Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Es Teh Indonesia Viral, Berapa Konsumsi Gula yang Ideal?

Kenia Intan oleh Kenia Intan
26 September 2022
A A
cukai minuman berpemanis mojok.co

Ilustrasi konsumsi gula tak terkontrol. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Viralnya kasus Es Teh Indonesia mendorong masyarakat mencermati kembali konsumsi gula secara harian. Tumbuhnya kesadaran akan konsumsi gula merupakan hal baik, mengingat berbagai penyakit bisa timbul dari asupan gula yang tak terkontrol. 

Organisasi masyarakat sipil Center for Indonesia’s Strategic Development Initiative (CISDI) menyebut, pada Agustus 2022 peningkatan konsumsi Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) meningkat hingga 15 kali lipat selama dua dekade. Peningkatan itu juga disertai dengan naiknya tren kasus obesitas atau kelebihan berat badan serta penyakit diabetes. 

Mengutip Alodokter, konsumsi gula untuk orang dewasa tidak lebih dari 30 gram atau setara 7 sendok teh per hari. Sementara untuk anak-anak usia 7-10 tahun tidak lebih dari 24 gram atau 6 sendok teh per hari. Untuk anak-anak usia 2-6 tahun tidak lebih dari 19 gram atau setara 4 sendok teh per hari. 

Lalu, melansir dari Antara, konsumsi gula harian yang aman sekitar empat sendok makan per hari atau setara 50 gram atau 10 persen dari total energi. Anjuran itu dimuat dalam Permenkes Nomor 30 Tahun 2013. Aturan itu juga memuat tentang kewajiban pencantuman informasi kandungan gula, garam dan lemak serta pesan kesehatan pada pangan siap saji dan pangan olahan. 

Pencantuman informasi kandungan gula dalam suatu produk penting dan perlu supaya konsumen bisa menghitung konsumsi gulanya dalam sehari. Hal ini juga menjadi banyak pertanyaan sekaligus kritik netizen tentang berapa banyak kandungan gula dalam produk-produk Es Teh Indonesia. 

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI Rita Endang menjelaskan, pengawasan terhadap pemberian informasi kandungan gula bukan berada dalam wilayahnya. Pemberian informasi kandungan gula dan peran kesehatan pangan siap saji dilakukan oleh Dinkes Provinsi, Dinkes Kabupaten ataupun Kota.  

“Silakan tanyakan kepada Dinas kesehatan,” seperti dikutip dari detik.com, Senin (26/9/2022).

Certified Nutrition and Wellness Consultant Nutrifood Moch Aldis Ruslialdi mengatakan, jumlah makanan dan minuman bisa mengandung dua hingga tiga sendok makan gula. Adapun gula merah, gula batu, dan gula putih mengandung kandungan yang hampir sama. 

Ia mencontohkan, per satu sendok teh gula pasir mengandung kalori hingga 16 kkal. Tidak jauh berbeda dengan gula coklat yang mengandung 15 kkal. Sementara gula batu memiliki kalori setara 23 kkal setiap satu sendok teh. Jenis gula lainnya, gula halus, icing sugar, dan gula jawa sama-sama mengandung 10 kkal per satu sendok teh. 

Oleh karenanya, perlu bagi masyarakat untuk mengetahui dan mengukur banyaknya gula yang dikonsumsi per harinya sehingga mereka bisa mengatur. Salah satu caranya, dengan mengganti konsumsi minuman manis dengan minuman rendah gula seperti teh tawar. Cara lain, menukar camilan kue ke buah, atau menyiapkan botol berisi air minum.

Selain itu memperhitungkan asupan gula ke tubuh, konsumsi gula juga  perlu diimbangi dengan berolahraga. Ia menyarankan untuk setidaknya berlari 30 menit, ditambah berjalan 180 menit dan berenang selama 52 menit dalam satu hari. 

Sumber: Alodokter, Antara, Detik
Penulis: Kenia Intan

BACA JUGA Es Teh Indonesia Jadi Trending karena Somasi Pelanggan, Ini Kasusnya

Terakhir diperbarui pada 26 September 2022 oleh

Tags: diabeteses teh indonesiagulakonsumsi gula
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO
Eksplor

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Hadiah sepatu mahal merek Adidas untuk ibu dari gaji UMR Jogja. MOJOK.CO
Ragam

Tak Tega Lihat Ibu Sakit-sakitan, Akhirnya Belikan Sepatu Mahal dari Hasil Gaji UMR Jogja agar Ibu Lekas Sembuh

19 November 2025
minuman kemasan bergula tinggi di indomaret dan alfamart ladang diabetes.MOJOK.CO
Kabar

Bahaya Gula Minuman Kemasan di Indomaret hingga Alfamart yang Semakin Mengkhawatirkan

9 September 2024
Pabrik Gula Beran MOJOK.CO
Sosial

Menelusuri Pabrik Gula Beran yang Kini Jadi Tempat Cetak KTP Warga Sleman

24 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.