Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

“Kulonuwun Gunungkidul” Jadi Upaya Merawat Hubungan Sosial Lewat Olah Rupa, Bertamu Tak Sekadar Bertemu

Redaksi oleh Redaksi
11 Oktober 2025
A A
Pembukaan Pameran Gelar Olah Rupa dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 di Gunungkidul MOJOK.CO

Pembukaan Pameran Gelar Olah Rupa dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 di Gunungkidul. (Dok. FKY)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pameran “Gelaran Olah Rupa” sebagai bagian dari program pada Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 resmi dibuka pada Jumat (10/10/2025). Pembukaan berlangsung di Lapangan Desa Logandeng, Plembon Kidul, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY, sebagai tuan rumah FKY 2025.

Pembukaan secara simbolis dilakukan dengan penancapan dupa oleh Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dian Lakshmi Pratiwi. Diikuti kurator pameran Karen Hardini dan Tomi Firdaus, ko-kurator pameran Ghofur S, dan Lurah Desa Logandeng Suhardi.

Setelah doa pembuka, Tari Pisungsung dari Sanggar Swastiastuti membuka acara. Lima penari perempuan naik ke atas panggung, membawa bakul kecil berisi bunga tabur. Alunan musik dan bacaan mantra menambah hikmat malam. Bukan sekadar tarian semata, pertunjukan ini berupaya melantunkan makna kesinambungan antara manusia, alam, dan Tuhan.

Bertamu: Merawat hubungan sosial

Dian menyebut FKY dengan rebranding baru, yang kini memasuki tahun ketiga, diharuskan mampu menghadirkan festival kebudayaan yang dalam proses dan praktiknya harus benar-benar melibatkan masyarakat di mana festival itu berada.

Pratiwi juga menjelaskan, Pameran “Gelaran Olah Rupa” membawa makna baru. Yaitu sebuah festival yang tidak semata gebyar yang bisa ditonton, tetapi sebagai kolaborasi ide dan kerja bersama yang diolah bersama antara seniman, kurator, masyarakat, dan lokasi festival berada yang terbentuk secara intens dan terus berlangsung.

Pameran bertajuk “Gelaran Olah Rupa” ini menghadirkan seni visual dengan spirit Bertamu–Perjumpaan, yang di dalamnya terbuka ruang untuk berdialog, berbagi kisah, dan merawat hubungan sosial.

Tradisi bertamu dalam budaya Jawa menjadi latar belakang dari pameran ini. Tidak sekadar kunjungan fisik, melainkan juga wujud tata krama, adab, dan penghormatan kepada tuan rumah.

Melalui praktik bertamu, para seniman menegosiasikan batas antara yang lokal dan yang datang. Antara pengetahuan sehari hari dan wacana seni kontemporer.

Kulonuwon Gunungkidul, bukan sekadar perjumpaan

Ada sebanyak 18 seniman dan tokoh adat yang terlibat dalam pameran ini, baik individu dan kelompok. Mereka terbagi menjadi 9 kelompok yang mempresentasikan karya hasil “Residensi Pekan Sowan” yang sebelumnya telah mereka ikuti selama 7 hari (28 September sampai 5 Oktober) di beberapa wilayah di Gunungkidul, seperti Logandeng, Giring, Semin, Wonosari, Pantai Siung, Purwodadi, Ngalang, Petir, Pathuk, dan Playen sebagai lokus.

Lokasi tersebut dipilih berdasarkan ruang ekologis, sosial, dan kultural. Ruang tersebut memungkinkan para seniman dan tokoh adat untuk mengalami, mendengarkan, dan menajamkan ulang kisah, fenomena, serta sejarah yang melekat di sana.

Karen Hardini, salah satu kurator Pameran “Gelaran Olah Rupa”, mengungkapkan, nalar dari pameran berada di Gunungkidul adalah kulonuwun.

“Kami hendak berkenalan dengan Gunungkidul. Kami hendak melakukan perjumpaan yang bukan hanya sekedar perjumpaan dan bertamu,” katanya.

“Residensi Pekan Sowan yang dilakukan selama tujuh hari memungkinkan seniman dan warga lokal berbaur, di mana perjumpaan itu sederhana dan mendalam. Dari sana muncul negosiasi dan menghasilkan ide. Proses itu yang kemudian menghantarkan apa yang disebut Gelaran Olah Rupa,” sambungnya.

Bertamu ke Gunungkidul lewat seni

Spirit Bertamu-Perjumpaan dalam pameran dihadirkan melalui kolaborasi antara komunitas tempatan di Gunungkidul dengan seniman di luar zona tempatan.

Iklan

Melibatkan di antaranya: Ikatan Perupa Gunungkidul x Nabila Rahma & Tiang Senja di lokus Giring; Sibagz x Vendy Methodos di lokus Ponjong; Trah Sekar Jagat x Reza Kutjh di lokus Girisekar; dan Raden Kukuh Hermadi x Titik Kumpul Forum di lokus Pathuk.

Ada juga Mbah Bambang & Mbah Saido (Tokoh Adat di Tepus Gunungkidul) x Survive! Garage di lokus pantai Siung; Endry Pragusta x Arief Mujahidin di lokus Logandeng; Lumbung Kawruh x A.O.D.H di lokus Petir, RESAN Gunungkidul x M Shodik di lokus Playen, serta Ibu-ibu KWT Ngalang x Kolektif Matrahita di lokus Ngalang.

Penciptaan karya dihadirkan dengan semangat ketahanan sekaligus keberanian untuk menguji kerapuhan artistik. Ruang yang terbuka ini bukan sekadar tempat, melainkan sikap: keterbukaan terhadap kemungkinan, sesama, dan terhadap proses yang belum selesai.

Percikan-percikan seru dan menantang

Nabila Rahmah, seniman keramik asal Yogyakarta, menyebut bahwa Gelaran Olah Rupa kali ini menghadirkan konsep yang begitu menantang sekaligus menarik. Ia tergabung dalam kelompok Ikatan Perupa Gunungkidul x Nabila Rahma & Tiang Senjayang berlokus di Giring. Ikatan Perupa Gunungkidul beranggotakan seniman-seniman yang usianya jauh lebih tua dibanding dirinya.

Melalui proses residensi, ia akhirnya bertemu, berinteraksi, mengolah ide serta gagasan bersama seniman-seniman yang berbeda generasi dengannya.

“Mungkin kalau misalkan kolaborator kita umurnya mirip, mungkin tidak akan ada percikan yang seru. Sebagaimana kembang api, dia serunya karena percikan-percikannya,” ujar Nabila.

Sebagai salah satu program dari Festival Kebudayaan Yogyakarta, Pameran “Gelaran Olah Rupa” berlangsung dari tanggal 11-18 Oktober 2025 mulai pukul 10.00-21.00 WIB di Lapangan Desa Logandeng, Gunungkidul.

Pameran ini terbuka untuk umum, di mana para seniman mengolah, menampilkan, dan mengundang publik untuk bertamu, bertemu, dan ikut terlibat ke dalam ruang kerja yang “hidup” para seniman ketika mereka mengolah karya.

Selain itu akan diadakan sesi Wicara bertajuk “DAYA SENI DARI DENYUT HIDUP? Catatan Pekan Hunian Seniman FKY 2025” pada 15 Oktober 2025. sesi wicara ini menghadirkan Matrahita, Lumbung Kawruh, Survive! Garage, dan Ignatius Kendal untuk berbagi refleksi atas proses residensi dan pameran.***(Adv)

BACA JUGA: Kisah Mereka yang Mengaku Bertemu Nyi Roro Kidul di Pesisir Gunungkidul, Datang Lewat Tanda Khusus atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2025 oleh

Tags: event jogjafestival jogjafestival kebudayaan yogyakartaFKYgunungkidulpameran jogjaYogyakarta
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kos di Jogja
Catatan

Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari

19 Februari 2026
Jumanah pedagang jamu parem kendil di pasar jangkang Yogyakarta. MOJOK.CO
Sehari-hari

“Ngopag” ala Lansia: Menikmati Jamu Parem Kendil yang Sudah Berdiri Sejak Tiga Generasi di Pasar Jangkang Yogyakarta

17 Februari 2026
Mahashivaratri, festival tahunan yang dirayakan umat Hindu untuk menghormati Dewa Siwa di Candi Prambanan. MOJOK.CO
Kilas

Hari Suci Terpenting Umat Hindu, Mahashivaratri Perdana Digelar di Candi Prambanan dengan 1008 Dipa Menyala

14 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO
Jagat

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Wawancara beasiswa LPDP

Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

20 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.