Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Luar Negeri

Menyaksikan Kondisi Palestina Melalui Laporan Kilat UN OCHA: Mengerikan!

Ibil S Widodo oleh Ibil S Widodo
16 November 2023
A A
Kondisi Gaza Palestina Melalui Laporan Kilat UN OCHA Foto RRI

Kondisi Gaza Palestina Melalui Laporan Kilat UN OCHA Foto RRI

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusian (UN OCHA) memberikan gambaran komprehensif mengenai krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Gaza. Hingga 15 November 2023, UN OCHA melaporkan dampak perang telah merenggut lebih dari 12.278 jiwa.

Rincian laporan tersebut terdiri dari 11.078 warga Palestina tewas dan 27.490 terluka, lebih 1.200 warga Israel tewas dan sekitar 5.431 terluka. Perang ini juga menimbulkan dampak kerusakan. OCHA mencatat, di Gaza terdapat lebih 41.000 perumahan hancur dan 1,6 juta orang mengungsi.

UN OCHA juga menggambarkan kondisi terkini yang terjadi di Gaza. Pada 15 November, pasukan Israel beserta tank-tanknya memasuki kompleks Rumah Sakit (RS) Al-Shifa di kota Gaza. Mereka menguasai beberapa bagian RS, menggeledah, dan menginterogasi orang. Tidak ada laporan yang jelas mengenai dampak operasi militer ini.

Operasi Militer Israel ini memberikan dampak serius terhadap pelayanan kesehatan ini. OCHA mencatat dari 24 rumah sakit dengan kapasitas rawat inap di wilayah utara, hanya satu, yaitu Al Ahli di kota Gaza yang masih beroperasi dan menerima pasien. 

Delapan rumah sakit terpaksa tutup sejak dimulainya perang. Sementara lima rumah sakit lainnya, termasuk RS Shifa, memberikan layanan yang sangat terbatas kepada para pasien. Rumah sakit ini tidak dapat diakses, tidak memiliki listrik, tidak memiliki persedian, dan tidak menerima pasien baru. 

The Palestine Red Crescent Society Kewalahan

The Palestine Red Crescent Society (PRCS) atau bulan sabit merah Palestina melaporkan bahwa mereka tidak mampu menanggapi ratusan panggilan untuk membantu mengevakuasi orang-orang yang terluka dan terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

OCHA mencatat pengungsi yang melarikan diri dari utara melaporkan adanya mayat di jalan-jalan. Setidaknya hingga 10 November 2023, sekitar 2.700 orang, termasuk sekitar 1.500 anak-anak, masih hilang. Diperkirakan terjebak atau tewas di bawah reruntuhan, seperti laporan Kementerian Kesehatan di Gaza.

Pabrik Pangan Dihantam dan Perusahaan Telekomunikasi Tiarap

Tengah hari 15 November, Pabrik As Salam di Deir Al Balah dilaporkan hancur terkena serangan. As Salam adalah pabrik terakhir yang masih berfungsi di Gaza. Kehancurannya berarti produksi tepung lokal tidak akan tersedia di Gaza dalam waktu dekat.

Sementara itu, perusahaan telekomunikasi Gaza mengumumkan penghentian secara bertahap layanan komunikasi dan internet di Jalur Gaza. Hal ini akibat habisnya cadangan bahan bakar untuk mengoperasikan generator. 

Kondisi Palestina Tanpa Listrik Sejak 11 Oktober

Sejak 11 Oktober, Jalur Gaza mengalami pemadaman listrik setelah pemerintah Israel memutus pasokan listrik dan cadangan bahan bakar untuk satu-satunya pembangkit listrik di Gaza habis. 

Ketahanan Pangan di Wilayah Utara Palestina

UN OCHA mencatat, sejak 7 November, tidak ada lagi toko roti yang aktif lantaran kekurangan bahan bakar, air, dan tepung terigu. Akses untuk bantuan di wilayah udara sangat sulit, sehingga banyak bantuan yang tidak dapat masuk. Masyarakat dilaporkan beralih ke pola makan yang tidak lazim, seperti mengonsumsi kombinasi terong mentah dan bawang mentah.

Air dan Sanitasi Jalur Gaza

Karena tidak adanya bahan bakar, pada tanggal 14 November, layanan pembuangan limbah padat UNRWA mulai ditutup, sehingga menimbulkan bahaya lingkungan, dengan sekitar 400 ton sampah setiap hari terakumulasi di kamp-kamp yang penuh sesak dan tempat penampungan pengungsi.

Tidak hanya itu, stasiun pompa limbah umum, 60 sumur air di selatan, pabrik desalinasi di Wilayah Tengah, dua pompa limbah utama di selatan, dan instalasi pengolahan air limbah Rafah semuanya telah berhenti beroperasi dalam beberapa waktu terakhir. hari. Pabrik desalinasi air laut di Khan Younis beroperasi dengan kapasitas 5 persen (sekitar 300 meter kubik per hari). Ditambah dengan terhentinya pekerjaan sanitasi kota, hal ini menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat, meningkatkan risiko kontaminasi air dan berjangkitnya penyakit.

Sumber utama air minum di wilayah selatan adalah dua jaringan pipa yang berasal dari Israel yang memasok sekitar 1.100 meter kubik per jam. Sejumlah sumur pribadi dan fasilitas desalinasi yang masih beroperasi diperkirakan akan ditutup dalam dua hari mendatang karena kekurangan bahan bakar. Hal ini memperburuk kondisi Palestina.

Iklan

Di wilayah utara, pabrik desalinasi air dan jaringan pipa Israel tidak berfungsi. Tidak ada distribusi air kemasan kepada para pengungsi yang ditampung di tempat penampungan selama lebih dari seminggu. Hal ini meningkatkan kekhawatiran mengenai dehidrasi dan penyakit yang ditularkan melalui air akibat konsumsi air dari sumber yang tidak aman.

Data lengkap kondisi Palestina lihat di Laporan Kilat UN OCHA

Penulis: Ibil S Widodo
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Brigade Al Qassam, Sayap Bersenjata Hamas yang Bikin Pasukan Israel Pusing Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 16 November 2023 oleh

Tags: gazaIsraelpalestina
Ibil S Widodo

Ibil S Widodo

Manusia bodoh yang tak kunjung pandai. Penulis di bolehmerokok.com.

Artikel Terkait

Perang Iran Israel Bikin Nggak Waras, Masih Hidup Aja Syukur MOJOK.CO
Cuan

Perang Iran Israel Berpotensi Jadi Krisis Global, Kelas Menengah Ikutin Cara Ini Biar Tetap Waras Selama Bertahan Hidup

5 Maret 2026
Iran, Gejolak Timur Tengah dan Efeknya untuk Indonesia
Aktual

Bukan Nuklir, Air Adalah “Senjata Pemusnah” Paling Mematikan di Perang AS-Iran

4 Maret 2026
Iran, Gejolak Timur Tengah dan Efeknya untuk Indonesia
Tajuk

Gejolak Timur Tengah dan Efeknya untuk Indonesia

2 Maret 2026
Ketika One Piece Dilarang, Bendera Merah Putih Makin Terkoyak MOJOK.CO
Esai

Sikap Penguasa Melarang Pengibaran Bendera atau Melukis Mural One Piece Justru Semakin Mengoyak Kedaulatan Bendera Merah Putih

9 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Lebaran naik bus murah berujung menyesal. MOJOK.CO

Habiskan Waktu 78 Jam di Bus untuk Mudik Berujung Kapok dan Frustrasi: Harus Tahan Bau Badan, BAB, hingga “Ditakuti” Teman Sebangku

11 Maret 2026
Lebaran.MOJOK.CO

Lebaran adalah Neraka bagi Pekerja Usia 30 tapi Belum Menikah, Sudah Mapan pun Tetap Kena Mental

8 Maret 2026
Mendambakan seperti suami Sheila Dara, Vidi Aldiano. Cara hidup dan perginya bikin iri banyak orang MOJOK.CO

Mendambakan Menjadi Seperti Vidi Aldiano, Cara Hidup dan Pergi bikin “Iri” Banyak Orang

9 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Karjimut di Jogja yang merantau pilih tidak mudik Lebaran. MOJOK.CO

“Bohong” ke Keluarga Saat Mudik Lebaran: Rela Habiskan Uang Berjuta-juta agar Dicap Sukses padahal Cuma Karjimut di Jogja

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.