Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mengenal Sesar Cimandiri Penyebab Gempa Cianjur, Wilayah Mana Saja yang Dilewati?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
23 November 2022
A A
Mengenal Sesar Cimandiri Penyebab Gempa Cianjur, Wilayah Mana Saja yang Dilewati?

Ilustrasi Mengenal Sesar Cimandiri Penyebab Gempa Cianjur, Wilayah Mana Saja yang Dilewati?

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ratusan korban jiwa meninggal akibat gempa bumi skala magnitudo 5,6 yang menerjang Cianjur, Jawa Barat. Para peneliti menduga, bangunnya sesar tua Cimandiri menjadi penyebab dari bencana alam ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sejumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Cianjur, hingga Sukabumi, Lembang, dan Purwakarta memang rawan gempa. Hal ini karena kawasan tersebut masuk ke dalam wilayah seismik aktif.

Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, menjelaskan bahwa kawasan tersebut merupakan daerah jalur gempa karena memiliki banyak sesar. Salah satu sesar yang aktif adalah Sesar Cimandiri, yang menyebabkan gempa di Cianjur.

Menurutnya, sebelum ini sudah ada beberapa gempa besar yang terjadi akibat sesar ini, tiga di antaranya terjadi pada masa kolonial. Ia mencatat, gempa pertama terjadi tahun 1884 dan yang kedua pada 1910. Keduanya terjadi di Cianjur dan sekitarnya.

Sementara gempa ketiga, lanjut Daryono,  terjadi pada 1921, yang membuat banyak kerusakan di Cianjur dan Sukabumi. Memasuki era kemerdekaan, gempa kembali terjadi pada 1968, yang mana banyak rumah roboh karenanya.

“Tahun 1982, gempa magnitudo 5,5 juga mengakibatkan banyak sekali kerusakan dan korban jiwa,” kata Daryono, dikutip Selasa (22/11/2022).

“Kemudian 12 Juli 2000, gempa dengan kekuatan 5,1 menyebabkan lebih dari 500 rumah rusak berat. Kemudian 14 November lalu, ada 3 gempa terjadi berurutan terjadi di Danau Cirata,” sambungnya.

Lantas, apa itu Sesar Cimandiri dan wilayah mana saja yang dilintasinya?

Apa itu Sesar Cimandiri?

Sebagai informasi, dalam kajian geologi “sesar” atau “patahan”, diartikan sebagai bidang rekahan akibat adanya adanya pergeseran relatif (displacement) satu blok terhadap blok batuan lainnya. Jarak pergeseran tersebut dapat hanya beberapa millimeter hingga puluhan kilometer. Sedangkan bidang sesarnya mulai dari yang berukuran beberapa sentimeter, hingga puluhan kilometer.

Secara umum, sesar terbentuk akibat adanya gaya pada batuan (dapat berupa gaya yang menekan, gaya yang menarik, maupun kombinasi keduanya), sehingga batuan tidak mampu lagi menahan gaya tersebut. Alhasil, daerah dengan sesar yang masih aktif bergerak, merupakan daerah yang rawan akan gempa bumi.

Di wilayah Provinsi Jawa Barat, setidaknya dijumpai enam struktur sesar. Antara lain, Sesar Cimandiri, Sesar Cipeles, Sesar Baribis, Sesar Lembang, Sesar Pelabuhanratu, dan Sesar Citanduy. Di antara struktur regional tersebut, Sesar Cimandiri yang paling berperan terhadap sebaran batuan berumur Paleogen di permukaan.

Berdasarkan penelitian berjudul “Teknonik Sesar Cimandiri, Jawa Barat” yang terbit pada 2017 lalu, Sesar Cimandiri sendiri disebut sebagai sesar tua yang terbentuk selama berlangsungnya orogenesa tahap II, yaitu pada waktu Akhir Eosen Tengah.

Dalam studi ini dijelaskan, pada saat itu batuan sedimen Formasi Ciletuh berumur Eosen Tengah, yang terbentuk di dalam Cekungan Depan Busur, sudah terangkat ke permukaan. Sejak saat itu, sesar ini terus aktif.

“Sesar ini terus aktif hingga menyebabkan terbentuknya tinggian purba (paleo hight) antara Lembah Ciletuh dan Lembah Cimandiri,” tulis Haryanto, penulis penelitian dalam jurnal Bulletin of Scientific Contribution Universitas Padjadjaran tersebut.

Iklan

Studi ini juga menjelaskan, bahwa Sesar Cimandiri terdiri atas dua sesar regional. Pertama, sebagai sesar naik, yang dicirikan oleh deformasi lipatan batuan yang umumnya tegak. Kedua, sebagai sesar normal, yang dicirikan dengan terbentuknya gawir sesar dengan kemiringan di atas 50 derajat, bahkan di beberapa lokasi mendekati vertikal.

Sementara itu, menurut sebuah riset yang terbit di IOP Conference Series: Earth and Enviromental Science (2016), sesar ini diketahui bergerak 25 hingga 80 mm per tahunnya. Sesar ini juga punya ciri khas tersendiri, yang mana pada sisi barat dan timurnya, bergerak ke arah yang berbeda.

Sesar yang membentang dari Pelabuhan Ratu ke Padalarang ini juga diklaim sebagai sesar terpanjang di Jawa Barat, yang selama 20 tahun terakhir aktif dengan beberapa gempa dangkal.

Bahkan, Pakar Gempa Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, menyebut bahwa Sesar Cimandiri lebih aktif ketimbang sesar lain di Jawa Barat, termasuk Sesar Lembang. Menurut Irwan, hal ini mengingat komponen tekanan utama Sesar Cimandiri berasal dari zona subduksi pertemuan dua lempeng Eurasia dan Indo-Australia, yang jaraknya 300 kilometer dari garis pantai.

“Kalau berdasarkan riset yang kita kaji, dan apabila indikator dari tingkat aktivitas itu, misalnya jumlah kegempaan, memang betul bahwa jumlah kegempaan yang terjadi di sesar Cimandiri lebih banyak ketimbang sesar Lembang. Sesar lembang itu sedikit sekali gempanya, dibandingkan dengan relatif sesar Cimandiri,” ujar Irwan, dikutip dari Kumparan, Selasa (22/11/2022).

Alhasil, karena dekat dengan sumber energi gempa subduksi itulah, sesar Cimandiri diperhitungkan punya potensi gempa lebih besar dibandingkan patahan gempa lainnya yang ada di Jawa Barat.

Adapun, Sesar Cimandiri punya beberapa segmen yang melintasi sepanjang garis pantai selatan Jawa Barat. Segmen-segmen sesar Cimandiri tersebut antara lain, segmen sesar Cimandiri Pelabuhan Ratu (Banten) – Citarik (Sukabumi); Citarik ­ Cadasmalang (Sukabumi); Ciceureum – Cirampo (Sukabumi); Cirampo – Pangleseran (Sukabumi); Pangleseran (Sukabumi) – Cibeber (Cianjur); dan beberapa segmen Cibeber sampai Padalarang (Kab. Bandung Barat).

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 162 Korban Meninggal Dunia Imbas Gempa Cianjur

Terakhir diperbarui pada 23 November 2022 oleh

Tags: bencana alamgempa bumigempa cianjursesar cimandiri
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

bencana.MOJOK.CO
Jagat

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO
Jagat

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
Bahayanya Cadangan Pangan Beras Jika Tak Dikelola Saat Bencana Sumatra. MOJOK.CO
Ragam

Pentingnya Cadangan Pangan Beras di Daerah agar Para Pimpinannya Nggak Cengeng Saat Darurat Bencana

8 Desember 2025
Menanti kabar dari keluarga, korban bencana banjir dan longsor di Sumatera. MOJOK.CO
Aktual

‘Kami Sedih dan Waswas, Mereka seperti Tinggal di Kota Mati’ – Kata Keluarga Korban Bencana di Sumatera

1 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Bukan Cuma Gaji Kecil, Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja Juga Mesti Siap dengan Budaya Pekewuh yang Memperlambat Kerjaan Mojok.co

Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan

22 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.