MOJOK.CO – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengaku percaya bahwa pendidikan adalah syarat mutlak untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal itu lah yang kemudian mendorongnya untuk berkomitmen mendorong kualitas pendidikan di Jawa Tengah.
Dengan semringah, Ahmad Luthfi mengangkat sebuah plakat yang menjadi representasi pengakuan atas kualitas pendidikan di provinsi yang ia pimpin: Jawa Tengah.
Pada Senin (25/6/2026), Ahmad Luthfi menghadiri acara Malam Tasyakuran Hari Pendidikan 2026 di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta.
Malam itu, Luthfi mendapati nama Jawa Tengah disebut beberapa kali untuk menerima berbagai penghargaan pendidikan. Tidak lain karena capaian apik atas peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Tengah pada 2025. Berbagai penghargaan itu diterima langsung oleh Ahmad Luthfi dari Mendikdasmen, Abdul Mu’ti.

Penghargaan pendidikan untuk Jawa Tengah
Malam itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menerima penghargaan pendidikan kategori Komitmen Wajb Belajar 13 Tahun. Dalam hal ini, Pemprov Jawa Tengah juga dinilai sukses dalam berkolaborasi dengan sekolah Swasta dalam SPMB Tahun 2025/2026.
Pemprov Jateng juga menyabet predikat Terbaik 1 di kategori Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) untuk pembelajaran. Sementara untuk Praktik Baik Dukungan Pelaksanaan Tes Kemampuan akademik (TKA) Tahun 2026, Pemprov Jawa Tengah menyandang predikat terbaik ke-2.
Tak hanya itu, sejumlah sekolah dan siswa maupun pendidik dari Jawa Tengah juga menyabet gelar secara individu di berbagai kategori. Di antaranya adalah kategori Talenta Muda Inovasi Digital diraih siswa kelas V SD Al Kautsar Temanggung atas nama Anantacetta Reugra Abiraya. Sementara untuk guru pendamping berdedikasi Program Afirmasi Pendidikan Menangah 2025 terbaik ke-2 diraih Rakhmi Oktarini dari SMAN 1 Bobotsari.
Ubah paradigma lulus SMP langsung kerja
Senyum semringah yang ditunjukkan Ahmad Luthfi memiliki dua makna sekaligus. Pertama, tentu menjadi kebanggaan tersendiri karena kualitas pendidikan Jawa Tengah diakui. Kedua, ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi kuat bagi Pemerintah Jawa Tengah agar kedepannya bisa memberikan program maupun pelayanan pendidikan yang lebih baik lagi.
“Pendidikan adalah syarat mutlak untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Kami siapkan pendidikan 13 tahun, mulai dari SD, SMP dan SMA ditambah PAUD,” tekan Luthfi.

Ahmad Luthfi menyampaikan, Pemprov Jawa Tengah memang fokus dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan cara mengubah paradigma masyarakat jika lulus SMP harus langsung kerja. Pihaknya mendorong agar lulusan SMP agar melanjutkan pendidikan SMA.
Upaya yang dilakukan adalah membuat program Sekolah Kemitraan. Melalui program ini, Pemprov Jawa Tengah bekerja sama dengan sekolah swasta untuk memberikan beasiswa bagi warga miskin untuk belajar di sekolah swasta. Setidaknya 5.004 kuota disediakan untuk program tersebut.
“Mereka bisa sekolah gratis. Dapat seragam juga gratis,” pungkasnya.***(Adv)
BACA JUGA: Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














