Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mendoan, Gorengan Terenak di Dunia Itu, Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda

Mendoan lho ya, bukan tempe goreng tepung.

Redaksi oleh Redaksi
1 November 2021
A A
Beda Cara Mangan Mendoan, Beda Artine: Kowe sing Endi? MOJOK.CO Mendoan, Gorengan Paling Enak di Dunia Itu, Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda

Beda Cara Mangan Mendoan, Beda Artine: Kowe sing Endi? MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kabupaten Banyumas, surganya mendoan, mengusulkan gorengan ini ditetapkan sebagai warisan budaya ke Kemendikbudristek sejak 2020.

Kabar gembira ini disampaikan Kepala Seksi Nilai Tradisi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Banyumas, Mispan, Sabtu minggu lalu (30/10). Penetapan mendoan, nama untuk tempe tipis yang digoreng tak terlalu kering, sebagai warisan budaya tak benda dilakukan dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021, digelar Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), 26-30 Oktober kemarin.

“Mendoan akhirnya terdaftar sebagai WBTb kategori Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional setelah mengalami perjalanan panjang. Proses pengusulannya sendiri dilakukan sejak tahun 2020,” kata Mispan, dikutip Antaranews.com.

Entah sengaja atau tidak, sebuah kebetulan menyenangkan bahwa kabar ini keluar di musim hujan seperti ini. Pas sekali dengan waktu-waktu ketika mendoan hangat kerap dihidangkan di rumah-rumah warga wilayah Ngapak, sebagai lawuh medang bersama dang kopi, dang goreng, dan dang garem, apalagi kalau sambil nyetel dangdutan. Oke, becandaan ini sudah terlalu lokal.

Balik ke Pak Mispan, menurutnya proses pendaftaran agar kuliner ini diakui sebagai warisan budaya takbenda melalui proses panjang. Rapat Kemdikbudristek tahun lalu bahkan sempat tak meloloskan usulan ini.

Wajar jika Banyumas berjuang agar makanan ini mendapat pengakuan sebagai warisan budaya di wilayahnya. Rasanya, memang tak ada kuliner Banyumas lain yang bisa mengalahkan popularitas tempe goreng ini. Menurut kajian di Banyumas, mendoan bahkan sudah disantap di wilayah ini 1870-an.

“Kami mengusulkan mendoan ini menjadi warisan budaya takbenda aspek kuliner. Makanan ini menjadi klangenan [kegemaran] para adipati zaman dahulu. Berdasarkan hasil kajian kami, mendoan sudah ada sejak tahun 1870-an,” kata Mispan tahun lalu.

Tapi bukan cuma sejarahnya yang ada, atau kuatnya tradisi makan mendoan di Banyumas. Kabupaten ini juga merupakan produsen besar mendoan jadi maupun bahan bakunya. Mispan mencontohkan Desa Pliken di Kembaran, Banyumas, yang memiliki 720 pengrajin mendoan. Tiap hari, 12 ton mendoan diproduksi di desa ini.

Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021 berhasil menetapkan 289 warisan budaya baru dari 28 provinsi. Sayang, rekapannya di situs web Kemendikbudristek belum diperbarui (biasalah) sehingga kita belum tahu apa saja warisan budaya yang ditetapkan.

Selain dari bagian makanan, Banyumas juga mendapat “kemenangan” lain dengan ditetapkannya seni ebeg, mirip kuda lumping atau jatilan, sebagai Warisan Budaya Takbenda tahun ini, di kategori Seni Pertunjukan.

BACA JUGA Pelecehan Mendoan di Tukang Gorengan Harus Dihentikan, Warga Banyumasan Bersatulah! dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2021 oleh

Tags: banyumasKulinerMendoanngapakPurwokertowarisan budaya takbenda
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO
Bidikan

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO
Urban

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO
Kuliner

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

16 Februari 2026
3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)
Pojokan

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.