Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Satgas Pengendalian PMK IPB: Tingkat Kematian Ternak Rendah Jelang Idul Adha

Shinta Sigit Agustina oleh Shinta Sigit Agustina
16 Juni 2022
A A
pmk mojok.co

Sejumlah sapi berada di kandang. ANTARA/HO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketua Satgas Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) IPB Prof. Deni Noviana menyatakan bahwa tingkat kematian ternak akibat PMK kini hanya 1-5 persen. Dengan demikian, tingkat kesembuhannya mencapai 95 persen.

“Sebetulnya adanya morbiditas dan mortalitas (tingkat kematian). Morbiditas ini derajat penularan. Itu tinggi 100 persen. Tapi, kematiannya 1-5 persen. Artinya yang sisanya itu bisa sembuh,” paparnya dalam konferensi pers yang digelar di Kafe Taman Koleksi IPB, Kota Bogor pada Rabu (15/6).

Prof. Deni yang juga merupakan Dekan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB menjelaskan bahwa penyakit yang menyerang kekebalan tubuh hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, dan domba rata-rata dapat diatasi dengan memaksimalkan kondisi kesehatan hewan.

Hewan yang sudah memiliki kekebalan tubuh akibat PMK juga lebih aman dari serangan kembali virus tersebut. Oleh sebab itu, baik hewan yang sedang maupun belum diserang, harus dijaga kesehatannya.

Hingga Rabu (15/6) tercatat ada 170.018 hewan berkuku belah yang dilaporkan terserang PMK. Hewan-hewan ini tersebar di 18 provinsi yang terdiri dari 190 kota dan kabupaten. Data tersebut dihimpun oleh Siaga PMK Kementerian Pertanian (Kementan) dan terus diperbarui.

Dari data tersebut, lebih dari 46 ribu hewan sudah dinyatakan sembuh. Sebanyak 1.144 hewan yang terkena wabah PMK dipotong bersyarat, sedangkan 801 ekor lainnya mati. Kini, tersisa 121.524 hewan yang masih dalam tahap pengawasan.

Vaksinasi terus digalakkan oleh pihak-pihak terkait. Prof. Deni menyampaikan bahwa pengiriman vaksin dari luar negeri masih diupayakan demi mempercepat penanganan PMK.

“Mudah-mudahan tidak lama lagi kalau vaksinnya sudah datang dan segera (bisa) diatasi,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Satgas Pengendalian PMK IPB dibentuk oleh Institut Pertanian Bogor guna membantu menangani permasalahan PMK di wilayah Jabodetabek. Satgas ini terdiri atas 198 mahasiswa kedokteran hewan. Tujuannya untuk memastikan persiapan hewan kurban berupa sapi, kambing, dan domba menjelang Idul Adha 1443 H.

Penempatan Satgas Pengendalian PMK IPB di Jabodetabek akan diutamakan pada dua hari pertama Hari Raya Idul Adha. Meskipun demikian, tak menutup kemungkinan bisa ditempatkan di hari yang berbeda bila pelaksanaan pemotongan bukan pada dua hari terseut.

Para tenaga medis kesehatan hewan ini akan menyebar di berbagai rumah potong hewan (RPH) hingga masjid-masjid yang menjadi lokasi penyembelihan hewan kurban. Mereka ditugaskan untuk mengawasi hingga ikut dalam prosesi penyembelihan hewan kurban. Termasuk saat memeriksa kelayakan daging yang baru dipotong.

“Setelah itu, jika dipastikan ada yang kurang baik itu biasanya disampaikan ke pengurus DKM kemudian nanti harus dipisahkan. Kalau dagingnya yang baik tentu bisa didistribusikan,” jelas Prof Deni.

Penulis: Shinta Sigit Agustina
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA SMP Muhammadiyah Banguntapan Minta Maaf Soal Siswanya Dilarang Ikut UAS dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

 

Terakhir diperbarui pada 16 Juni 2022 oleh

Tags: hewan ternakIdul Adhaipbpemyakit mulut dan kukupmkqurban
Shinta Sigit Agustina

Shinta Sigit Agustina

Kontributor

Artikel Terkait

Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan MOJOK.CO
Mendalam

Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan

29 Januari 2026
Lulusan IPB kerja sepabrik dengan teman-teman lulusan SMA, saat mahasiswa sombong kinin merasa terhina MOJOK.CO
Kampus

Lulusan IPB Sombong bakal Sukses, Berujung Terhina karena Kerja di Pabrik bareng Teman SMA yang Tak Kuliah

17 Desember 2025
Sisi gelap kurban (Idul Adha) di desa. Orang miskin nelangsa, tapi orang kaya pesta daging MOJOK.CO
Ragam

Ironi Kurban di Desa: Saling Jegal demi Raup Keuntungan, Orang Miskin Tak Kebagian Daging sementara Orang Mampu Berpesta

6 Juni 2025
Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB), Rico Juni Artanto. MOJOK.CO
Kampus

Kedermawanan Alumni IPB bikin Asrama Gratis untuk Mahasiswa Kurang Mampu

16 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Naik pesawat Super Air Jet untuk mudik Lebaran ke Jogja

Terpaksa Naik Super Air Jet karena Tiket Murah, tapi Malah Dibikin “Plonga-plongo” karena Kelakuan Sok Asik Awak Kabin

1 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon” MOJOK.CO

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.