Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Komunitas Kretek dan KNPK: Hari Tanpa Tembakau adalah Cara Pandang Tak Adil Pada Industri Hasil Tembakau

Redaksi oleh Redaksi
31 Mei 2025
A A
Komunitas Kretek dan KNPK tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia MOJOK.CO

Ilustrasi - Komunitas Kretek dan KNPK tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia. (Dok. Komunitas Kretek)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Komunitas Kretek dan Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) menyatakan penolakan terhadap peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2025. Bagi Komunitas Kretek dan KNPK, HTTS selalu membawa narasi tidak adil terhadap Industri Hasil Tembakau (IHT) karena mendorong penghapusan IHT.

“Lindungi Anak dari Perokok Pemula” menjadi tema utama dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) pada Sabtu, (31/5/2025).

HTTS 2025 mencoba menyoroti kerentanan anak di bawah umur menjadi perokok pemula. Berbagai faktor dianggap sebagai pemicu hal tersebut, antara lain: pengaruh iklan/promosi rokok hingga kemudahan akses beli di warung.

Persoalan perokok anak tidak terletak pada keberadaan IHT

Juru Bicara Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Khoirul Atfifudin menyebut, persoalan perokok anak tidak terletak pada keberadaan IHT. Melainkan fungsi pengawasan atas regulasi yang tidak berjalan maksimal.

Atfi mengatakan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 tahun 2024 sudah mengatur berbagai aspek terkait rokok. Mulai dari pembatasan penjualan, larangan menjual rokok pada anak-anak, hingga pembatasan iklan rokok. Di dalamnya juga tertuang sanksi untuk penjual rokok yang menjual rokok pada anak-anak. Tapi aturan-aturan itu kemudian hanya sekadar dibuat, tapi tidak diimplementasikan secara maksimal oleh pemerintah.

“Persoalannya kemudian, jika masih ada anak-anak leluasa membeli rokok di warung, maka yang harus menjadi concern adalah pengawasan pada warungnya. Bukan terus menghimpit Industri Hasil Tembakau,” ujar Atfi di Rumah Kretek Indonesia, Sabtu (31/5/2025).

“Sebab IHT merupakan produk legal dan memberi kontribusi besar kepada petani tembakau, pedagang kecil, buruh, hingga kepada negara melalui tarikan cukainya,” sambungnya.

Hari Tanpa Tembakau Sedunia: upaya merampas hak banyak pihak

Senada dengan Atfi, Juru Bicara Komunitas Kretek, Rizky Benang menyebut, HTTS adalah upaya merampas hak banyak orang atas sesuatu yang legal. Termasuk hak konsumen. Rizky menyoroti banyaknya ruang merokok yang terkesan tidak layak seiring penetapan aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Padahal, bagi Rizky, ruang merokok layak adalah bagian dari upaya agar perokok bisa mendapat haknya sekaligus menghormati hak orang lain yang tidak merokok.

“Aturan tentang KTR sebenarnya kan bersifat mengakomodir semua pihak. Karena penerapannya juga harus dibarengi penyediaan ruang merokok. Tapi praktiknya, ruang merokok yang tersedia di banyak tempat justru tidak layak. Sehingga perokok tetap tidak mendapat haknya,” beber Rizky.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Komunitas Kretek (@komunitaskretek)

Iklan

Komunitas Kretek dan KNPK menyatakan akan terus bergandengan tangan untuk berhadap-hadapan dengan peringatan HTTS. Sebab, bagi dua lembaga ini, ada banyak hak masyarakat kecil yang bakal terenggut. Sementara kelompok anti rokok di balik HTTS tidak bisa memberi tawaran solusi yang menjawab kebutuhan bersama, baik bagi perokok maupun non-perokok.

BACA JUGA: Komunitas Kretek: Aturan Bungkus Rokok Polos oleh Kemenkes Lahir dari Pola Pikir Kacau dan Tak Hitung Risiko atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 31 Mei 2025 oleh

Tags: hari tanpa tembakau seduniahttstembakau
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Sebat Bareng menjadi upaya sederhana merespons kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berlangsung di 16 daerah MOJOK.CO
Kilas

Sebat Bareng di 16 Kabupaten/Kota: Cara Sederhana Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pengingat Industri Kretek Masih Dibutuhkan Indonesia

31 Mei 2026
Tembakau Hidupi 6 Juta Orang tapi Mau Dibunuh? Bajingan Sekali! MOJOK.CO
Esai

Industri Hasil Tembakau Menghidupi 6 Juta Petani dan Rakyat Kecil tapi Kamu Mau Membunuh Sumur Rezeki Ini? Kamu Jahat Sekali

2 Oktober 2025
cukai rokok, tembakau.MOJOK.CO
Ragam

Cukai Rokok Tak Naik: Melawan Tekanan Antirokok, Menjaga Nafkah Jutaan Petani dan Buruh

1 Oktober 2025
Ragam

Cerita Petani di Bansari yang ‘Menolak Mati’ Saat Tembakau Temanggung Tak Lagi Seksi

7 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.