Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Layanan Kesehatan Gratis untuk Ibu-Anak di Kota Semarang, Ibu Hamil dan Ibu Balita Auto Senang

Redaksi oleh Redaksi
20 September 2025
A A
Program Keluarga Cemara di Kota Semarang disambut baik ibu hamil dan ibu balita MOJOK.CO

Program Keluarga Cemara di Kota Semarang disambut baik ibu hamil dan ibu balita. (Pemkot Semarang)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Belum ini Pemerintah Kota Semarang mengenalkan program “Keluarga Cemara”. Program ini memang diperuntukkan memberi perhatian khusus pada kondisi ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Lantas bagaimana testimoni mereka setelah hadirnya program ini?

***

Suasana hangat tersaji di Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Bara pada Jumat, (19/9/2025). Ibu hamil tampak sumringah. Begitu juga para ibu yang membawa balita mereka.

Hari itu Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, berada di tengah para ibu hamil dan ibu balita. Guna memastikan bahwa Keluarga Cemara benar-benar berdampak. Hasilnya, banyak dari ibu-ibu itu merasa sangat diperhatikan oleh Pemkot Semarang.

Testimoni ibu-ibu di Kota Semarang

Misalnya Hesti (42), salah seorang ibu hamil yang ditemui hari itu. Ia merasa bersyukur karena Pemkot Semarang serius menggiatkan program percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui Keluarga Cemara tersebut.

Oleh karenanya, Hesti menjadi lebih bersemangat untuk datang ke Posyandu. Sebab, ia merasa mendapatkan perhatian langsung dari tenaga kesehatan.

“Saya sangat berterima kasih dengan adanya program ini sebab sangat membantu kehamilan saya yang sudah memasuki bulan ketujuh. Saya merasa diperhatikan dan diingatkan melalui WA (WhatsApp) untuk tidak lupa datang, untuk tidak lupa cek kesehatan,” ujarnya.

Program Keluarga Cemara di Kota Semarang disambut baik ibu hamil dan ibu balita MOJOK.CO
Program Keluarga Cemara di Kota Semarang disambut baik ibu hamil dan ibu balita. (Pemkot Semarang)

Lebih lanjut, ibu yang tengah mengandung buah hati keempat ini menuturkan, selain mendapatkan informasi kesehatan, ia juga merasa bahagia bisa mengikuti senam ibu hamil sebagai bekal mempersiapkan diri untuk proses persalinan.

“Menyenangkan sekali sebab bisa bekumpul dengan ibu-ibu yang lain, serta membantu meningkatkan kesehatan saya selama kehamilan dan calon jabang bayi saya,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Rita (35). Ibu satu anak berusia tiga tahun ini menyambut baik kegiatan Keluarga Cemara. Sebab berkaitan dengan pemantauan tumbuh kembang balita maupun layanan gizi dan kesehatan yang berkelanjutan.

“Sebagai ibu satu anak, saya merasa senang sekali ada kegiatan ini. Senoga anak-anak khususnya di RW 12 (Kelurahan Krobokan) bisa terbebas dari stunting,” ucapnya.

Upaya menyehatkan keluarga di Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang berada di tengah para ibu-ibu itu tak pelak merasa lega. Karena ternyata programnya disambut sangat positif oleh warga.

Agustina mengatakan, program Keluarga Cemara sedianya memang hadir sebagai salah satu upaya menyehatkan keluarga-keluarga di Kota Semarang. Utamanya pada percepatan penurunan stunting.

Sebab, pencegahan stunting yang dilakukan sejak dini akan membuat ibu-ibu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Iklan

“Keluarga Cemara ini hadir agar ibu-ibu sehat semua, bisa konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan, jadi jika ada indikasi kurang ini atau terlalu gemuk (misalnya), bisa langsung tertangani,” ujar Agustina.

Program Keluarga Cemara di Kota Semarang disambut baik ibu hamil dan ibu balita MOJOK.CO
Program Keluarga Cemara di Kota Semarang disambut baik ibu hamil dan ibu balita. (Pemkot Semarang)

Segala layanan dasar kesehatan untuk ibu-anak gratis

Tak ayal pula para ibu-ibu hamil dan memiliki balita itu merasa antusias dengan Keluarga Cemara. Karena Agustina menjamin ibu-ibu bisa mendapat segala layanan dasar kesehatan dan gizi di Posyandu, khususnya kepada ibu dan anak, tidak dipungut biaya.

“Kabeh gratis buat ibu dan anak. Untuk itu saya minta yang rajin ke Posyandu, yang rutin datang, ikuti program kegiatannya, biar ibu dan anak sehat semua,” tuturnnya.

Sebagai informasi, Keluarga Cemara atau Keluarga Khusus untuk Cegah Stunting dan Masalah Gizi Terintegrasi merupakan sebuah inovasi program untuk mempercepat pencegahan dan penurunan angka stunting di Kota Semarang. Selain itu juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam menciptakan generasi unggul yang sehat dan bebas dari stunting.

Sebagai program inisiatif, promotif, dan preventif, Keluarga Cemara berfokus pada peningkatan pengetahuan serta kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gizi. Program ini menyasar tiga kelompok utama yang memiliki peran krusial dalam siklus kehidupan, yaitu remaja, ibu hamil, dan ibu yang memiliki balita.

Program yang diluncurkan pada Rabu (10/9/2025) lalu ini memiliki berbagai kegiatan menarik dan interaktif, seperti Kelas Edukasi Interaktif, Pemeriksaan Kesehatan, Pemberian Suplemen Gizi, hingga Kegiatan Kreatif dan Edukatif. Melalui pendekatan yang holistik dan menyenangkan, Keluarga Cemara diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dan mengubah perilaku menjadi lebih sehat secara berkelanjutan.***(Adv)

BACA JUGA: 10 Tahun setelah Ayat-Ayat Cinta, Semarang Punya Beragam Aset untuk Jadi “Kota Film” atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 20 September 2025 oleh

Tags: keluarga cemaraposyanduSemarangstunting semarang
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Keselamatan warga Kota Semarang jadi prioritas di tengah hujan dan angin kencang yang tumbangkan 80 lebih pohon dalam semalam MOJOK.CO
Kilas

Keselamatan Warga Semarang Jadi Prioritas di Tengah Hujan Angin yang Tumbangkan 86 Pohon dalam Semalam

5 Maret 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO
Catatan

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, dari kayu menjadi baja dan bercor beton MOJOK.CO
Kilas

Jembatan Persen di Gunungpati Semarang, Dari Kayu Jadi Bercor Beton berkat Aduan “Solusi AWP”

24 Januari 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng akan renovasi rumah tak layak huni Mbah Kamijah di Gunungpati MOJOK.CO
Kilas

Saat Kabar Baik Menghampiri Mbah Kamijah, Lansia 87 Tahun yang Tinggal Sendiri di Rumah Tak Layak Huni Gunungpati Semarang

24 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

SMP Taman Dewasa Jetis Jogja, penerima manfaat beasiswa JPD untuk pendidikan

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Kucing peliharaan anak kos Jogja

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.