pada pembuat deskripsi tersebut. Ketiga, positive content yang menguatkan kepercayaan seseorang terhadap deskripsi yang disampaikan karena berisi hal-hal positif. 

Sebenarnya, deskripsi-deskripsi tadi bukan suatu persoalan apabila seseorang memahaminya dalam batas wajar. Namun yang perlu menjadi perhatian, deskripsi konten sebenarnya tidak cocok, tetapi pembaca berupaya mencocokannya. 

“Seseorang dapat tidak menjadi diri mereka sendiri,” seperti tetulis dalam Nesslabs.

Dampak baiknya, apabila yang dideskripsikan hal positif dan pembaca mempercayainya, Barnum Effect dapat mendorong seseorang lebih optimis dan berkembang. Walaupun sekali lagi, deskripsi yang dipaparkan artifisial. 

Agar tidak terjebak Barnum Effect, seseorang disarankan lebih skeptis dalam mempercayai sesuatu. Sci Tech Daily menyarankan untuk selalu memunculkan pertanyaan “Apakah deskripsi ini benar-benar menggambarkan saya sebagai orang yang unik?”. 

Sebenarnya menganggap tes kepribadian atau zodiak untuk seru-seru saja itu tidak apa-apa. Namun, selalu ingat batasan dan pertanyakan setiap deskripsinya agar tidak tenggelam dalam Barnum Effect. 

Penulis: Pasthiko Pramudhito
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Penulis Zodiak Berbagi Rahasia Dapurnya, Mengarang Bebas hingga Dapat Pacar

Terakhir diperbarui pada 18 November 2022 oleh

Tags: barnum effectMBTItes kepribadianzodiak
Pasthiko Pramudhito

Pasthiko Pramudhito

Magang Mojok

Artikel Terkait

zodiak.Mojok.co
Ragam

Skeptis Sama Agama dan Kondisi Ekonomi Tak Menentu Jadi Alasan Gen Z Tertarik pada Zodiak

10 Februari 2025
weton pasangan mojok.co
Kilas

Tinggalkan Zodiak, Pakai Weton untuk Mengukur Kecocokan dengan Pasangan

1 Februari 2023
Penulis Zodiak Berbagi Rahasia Dapurnya
Liputan

Penulis Zodiak Berbagi Rahasia Dapurnya, Mengarang Bebas hingga Dapat Pacar

23 Januari 2022
ilustrasi - Universitas Brawijaya (UB) Malang.  (Ega Fansuri/Mojok.co)
Pojokan

Melacak Zodiak Kampus-kampus di Indonesia: Dari UI, UGM, Unhas, sampai UIN

10 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.