Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Menelusuri Asal-usul Nama Jalan Colombo di Jogja

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
4 September 2023
A A
sejarah jalan colombo mojok.co

Gedung Panca Dharma di UGM yang jadi lokasi Colombo Plan (pusdok.sv.ugm.ac.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jalan Colombo, yang membentang dari Bundaran UGM hingga pertigaan Gejayan punya sejarah yang panjang. Penamaannya berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada akhir 1950-an. Apa itu?

Pada Minggu (3/9/2023) saya bersama seorang kawan berjalan-jalan di sepanjang Jalan Colombo. Banyak rute kami lintasi; mulai dari RS Panti Rapih, lapak lukisan di Sagan, hingga penjual kacamata dan racun tikus yang berjajar di depan Kampus UNY.

Saya pun iseng bertanya kepada kawan saya—yang kebetulan akamsi Jogja—”mengapa jalan ini bernama ‘Colombo’?”. Padahal, seperti yang kita tahu, Colombo sendiri merupakan ibukota Sri Lanka, negara tetangga India yang terletak di Asia Selatan.

Kawan saya hanya menjawab “tidak tahu”. Jawaban serupa juga saya dapat ketika iseng bertanya ke beberapa penjual kacamata di sepanjang Jalan Colombo. Namun, jawaban terang pun akhirnya saya dapatkan setelah membuka beberapa arsip sejarah.

Berawal dari keikutsertaan Indonesia dalam Colombo Plan

Sejak pengakuan kedaulatan RI pada 1949, Indonesia mulai aktif melakukan kerjasama internasional. Pada 1953, Indonesia tercatat bergabung dengan Colombo Plan.

Melansir laman resmi kemlu.go.id, Colombo Plan atau Rencana Colombo sendiri merupakan organisasi antarpemerintah di Asia-Pasifik yang bertujuan memajukan pembangunan sosial dan ekonomi negara anggotanya.

Organisasi ini berdiri berkat inisiasi tujuh negara commonwealth (Australia, Inggris, Kanada, Selandia Baru, India, Pakistan, dan Sri Lanka) dan resmi hadir pada 1 Juli 1951 di Colombo, Sri Lanka.

Sejak awal pembentukannya, Colombo Plan telah memberikan bantuan ke negara-negara berkembang dan bekas koloni dalam menyalurkan bantuan modal untuk pembangunan infrastruktur seperti rumah sakit, kampus, sekolah, dan sebagainya.

Setelah bergabung, Indonesia rutin berpartisipasi dalam konferensi tahunan Colombo Plan, termasuk Konferensi ke-10 di Seattle, Washington, AS. Pada konferensi ini, Indonesia menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan tahun depan.

Setelah ada persetujuan, Kota Jogja kemudian menjadi kota penyelenggara. Pertimbangannya, Jogja pernah menjadi ibu kota RI, dan sudah dua kali mengadakan konferensi internasional. Antara lain International Rubber Study Group Conference (Juli 1957) dan ECAFE Conference (Oktober 1957).

Acaranya di sekitaran UGM

Sri Sultan HB IX pun menyanggupi penunjukkan ini. Sultan mempersiapkan gedung-gedung kampus UGM yang berada di Sekip (Gedung Pantja Dharma) sebagai lokasi untuk mengakomodasi segala keperluan konferensi. Gedung di Sekip yang jadi tempat acara Colombo Plan ada tiga buah, antara lain unit III, unit IV dan unit V.

Unit III dan unit IV untuk ruang pameran, kantor delegasi, press room, kantor pos telegram dan telepon, kantor Host Committee, toko-toko souvenir, kantor cabang Bank Indonesia, Kantor GIA, rumah makan, kantor imigrasi dan sebagainya. Sementara unit V (sekarang perpustakaan Sekolah Vokasi UGM) untuk persidangan atau Main Conference Hall.

Adapun para delegasi tingkat ahli mengiap di perumahan Kompleks Demangan. Sedangkan sebagai para delegasi tingkat menteri menginap di perumahan di kompleks Bulaksumur. Sementara itu, para wartawan luar negeri ada di Hotel Garuda (sekarang Grand Inna Malioboro).

Hadiah nama ‘Colombo’

Digelar selama 20 hari mulai 26 Oktober 1959 hingga 14 November 1959, Konferensi Colombo Plan ke-11 di Jogja berjalan sukses. Total ada 150 delegasi dari 21 negara yang turut hadir. Termasuk dari Indonesia, AS, Inggris, Australia, Kanada, Burma, Jepang, India, Pakistan, Kamboja, Thailand, Laos, Filipina, Sri Langka, Singapura, Kalimantan Utara, Serawak dan beberapa peninjau dari Colombo Plan Bureau, ECAFE, UNTB,dan IBRD.

Iklan

Konfrensi sendiri dibagi dalam dua bagian, yaitu konferensi Tingkat Ahli dan Konferensi Tingkat Menteri. Konferensi Tingkat Ahli Berlangsung pada 26 Oktober sampai 6 November 1959, sedangkan Konferensi Tingkat Menteri berlangsung pada 11 hingga 14 November 1959.

Akhirnya, untuk mengenang peristiwa tersebut, Pemerintah Kota Jogja memberi nama jalan sepanjang Bundaran UGM hingga pertigaan Gejayan sebagai “Jalan Colombo”.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Mengenal Tugu Jogja, Monumen Bersejarah Simbol Persatuan Raja dan Rakyatnya
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 4 September 2023 oleh

Tags: gejayanJalan Colombojalan di jogjaNama JalanUGM
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Lulusan S1 UGM bikin skripsi soal perumahan rakyat di Belanda. MOJOK.CO
Edumojok

Skripsi tentang Perumahan Rakyat di Belanda vs Indonesia bikin Saya Lulus dari UGM dengan Predikat Cumlaude

18 Februari 2026
Gojek, gocar instant.CO
Urban

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan

12 Februari 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Buka puasa di Blok M saat bulan Ramadan

Jangan Buka Puasa di Blok M kalau Tidak Mau Lanjut Puasa tanpa Sempat Makan

16 Februari 2026
Volunteer di festival dandangan kudus. MOJOK.CO

Pengalaman Sambut Ramadan di Kudus: Menyaksikan Bagaimana Merawat Bumi Ditradisikan Lewat Pembiasaan Sederhana

12 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
pendatang di jogja.MOJOK.CO

Nasib Menjadi “Pendatang” di Jogja: Selalu Disalahkan Atas Masalah yang Terjadi, padahal Menjadi Sumber Penghasilan Para Akamsi

18 Februari 2026
Rawa Belong Jakarta Barat Bikin Orang Kabupaten seperti Saya Nggak Takut Merantau ke Ibu Kota Mojok.co

Rawa Belong Jakarta Barat Bikin Orang Kabupaten seperti Saya Nggak Takut Merantau di Ibu Kota

14 Februari 2026
Ngekos setelah menikah, ngekos di jogja, kesehatan mental.MOJOK.CO

Memilih Ngekos Setelah Menikah daripada Tinggal Bareng Ortu-Mertua, Finansial Memang Empot-empotan tapi Kesehatan Mental Aman

16 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.