Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mengenal 12 Bulan Hijriah Lengkap dengan Maknanya

Kenia Intan oleh Kenia Intan
11 Januari 2023
A A
bulan hijriah mojok.co

Ilustrasi kalender Hijriah (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bulan Hijriah adalah sebutan untuk bulan-bulan dalam kalender Islam. Kalender yang terdiri atas 12 bulan itu menjadi acuan umat Islam di seluruh dunia dalam melaksanakan ibadah.

Penanggalan ini dimulai oleh Umar bin Khatttab bersama para sahabat Nabi Muhammad SAW pada abad ke-7 Masehi, tepatnya 28 Juni 623. Istilah Hijriah diambil dari peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah pada 622 Masehi.

Kalender ini terdiri atas 12 bulan yang nama-namanya diadopsi dari bangsa Arab dalam menandai peristiwa-peristiwa besar. Pada saat itu, bangsa Arab memberi nama berdasar kebiasaan atau keadaan alam sekitar.

Dua belas nama bulan dalam kalender Hijriah adalah Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.

Berbeda dengan kalender Masehi, kalender Hijriah mengacu pada saat bumi mengelilingi bulan. Sementara patokan kalender Masehi pada saat bumi mengelilingi matahari. Oleh karenanya, hari atau tanggal pada sistem kalender Hijriah dimulai ketika matahari terbenam. Berbeda dengan sistem kalender Masehi dimulai pada pukul 00.00 WIB.

Perbedaan lain, satu tahun kalender Masehi terdiri atas 365 -366 hari dengan 30-31 hari setiap bulannya. Sementara kalender Hijriah terdiri atas 354-355 hari dengan rentang 29-20 hari setiap bulannya.

Dilansir dari laman Universitas Islam An Nur Lampung, berikut nama 12 bulan dalam kalender Hijriah beserta maknanya:

Muharram

Bulan ini memiliki arti yang diharamkan atau pantangan. Pada saat itu orang Arab dilarang berperang pada bulan ini. Dalam kalender hijriah, bulan Muharram menjadi pertanda dimulainya tahun yang baru.

Shafar

Safar berarti kosong. Sebelum Islam masuk, pada bulan ini semua lelaki di Arab meninggalkan rumah untuk berperang, berdagang, atau merantau.

Rabi’ul Awal

Rabi memiliki arti menetap. Di bulan ini kaum lelaki yang tadinya meninggalkan pemukiman mulai pulang.

Rabi’ul Akhir

Mirip dengan Rabi’ul Awal, di bulan ini hampir semua laki-laki sudah kembali ke kampung halamannya.

Jumadil Awal

Bulan ini berasal dari kata Jumadi yang berarti kering. Bulan ini ditandai dengan terjadinya kekeringan di mana-mana karena dimulainya musim kemarau.

Jumadil Akhir

Bulan ini menandakan berakhirnya musim kemarau.

Rajab

Rajab memiliki arti mulia. Sebelum Islam masuk, bangsa Arab memuliakan bulan Rajab dengan melarang perang.

Iklan

Sya’ban

Sya’ban berasal dari kata “Syi’b” memiliki arti berkelompok. Pada bulan ini bangsa Arab mulai mencari nafkah secara berkelompok.

Ramadhan

Ramadhan berasal dari kata “Ramadh” yang berarti panas. Bulan ini adalah sangat panas. Ramadhan ditandai dengan udara yang sangat panas, serasa kulit terbakar dibandingkan dengan bulan-bulan lain. Pada saat ini bulan puasa juga mulai dilakukan.

Syawwal

Syawwal memiliki arti kebahagian. Setelah menunaikan ibadah puasa, mereka kembali ke dalam keadaan fitrah atau kesucian.

Dzulqaidah

Bulan ini terdiri dari kata “Dzul” yang memiliki arti pemilik dan “Qa’dah” yang berarti duduk. Pada bulan ini, kaum lelaki Arab beristirahat setelah bulan-bulan sebelumnya mencari nafkah.

Dzulhijjah

Pada bulan ini biasanya orang Arab melakukan ibadah haji ke Mekkah. Dzulhijjah berarti ziarah sehingga orang Arab juga berkurban dan ziarah di bulan ini.

Penulis : Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Alasan Kenapa Kalender Hijriah Malah Kurang Mashoook bagi Banyak Negara Arab

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2023 oleh

Tags: bulan hijriahkalender hijriah
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Esai

Alasan Kenapa Kalender Hijriah Malah Kurang Mashoook bagi Banyak Negara Arab

21 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa

Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

29 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh  MOJOK.CO

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 

1 Mei 2026
Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026
Pelatihan skill digital IndonesiaNEXT Telkomsel berdampak bagi kesiapan kompetensi untuk terjun industri MOJOK.CO

Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing

1 Mei 2026
Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.