Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Menelusuri Jejak UNRA Mataram, Kampus PKI yang Berada di Lingkungan Keraton Yogyakarta

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
25 September 2023
A A
Menelusuri Jejak UNRA Mataram, Kampus PKI yang Berada di Lingkungan Keraton Yogyakarta MOJOK.CO

Ilustrasi Menelusuri Jejak UNRA Mataram, Kampus PKI yang Berada di Lingkungan Keraton Yogyakarta. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Partai Komunis Indonesia (PKI) pernah mendirikan perguruan tinggi di Kota Yogyakarta bernama Universitas Rakjat Mataram (UNRA). Sultan HB IX memilih “ngemong” dengan memberi ruang mereka untuk melakukan aktivitas di kawasan Keraton Yogyakarta.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) berhasil memenangkan Pemilu 1955 di Kota Yogyakarta. Menurut berbagai catatan yang saya dapatkan, mereka berhasil merebut 44 ribu suara pemilih.

Sebagai gambaran, jika perolehan suara dua pesaingnya, yakni Partai Nasionalis Indonesia (PNI) dan Masyumi digabung, tetap saja belum bisa mengungguli pencapaian PKI itu. Sangat menarik, bukan?

Namun, yang menurut saya lebih menarik lagi, adalah bagaimana sikap keraton merespons kemenangan mutlak PKI di wilayah kekuasaannya itu. Ini menarik, mengingat salah satu “setan” yang PKI lawan adalah feodalisme, hal yang justru jadi anak kandung Keraton Yogyakarta.

Sikap Sultan HB IX pada kampus PKI

Bukannya memberi perlawanan, Sri Sultan HB IX bersikap permisif dan memilih “ngemong” PKI. Salah satu buktinya, ia bahkan memberi ruang bagi para sayap organisasi PKI untuk melakukan kegiatan mereka di sekitaran keraton.

Salah satunya, Sultan HB IX menghibahkan sebuah bangunan di lingkungan Keraton Yogyakarta sebagai tempat berdirinya Universitas Rakjat Mataram (UNRA Mataram), kampus merah yang mencetak calon kader PKI di Yogyakarta.

Namun, jika melihat rentang waktunya Sultan HB IX saat itu juga memberikan ruang lebih besar ke kampus UGM yang baru berdiri. Bahkan proses perkuliahan UGM di Keraton Yogyakarta berlangsung dari tahun 1950-an hingga 1980-an.

UNRA pertama kali berdiri di Jakarta

Universitas Rakjat atau UNRA, merupakan lembaga pendidikan yang PKI dirikan pada 1958. Kampus ini jadi tempat belajar bagi siswa kategori dewasa yang diproyeksikan menjadi kader partai kiri tersebut.

Dalam sejarahnya, PKI memang memiliki lembaga pendidikan di berbagai jenjang. Antara lain Panti Pengetahuan Rakjat (PanPra) untuk jenjang SD, Balai Pengetahuan Rakjat pada jenjang SMP, sementara Mimbar Pengetahuan Rakjat (Mimpera) di jenjang SMA. UNRA sendiri untuk jenjang perguruan tinggi sekaligus menaungi tiga jenjang di bawahnya.

Secara kurikulum, apa yang UNRA ajarkan sangat spesifik. Meskipun mata pelajarannya tetap berpedoman pada kurikulum sekolah tinggi pemerintah, di kampus ini para mahasiswanya juga mendapat materi pelajaran Marxisme.

Sementara peserta didiknya pun juga sangat segmented. Kebanyakan dari mereka adalah calon kader PKI, termasuk para aktivis buruh, aktivis tani, dan seniman yang berafiliasi kiri.

Sejarawan Amerika Ruth T. McVey dalam bukunya Mengajarkan Modernitas menuliskan, pada 1959, setahun setelah resmi berdiri, UNRA mengklaim telah memiliki 2.816 peserta didik. Sepuluh kampus pun juga telah berdiri di kota-kota besar di Indonesia, termasuk di Yogyakarta yang bernama UNRA Mataram.

UNRA Mataram berada di lingkungan keraton

Di Yogyakarta, UNRA Mataram berdiri setahun setelah terbentuknya UNRA di Jakarta. Berdasarkan sumber yang saya peroleh, pada awal pendiriannya, gedung UNRA Mataram berlokasi di sudut ruas timur Jalan Alun-Alun Utara—menghadap langsung dengan Alun-alun Keraton Yogyakarta.

Bangunannya sendiri menempati bekas stand Uni Soviet yang kala itu ikut meramaikan acara peringatan 200 Tahun Yogyakarta pada 1956. Sayangnya, bekasnya kini tak terlihat lagi. Di sana, sekarang sudah berdiri bangunan lain, yakni Pendopo Sate ataupun Joglo Lawas.

Iklan

UNRA Mataram tidak lama berada di lokasi tersebut. Setelah Keraton Yogyakarta menghibahkan bahan bangunan stand itu ke Komite Daerah PKI Yogyakarta, kampus baru pun lekas dibangun kembali di dekat Pasar Ngasem, Kalurahan Patehan, Kapanewon Keraton. 

Beberapa sumber menyebut, bekas bangunannya kini telah menjadi SD Negeri Kaputran 2.

Selain berada di lokasi tersebut, para mahasiswa UNRA Mataram juga beberapa kali mengikuti kegiatan pembelajaran di Pendopo Ndalem Pakuningratan. Bangunan ini, sekarang terdaftar sebagai warisan cagar budaya.

Selain itu, PKI ternyata juga membangun gedung UNRA Mataram lain di sekitaran Kuncen. Namun, gedung ini peruntukkannya untuk kegiatan non-pembelajaran.

Dekat dengan orang-orang keraton

Seperti yang telah saya singgung sebelumnya, UNRA Mataram punya dua gedung, yakni di Ngasem dan Kuncen. 

Mia Bustan dalam buku karyanya, Dari Kamp ke Kamp mengatakan kegiatan pembelajaran yang sebagian besar pengajarnya dari Taman Siswa, berlangsung di Kampus Ngasem. Mata pelajaran seperti Dasar-Dasar Ekonomie Politik Marxis (EPM), Bagaimana Masyarakat Berkembang (BMB), hingga Materialisme Dialektika Historis (MDH), mereka ajarkan di sana.

Sementara di Kampus Kuncen, kegiatan arahnya lebih untuk pertemuan-pertemuan ataupun pesta akhir semester. 

Misalnya, pada 1964 berlangsung pesta akhir semester yang diikuti para mahasiswanya; sebagian besar merupakan anggota Seniman Indonesia Muda (SIM), Pemuda Rakjat, dan calon kader PKI lainnya.

Sayangnya, peristiwa G30S menghapus eksistensi UNRA Mataram beserta jejak-jekanya di Kota Yogyakarta. Berdasarkan SK Presiden yang ditandatangani Suharto pada 31 Mei 1966, ada 26 kampus, termasuk UNRA Mataram, yang dibubarkan karena terafiliasi dengan PKI. 

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Riwayat UGM Cabang Magelang, Kampus Seteru PKI yang Mati Muda

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 25 September 2023 oleh

Tags: Kampus PKIPKIUniversitas Rakyat MataramUNRA Mataram
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika MOJOK.CO
Esai

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika

11 Maret 2026
PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah
Video

PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah

27 September 2025
bti, petani, tani.MOJOK.CO
Ragam

Rumus “3S-4J-4H” Wajib Dijalankan Pemerintah Kalau Mau Petani di Indonesia Maju

28 Januari 2025
Seputar Peristiwa 65 yang Tak Mungkin Ada di Buku Sejarah MOJOK.CO
Esai

Seputar Peristiwa 65 yang Tak Mungkin Ada di Buku Sejarah

30 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.