Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Komentar Nylekit Kader PKS Salman Alfarisi dan Tifatul Sembiring kepada Yahya Staquf

Redaksi oleh Redaksi
18 Juni 2018
A A
yahya cholil staquf
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada banyak orang yang ikut berkomentar perihal kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel beberapa waktu yang lalu, banyak yang mendukung, pun tak sedikit yang mengecam.

Nah, di tingkatan partai, PKS dinilai menjadi partai terdepan yang cukup aktif dalam isu ini. Dalam beberapa hari terakhir, banyak kader PKS yang mengecam kunjungan Yahya Staquf ke Israel. Dari sekian kader PKS yang ikut berkomentar, sosok Salman Alfarisi dan Tifatul Sembiring agaknya menjadi dua sosok yang paling menyita perhatian.

Dua sosok ini sama-sama pejabat tinggi PKS di tingkat yang berbeda. Nama yang pertama adalah Ketua DPD PKS Kota Medan, sedangkan nama yang kedua merupakan Ketua Fraksi PKS di MPR RI yang juga dikenal sebagai mantan Menteri Kominfo.

Baik Salman maupun Tifatul sama-sama memberikan komentar yang nylekit terkait kunjungan Yahya Staquf ke Israel.

Melalui akun Facebooknya, Salman Alfarisi menulis status yang berbunyi:

“Tak Puas jadi Wantimpres di Istana Negara… Cecunguk itu Angkat Telor Cari Muka ke Israel.. Mau Merangkap Jadi Wantimpres Israel?”

Status tersebut tentu saja langsung memicu emosi banyak warga NU yang merasa kiainya direndahkan. Maklum, Yahya Staquf memang menjabat sebagai Rais Aam PBNU. Tangkapan layar status Salman Alfarisi menyebar dengan cepat dan viral.

Tal berselang lama, Salman pun segera menghapus statusnya dan meminta maaf atas status yang ditulisnya.

“Dengan kerendahan hati saya meminta maaf kepada: bapak Prof. Yahya Staquf, Warga nahdhiyyin dan DPP PKS atas postingan saya yang menampilkan kata-kata kurang pantas.

Kata-kata yang saya sampaikan sangat emosional dan itu karena menyangkut perjuangan rakyat Palestina yang selama ini kami perjuangkan di Indonesia.

Kemudian saya sampaikan bahwa postingan tersebut karena kekhilafan saya pribadi dan tidak ada kait-mengait dengan PKS dari tingkat pusat hingga ranting yang juga sedikit banyak berimbas kepada PKS selaku partai dakwah yang menjunjung tinggi nilai dakwah yang hikmah dan mauizhah hasanah,” tulis Salman.

Tak berbeda jauh dengan Salman, Tifatul Sembiring juga menuliskan status nylekit di media sosial terkait kunjungan Yahya Staquf ke Israel. Tifatul menuliskannya melalui akun Twitternya.

“Mas Yahya, boleh nanya nggak ?

1. Kunjungan ke Israel ini atas suruhan Presiden atau iso isoan jenengan dewe’ ae…

Iklan

2. Waktu ketemu Netanyahu sempet tanya nggak, mengapa Israel membantai 60 penduduk Ghaza pas 2 hari sebelum puasa. #MauTauBanget…” tulis Tifatul Sembiring melalui akun Twitternya.

Twit Tifatul tersebut kemudian dianggap tidak sopan, terlebih karena ditujukan untuk seorang kiai.

Ketika diperingatkan, Tifatul justru melontarkan jawaban yang cukup ndlogok, “Oh baru tahu saya, mas Yahya itu seorang Kiai. Kalau boleh tahu mengelola pesantren di mana ya…” kata Tifatul.

Balasan tersebut tentu saja membuat Tifatul semakin dibully habis-habisan.

Maklum, sebagai seorang mantan Menteri Kominfo, tentu wagu rasanya kalau sampai seorang Tifatul tidak tahu bahwa Yahya Staquf adalah seorang kiai.

Yah, mungkin memang begitu kualitas Mantan Menteri Kominfo yang terbiasa hidup dalam kultur dan lingkungan internet yang lambat.

yahya staquf

Terakhir diperbarui pada 19 Juni 2018 oleh

Tags: PKSTifatul Sembiringyahya staquf
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?
Video

Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?

20 Januari 2024
kasus kdrt mojok.co
Kotak Suara

Anggota DPR dari PKS Terseret Kasus KDRT, Sudah Mundur, Gimana Kelanjutan Kasusnya?

26 Mei 2023
khonsa taqiya caleg muda pks mojok.co
Podium

Khonsa Taqiya, Mahasiswa UNY yang Nyaleg lewat PKS: ‘Jika Politik Itu Kotor, Harus Dibersihkan, Bukan Ditinggalkan’

19 Mei 2023
pks diy mojok.co
Kotak Suara

PKS Daftarkan 55 Bacaleg ke KPU DIY, Usung Keterwakilan Perempuan

11 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026
Cuci baju di laundry konvensional bikin kapok MOJOK.CO

Cuci Baju di Laundry Konvensional Lama-lama bikin Kapok, Bikin “Boncos” karena Baju Rusak dan Hilang Satu Persatu

15 April 2026
Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals MOJOK.CO

Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals 

15 April 2026
kos eksklusif, jakarta, desa, kos.MOJOK.CO

Kabur dari Desa dan Memilih Tinggal di Kos Eksklusif Jakarta demi Ketenangan Batin, Malah Makin Kena Mental karena “Bahagia” di Kota Cuma Ilusi

15 April 2026
Purwokerto .MOJOK.CO

Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”

18 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.