Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

KPPI Usul Perempuan Diberi Nomor Urut 1 dalam Pemilu 2024

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
15 Desember 2022
A A
kppi rekomendasikan perempuan di nomor urut 1 mojok.co mojok.co

Ilustrasi surat suara (ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) terus berupaya mewujudkan target keterwakilan 30 persen perempuan di parlemen. Salah satu rekomendasi yang diberikan adalah dengan menempatkan perempuan di nomor urut 1 dalam kertas suara pemilu mendatang.

Ketua Presidium Dewan Pengurus Pusat (DPP) KPPI, Kanti Wisnuwardani Janis, berharap bahwa pada Pemilu 2024 nanti, target tersebut bisa terealisasi. Maka dari itu, ia juga turut mendorong penuh politisi perempuan Indonesia untuk bersiap menghadapi berbagai tantangan, sehingga target minimal 30 persen bisa tercapai.

“KPPI, sebagai perkumpulan perempuan politik lintas partai, kita bersama-sama terus mendorong tercapainya target keterpilihan perempuan minimal 30 persen di Parlemen,” ujar Kanti, dalam sambutannya di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bertema “Meningkatkan Kualitas Perempuan Politik Menuju Pemilu 2024”, Kamis (8/12/2022) lalu.

“Karena Dengan meningkatnya partisipasi perempuan dalam bidang politik dapat membantu memberikan kebijakan-kebijakan dalam menghadapi permasalahan-permasalahan di tengah masyarakat, baik tingkat pusat maupun daerah,” sambungnya.

Melalui Rakernas tersebut, Kanti mendukung penuh dilakukan konsolidasi struktural KPPI dengan membuat agenda aksi, kerjasama, dan bersinergi dengan semua pihak terkait. Agenda ini, kata Kanis, penting untuk memberikan ruang aspirasi, gagasan, dan ide perempuan, dalam kekuasaan legislatif.

“Dan semua bisa tercapai tentunya dengan dukungan dari seluruh partai politik,” pungkasnya.

Dalam Rakernas ini, salah satu rekomendasi yang digagas KPPI adalah menempatkan perempuan di nomor urut 1 dalam kertas suara Pemilu 2024. Hal ini didasarkan pada banyak penelitian dan riset, yang menemukan bahwa semakin kecil nomor urut (no. Urut 1 sampai 3) maka semakin besar pula peluang dipilih.

Presidium KPPI Hindun Annisah, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan hasil Rakernas KPPI Tahun 2022. Secara umum, ada tiga poin yang ia sampaikan.

Pertama, KPPI merekomendasikan dan mendesak partai politik untuk menempatkan politisi perempuan yang berkualitas dan petensial (minimal di 30 persen dapil di seluruh Indonesia) di nomor urut 1 (satu) pada Pemilu 2024. Kedua, bagi daerah yang masih minim anggota legislatif perempuan, harus dipastikan agar mereka terpilih dengan menambah komposisi caleg perempuan.

Sementara yang ketiga, KPPI merekomendasikan, bagi para caleg perempuan yang tidak dapat lolos pemilu (karena alasan administrasi), agar diberikan kesempatan kembali untuk maju sebagai caleg di periode mendatang.

“Melalui Rakernas, KPPI meminta agar parpol dapat memastikan perlindungan terhadap caleg perempuan dari segala bentuk kekerasan saat kampanye,” pungkas Hindun.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Kaukus Perempuan Parlemen: Ruang Politik Penuh Diskriminasi Terhadap Perempuan

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2026 oleh

Tags: kaukus perempuan parlemenkppiPemilu 2024surat suara
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Lulusan farmasi PTS Jogja foto keluarga

Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

7 April 2026
Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO

Semakin Berat Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo: Sudah Margin Keuntungan Sangat Tipis Sekarang Terancam Makin Merana karena Kenaikan Harga

9 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
slow living, desa, warga desa.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.