Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

9 Fakta Pieter Lennon, John Lennon yang Ngamen di Jalan Kaliurang

Shinta Sigit Agustina oleh Shinta Sigit Agustina
22 Juni 2022
A A
Pieter Lennon

Pieter Lennon. (Dok:Gusti Aditya/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Nama Pieter Lennon terdengar tak asing bagi sebagian warga Jogja, terutama jika kerap melintasi Jalan Kaliurang alias Jakal. Di balik sosoknya yang nyentrik, pria 67 tahun pemilik nama asli Pieter Budi Yatmo ini ternyata menyimpan banyak cerita menarik lainnya.

Kepala Suku Mojok, Puthut EA ngobrol dengan Pieter Lennon di PutCast Mojok. Dari obrolan itu setidaknya ada 9 fakta unik tentang Pieter Lennon.

Iklan

Penampilan khas John Lennon

Dari kejauhan, siapa saja akan dengan mudah mengenali Pieter Lennon. Potongan rambut model mangkuk yang popular di era keemasan The Beatles, kacamata hitam bundar, serta kaos atau kemeja yang dimasukkan dalam celana jeans. Tak lupa, gitar yang tak luput dari genggaman tersambung dengan harmonika yang jadi ciri khasnya.

Pemilik indekos di Terban

Terlahir sebagai anak tunggal dengan nama Pieter Budi Yatmo, Pieter kecil terbilang beruntung hidup dalam keluarga berkecukupan. Ayahnya bekerja sebagai pegawai negeri. Keluarga Pieter pun memiliki bisnis sampingan berupa indekos atau kos-kosan di daerah Terban.

Kawasan Terban merupakan daerah yang cukup ramai karena berada di pusat kota dan dekat dengan berbagai sekolah hingga universitas.

Diam-diam belajar gitar otodidak

Pieter Lennon mengawali karir musiknya dengan gitar pinjaman. Ia mulai belajar gitar saat masih duduk di bangku SMP. Itu pun harus dilakukan sembunyi-sembunyi karena orang tuanya tak sepakat dengan pilihan anaknya.

Punya banyak teman ‘Menteri’

Pieter bersekolah di SD BOPKRI Gondolayu. Kemudian ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 5 Yogyakarta yang terbilang sekolah terfavorit di Jogja. Ia bercerita walau dirinya tak melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 3 Yogyakarta, namun ia banyak memiliki teman di sana yang merupakan teman-teman SMP-nya.

“Dari SMP Negeri 5 yang jadi menteri-menteri masuknya di Padmanaba,” kelakarnya.

Terapkan ilmu ekonomi saat kuliah untuk mengamen

Pieter pun pernah mengenyam pendidikan tinggi di universitas negeri, tepatnya UPN Veteran Yogyakarta. Ia mengambil Fakultas Ekonomi dan terus menjalani perkuliahannya hingga tahun ketiga. Setelahnya, Pieter memilih mendalami minatnya di bidang musik. Namun, ilmu-ilmu ekonomi masih ia terapkan saat mengamen.

Pieter yang dahulu pergi dari rumah ke rumah untuk mengamen, lantas mengganti strategi dengan menyambangi rumah makan. Baginya, cara ini lebih ramah daripada mengganggu privasi orang di rumahnya. Selain itu, dengan berpindah-pindah lokasi, ia bisa mendapatkan lebih banyak uang daripada menunggu orang selesai makan yang bisa setengah jam sendiri.

Cover lagu dengan harmonika

Jika pengamen lain menggunakan suara sebagai daya tarik, maka Pieter cukup dengan harmonika. Alunan alat musik tiup tersebut berpadu dengan irama gitar yang dibawanya, mampu menyihir para pengunjung rumah makan sepanjang Jakal.

“Kita harus punya ciri khas tersendiri,” ujarnya bangga. Salah satu ciri khasnya yang lain, ia akan menyebutkan judul lagu yang dinyayikan. Ia percaya tidak semua orang tahu judul lagu Beatles.

Meskipun demikian, Pieter menjelaskan bahwa apa yang dia lakukan tetap diterima di komunitas fans The Beatles. Tidak ada masalah menyanyikannya langsung atau dengan harmonika seperti dirinya.

Puluhan tahun mengamen tapi tidak pernah sakit

Pieter bercerita bahwa banyak teman dan keluarganya yang khawatir akan kesehatannya. Terlebih, ia sudah tak lagi muda. Puluhan tahun sudah ia dedikasikan waktunya untuk bernyanyi di jalanan.

Iklan

Setahun yang lalu, Pieter Lennon dilarikan ke rumah sakit. Dokter khawatir pria 65 tahun ini menderita stroke. Seumur hidup, itulah kali pertama Pieter harus medical check up untuk mencari tahu riwayat kesehatannya. Ajaibnya, Pieter sama sekali tidak menderita penyakit apapun hingga kini.

Alasan piling ngamen di Jalan Kaliurang

Alasan Pieter Lennon memilih Jalan Kaliurang sebagai ‘kantor’ untuk mengamen karena dekat dengan UGM. Lainnya, tidak ada alasan khusus. Ia tidak mau mengamen di Malioboro, karena setiap orang punya tempatnya masing-masing. Ia merasa cocok, di Jalan Kaliurang.

Tak hanya dengarkan The Beatles

Meski merupakan fans berat dari band legendaris Inggris tersebut, Pieter Lennon mengaku tetap mendengarkan musik lainnya. Sebelum tidur, ia biasanya menyempatkan diri menghibur diri dengan alunan musik favoritnya, salah satunya Rolling Stones.

Tadi merupakan 9 fakta tentang Pieter Lennon, namun ada banyak kisah lainnya yang diceritakan Pieter Lennon dalam PutCast Mojok. Selengkapnya silakan bisa disaksikan di sini:

Penulis: Shinta Sigit Agustina
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA JJ Rizal Serahkan Petisi MH Thamrin Jadi Nama Pengganti JIS ke Anies dan kabar terbaru lainnya di rubrik KILAS

Terakhir diperbarui pada 25 Juni 2022 oleh

Tags: jalan kaliurangJohn Lnnonngamenpieter lennon
Shinta Sigit Agustina

Shinta Sigit Agustina

Kontributor

Artikel Terkait

Dari Indomaret Point Jakal km 9, menguak fakta orang-orang yang merasa iri hati pada standar orang lain MOJOK.CO
Ragam

Duduk di Kursi Indomaret Ternyata Juga bikin Orang Makin Nelangsa dan Iri Hati karena Standar Orang Lain

11 November 2025
Jalan Kaliurang, Jalan Paling Tidak Ramah Pejalan Kaki Mojok.cp
Pojokan

Jalan Kaliurang, Jalan Paling Tidak Ramah Pejalan Kaki 

4 Oktober 2025
Cangkringan, Kecamatan Paling Cantik di Sleman (Foto oleh Mohammad Sadam Husaen)
Pojokan

Ketika Klub Sepeda Bahagia Cycling Comedy Membelah Cangkringan Sleman, Kecamatan Paling Cantik yang Membuat Kecamatan Lain Minder

10 Juli 2025
Jogja Sejuk dan Rindang Seperti Sleman Hanya Impian Palsu MOJOK.CO
Esai

Mengidamkan Semua Ruas Jalan Penting di Jogja Sejuk dan Rindang Seperti Padukuhan Pangukan Sleman

7 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.