Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ketika Ganjar Pranowo Dibully Karena Ingin Sediakan Taman Makam Pahlawan untuk Tenaga Medis Korban Corona

Redaksi oleh Redaksi
14 April 2020
A A
ganjar pranowo
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Rencana Ganjar Pranowo menyediakan Makam Taman Pahlawan untuk para dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang gugur ternyata tak selamanya bisa diterima dengan baik oleh semua pihak.

Niat yang baik tak selamanya bakal bisa diterima dengan baik pula. Kadang dengan penerimaan dari sudut pandang yang lain, niat yang baik justru bisa menjadi sangat menyakitkan dan bikin tersinggung.

Iklan

Itulah yang kiranya sedang dialami oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Niatnya yang ingin menyiapkan lahan Taman Makam Pahlawan jika ada tenaga medis yang gugur dalam penanganan virus Corona ternyata berbuah bully-an.

Tanggal 11 April 2020 kemarin, Ganjar memang sempat mengusulkan untuk menyiapkan lahan taman makam pahlawan untuk para dokter dan tenaga medis yang meninggal karena corona. Niat tersebut sebagai respons Ganjar terhadap insiden penolakan warga atas pemakaman jenazah salah seorang perawat RSUP dr Kariadi Semarang karena jenazah diketahui meninggal berstatus positif corona.

“Masa seorang pejuang yang sudah berjuang ditolak. Ini menyakitkan betul, iki natu ati,” kata Ganjar saat itu.

Ganjar pun lantas mulai mencari cara agar para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang meninggal saat bertugas melawan virus corona bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan sehingga tak perlu lagi ada penolakan. Niatnya tersebut tidak mulus-mulus amat, sebab ternyata ada banyak persyaratan bagi calon jenazah yang harus dipenuhi agar bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, salah satunya harus ada bintang jasa.

“Kemarin saya usulkan, mereka para dokter, perawat dan tenaga medis yang meninggal dalam perjuangannya melawan COVID-19 dapat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Ternyata itu administrasinya tidak mudah.”

Walau demikian, rencana Ganjar Pranowo tampaknya bakal bisa terealisasi, sebab banyak pihak yang mendukungnya.

“Tidak setuju dengan saya tidak apa-apa tapi perawat setuju, dokter dari Undip setuju, saya ditelpon pensiunan TNI setuju, saya komunikasi Menko PMK setuju, Sesmil setuju, bahkan saya diminta cepat kirimkan suratnya.”

Namun begitu, rencana Ganjar tersebut tak lantas nihil polemik. Beberapa tenaga kesehatan mengecam langkah Ganjar tersebut karena menjadi semacam pengaminan bahwa para petugas medis bakal meninggal.

“Ini sungguh menyakitkan. Kami ingin selamat pak @ganjarpranowo, tidak ada yang ingin dimakamkan di taman makam pahlawan. Tolong lindungi tenaga kesehatan secara maksimal, jangan dulu bicarakan di mana kami akan dimakamkan.” begitu kata dokter Berlian Idris melalui akun Twitternya.

Menurut Berlian Idris, lebih penting bagi pemerintah untuk menyediakan APD yang memenuhi standar ketimbang menyiapkan lahan Taman Makam Pahlawan.

Beberapa komentar nylekit pun mendarat di akun Twiternya Ganjar.

“Tentara disuruh bertempur bukan disiapkan senapan dan peluru malah disiapkan lahan kuburannya…ora bisa mikir ini sih.”

Iklan

“Mgkn niatnya baik, tp kok terasa minus etika, yak? Sy yg bukan dokter ngerasanya mlh ngenes…”

Yah, dalam kondisi yang serba sensitif seperti sekarang ini, memang susah membuat sebuah keputusan yang bakal diterima oleh semua pihak.

ganjar pranowo

Terakhir diperbarui pada 14 April 2020 oleh

Tags: coronaganjar pranowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ramai Debat Soal Tanah Milik Prabowo yang Luasnya Sekitar 100 Kali Kota Jogja MOJOK.CO
Kabar

Ramai Debat Soal Tanah Milik Prabowo yang Luasnya Sekitar 100 Kali Kota Jogja

7 Januari 2024
Ganjar Janji, Akan Seret Pejabat yang Korupsi ke Nusakambangan MOJOK.CO
Kabar

Ganjar Janji Akan Seret Pejabat yang Korupsi ke Nusakambangan

13 Desember 2023
Debat Capres 2024 11 Panelis dari UIN, UGM, dan Universitas Terkemuka Lainnya Siap Uji Ketangkasan Capres
Politik

Debat Capres 2024: 11 Panelis dari UIN, UGM, dan Universitas Terkemuka Lainnya Siap Uji Ketangkasan Capres

12 Desember 2023
ganjar pranowo cari suara di masterchef indonesia
Video

Netizen Sindir Ganjar Pranowo Saat Tampil di Masterchef Indonesia

5 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.