Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mempertanyakan Anies Baswedan dan Pemprov DKI soal ‘Road Bike’ yang Boleh Keluar Jalur

Redaksi oleh Redaksi
3 Juni 2021
A A
Fakta Seputar Pengusungan Anies Baswedan Jadi Capres Mojok.co

Ilustrasi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Anies Baswedan bikin jalur khusus sepeda, Pemprov DKI malah bolehkan pesepeda road bike keluar jalur di waktu-waktu tertentu. Lah?

Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberi dispensasi bagi pesepeda road bike untuk keluar jalur sepeda memicu kontroversi. Meski dispensasi ini hanya untuk waktu-waktu tertentu (dari jam 05.00 – 06.30 WIB), tapi tetap saja banyak pihak yang menilai kebijakan ini berat sebelah.

“Selama ini mayoritas (orang) memandang sepeda sebagai alat olahraga, sport, harus diubah menjadi transport. Ini sedang kami kerjakan, dengan adanya infrastruktur sepeda itu, harapannya pengemudi sepeda merasa lebih nyaman kalau ada di jalan menggunakan sepeda-sepeda transport,” kata Anies Baswedan, November lalu.

Anies Baswedan sebenarnya sudah tepat ketika berencana menciptakan infrastruktur untuk pesepeda road bike. Dengan begitu, pesepeda road bike bisa berkendara dengan nyaman, sedangkan pengguna kendaraan bermotor konvensial bisa aman ketika melintas.

Bahkan, Anies akan menambah fasilitas bagi para pesepeda road bike baru-baru ini.

“Adapun jalur sepeda saat ini adalah 63 kilometer, lalu tambahan tahun ini (akan) ada 101 kilometer,” kata Anies (03/06).

“Jadi kami tambahkan, jalur sepeda yang dibangun di Jakarta tujuannya menfasilitasi warga untuk bisa menggunakan kendaraan sepeda secara aman,” tambahnya.

Tidak ada yang salah dengan hal itu, hanya saja ketika Pemprov DKI juga mengizinkan pesepeda boleh keluar jalur khusus untuk waktu-waktu tertentu, ya tentu saja muncul pertanyaan: Lantas buat apa dong dibangun infrastruktur jalur khusus sepeda segala, Maliiih?

Udah ngabisin anggaran buat bangun road bike, tapi boleh keluar jalur juga akhirnya.

Lebih ngenesnya lagi, kebijakan Pemprov DKI Jakarta ini sebenarnya tidak ada dasar hukumnya. Kebijakan ini muncul karena menurut Wakil Gubernur DKI-nya sendiri, Ahmad Riza Patria, kegiatan bersepeda ini ada nilai positifnya.

“Seperti yang kami sampaikan, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada komunitas yang melaksanakan kegiatan positif,” kata Riza.

“Namun diatur dan dibatasi jamnya, jam 05.00-06.30 WIB dimungkinkan di hari Senin-Jumat,” tambahnya.

Pertanyaannya adalah kegiatan ini positif buat siapa? Buat orang-orang yang bersepeda karena emang tidak mampu beli kendaraan bermotor, atau untuk orang-orang kaya yang bersepeda demi gaya hidup?

Meski begitu, rasa-rasanya publik Jakarta tidak perlu mengkritik Anies Baswedan begitu keras. Cukup kiranya memakai kata-kata blio sendiri waktu kampanye dulu. Itu lho saat Anies Baswedan bilang dengan lantang, “Ini soal keberpihakan.”

Iklan

Oh.

BACA JUGA Pengendara Honda Beat vs Rombongan Gowes: Doxing dan Perang Analogi Si Miskin vs Si Kaya dan tulisan KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 3 Juni 2021 oleh

Tags: Anies Baswedangowesgubernurpemprov dkipesepeda road bike
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO
Urban

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Naik Sepeda Jogja Lamongan demi Menunaikan Rindu pada Ibu MOJOK.CO
Esai

Menuntaskan 640 Kilometer Jogja Lamongan Bersepeda demi Ziarah Batin dan Menunaikan Rindu pada Ibu

12 September 2025
Cangkringan, Kecamatan Paling Cantik di Sleman (Foto oleh Mohammad Sadam Husaen)
Pojokan

Ketika Klub Sepeda Bahagia Cycling Comedy Membelah Cangkringan Sleman, Kecamatan Paling Cantik yang Membuat Kecamatan Lain Minder

10 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.