Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jadi Berapa Jumlah Orang yang Ikut Reuni Akbar 212 di Monas Kemarin?

Redaksi oleh Redaksi
3 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Aksi reuni akbar alumni 212 yang digelar di pelataran dan ruas jalan di sekitar Monas pada Minggu, 2 Desember lalu diwarnai dengan berbagai klaim tentang jumlah peserta yang hadir.

Ini tak jauh berbeda dengan aksi bela islam 212 yang digelar pada tanggal yang sama dua tahun lalu. Kala itu, panitia mengklaim bahwa aksi tersebut dihadiri oleh sekitar 7 juta orang. Jumlah yang oleh banyak orang kemudian menjadi bahan guyonan dan candaan karena dianggap terlalu bombastis dan mengada-ada.

Nah, aksi reuni akbar 212 kemarin juga sama. Ia diwarnai dengan klaim tentang jumlah peserta yang hadir.

Ketua Media Center Reuni 212, Novel Bamukmin, memperkirakan bahwa jumlah peserta yang hadir di acara reuni akbar 212 antara 3-4 juta orang.

Klaim lebih dahsyat datang dari Ketua Panitia Reuni Akbar Mujahid 212 Bernard Abdul Jabar. Ia menyebut jumlah peserta yang hadir memenuhi monas dan jalanan sekitarnya mencapai 8 juta orang.

“Kami dari panitia reuni, kenapa alumni diganti mujahid seperti arahan Habib Rizieq Shihab. Hari ini karena mereka mujahid, yang hadir hampir 8 juta . Ujungnya sudah sampai Cempaka Putih, sampai Gunung Sahari. Mereka tidak bisa masuk hari ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, panitia memang mengganti sebutan alumni menjadi mujahid karena panitia berharap yang datang dalam aksi di Monas kemarin bukan hanya mereka yang pernah ikut aksi 212 sebelumnya.

Klaim 8 juta orang ini dianggap terlalu mengada-ada. Sebagai perbandingan saja, jumlah penduduk total DKI Jakarta menurut BPS saja mencapai 10 juta. Itu artinya, jika yang hadir dalam reuni akbar kemarin benar-benar 8 juta, maka ia hampir setara dengan total keseluruhan jumlah penduduk Jakarta.

Sementara itu, peneliti serta dosen ilmu politik dan keamanan Universitas Padjadjaran, Bandung, Dr Muradi, memperkirakan jumlah yang hadir dalam reuni akbar kemarin tak lebih dari 700 ribu orang.

“Katakanlah orang yang berdiri, duduk, dan sebagainya, dibagi jumlah square luas tanah yang diduduki. Kalau penuh saja Monas itu berdiri sampai ke rumput-rumputnya, maka totalnya sekitar 700-800 ribuan orang. Tapi kan itu nggak sampai penuh kan, tapi meluber ke Patung Kuda. Patung Kuda kalau dikalkulasi, total keseluruhan tidak lebih dari 700 ribuan,” terang Dr Muradi.

Hitungan dari pihak kepolisian malah jauh lebih kecil lagi. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan bahwa jumlah peserta yang hadir dalam reuni akbar 212 kemarin adalah sekitar 40 ribu orang.

“Cuma 40 ribu orang,” ujar Dedi Prasetyo. “Mereka targetnya segitu (delapan juta orang). Namun, kenyataannya di lapangan tidak sampai satu per sepuluhnya,” tambahnya.

Yah, biarlah perbedaan itu tetap ada. Semata sebagu bukti, bahwa rakyat kita memang beraneka ragam. Berbeda suku, bahasa, agama, dan hitungan peserta reuni akbar dua satu dua.

Terakhir diperbarui pada 4 Desember 2018 oleh

Tags: monasreuni akbar 212
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Fakta Seputar Pengusungan Anies Baswedan Jadi Capres Mojok.co
Esai

3 Hal yang Dilanggar Anies Baswedan soal Larangan Iklan Rokok di Jakarta

26 September 2021
Kilas

Izin dari Kepolisian dan Pengelola Monas Tak Turun, Reuni 212 Tahun Ini Terpaksa Ditunda

18 November 2020
anies baswedan faizal assegaf kritik DKI Jakarta MOJOK.CO
Pojokan

Kritik Untuk Anies Baswedan Dibawa ke Ranah Agama Itu Goblok Banget

19 Februari 2020
Revitalisasi Monas Tanpa Izin Anies Baswedan Memang Beautiful
Esai

Revitalisasi Monas Tanpa Izin ala Anies Baswedan Memang Beautiful

31 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pocong Itu Cuma Hantu Kemarin Sore di Jagad Demit Indonesia, tapi Mengapa Ia Paling Menyeramkan.MOJOK.CO

Pocong Itu Cuma Hantu Kemarin Sore di Jagad Demit Indonesia, tapi Mengapa Ia Paling Menyeramkan?

25 Mei 2026
Arca Unfinished Buddha yang ada di Candi Borobudur. MOJOK.CO

Ketika Patung “Cacat” Buddha di Lapangan Kenari Borobudur Justru Jadi Pusat Spiritual dan Magnet Doa Saat Waisak

27 Mei 2026
In this economy, melarisi pedagang lansia yang lapaknya sepi tidak bikin kita rugi MOJOK.CO

Melarisi Pedagang Lansia Sepi Pembeli meski Tak Selera: Harga Recehan Tak bikin Saya Rugi tapi Bagi Mereka Sangat Berarti

21 Mei 2026
Jawa Tengah terima berbagai penghargaan pendidikan dari Mendikdasmen, Gubernur Ahmad Luthfi tegaskan pendidikan adalah syarat mutlak meningkat SDM MOJOK.CO

Kualitas Pendidikan Jawa Tengah “Diakui”: Ubah Pola Pikir Lulus SMP Langsung Kerja hingga Sekolah Gratis untuk Warga Miskin

26 Mei 2026
Job Hugging: Upaya Pegawai Merusak Perusahaan Toxic. MOJOK.CO

Bahaya Laten Pegawai Job Hugging: Kelihatannya Nurut dan Setia, padahal Menghancurkan Produktivitas di Tempat Kerja

21 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Remy Sylado Menelanjangi Toxic Masculinity melalui Trabar Batalla: Saat Kekerasan Jadi Ajang Pamer Kejantanan

25 Mei 2026

Video Terbaru

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

14 Mei 2026
Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.