Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Persentase Kemiskinan DIY Tertinggi Sudah Tahunan, Ekonom Curiga Dipolitisasi

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
24 Januari 2023
A A
Persentase Kemiskinan DIY Tertinggi Sudah Tahunan, Ekonom Curiga Dipolitisasi

Suasana di Pasar Beringharjo pada Minggu 18 Desember 2022. (Agung P/Mojok.Co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO– Ekonom DIY, Edy Suandi Hamid menyatakan, stempel DIY sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi sebenarnya sudah terjadi bertahun-tahun lamanya. Ia curiga ada politisasi soal tingkat kemiskinan ini.

“Stempel Jogja persentase kemiskinan tingginya kan sudah puluhan tahun. Kok sekarang ramai, khawatir saya dipolitisasi, saya sebagai ekonom tahu,” ujar Edy di Yogyakarta, Senin (23/01/2023).

Berdasarkan data BPS, jumlah warga miskin di DIY mencapai 463.630 jiwa atau 11,494 persen. Angka tersebut dari hitungan quarter per quarter atau tiga bulan. Pada Maret 2022, angka penduduk miskin di DIY sebesar 11,34 persen atau sebanyak 454,76 ribu orang. Angka ini naik menjadi 11,49 persen atau ada sebanyak 463,63 ribu orang pada tahun ini.

Menurut mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) tersebut, adanya data tersebut tidak lantas menjadikan DIY sebagai provinsi termiskin di Jawa. Namun, provinsi ini memiliki jumlah penduduk miskin tertinggi.

Sebab indikator kemiskinan seharusnya juga berasal dari hitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terdiri dari usia harapan hidup, angka kebahagiaan, angka harapan rata-rata lama sekolah, dan indeks kesejahteraan. Pada 2022 lalu, IPM DIY mencapai 80,64 persen atau nomor dua setelah DKI Jakarta di Indonesia

“Itu data statistik, jadi itu persentase penduduk miskinnya terbanyak, jadi bukan provinsi termiskin (di Jawa). Pendapatan per kapitanya pun menunjukkan ada kenaikan. Jadi ini adalah masalah ukuran, tapi, apapun itu ukuran data BPS. Kita harus berjuang menurunkan angka kemiskinan itu,” tandasnya.

Anggota Parampara Praja atau Dewan Pertimbangan Pemda DIY itu berharap, daripada mempersoalkan predikat miskin, melakukan upaya pengentasan kemiskinan lebih mendesak. Karena, masalah tingginya persentase warga miskin di kota ini sudah bertahun-tahun tanpa solusi untuk menyelesaikannya.

Semua pihak harus menguatkan kerjasama untuk menurunkan persentase jumlah warga miskin di DIY. Berbagai upaya yang terukur dan terstruktur dari masing-masing kabupaten harus dilakukan untuk mengatasi kemiskinan.

Penting peran perguruan tinggi

Namun, persoalan itu tidak bisa diserahkan pada penduduk miskin sendiri atau pun pemerintah saja karena jadi tanggungjawab bersama. Sangat perlu, peran serta perguruan tinggi (PT) untuk terjun mendampingi desa-desa dan penduduk miskin.

“Kan tidak banyak, hanya setengah juta (penduduk miskin DIY). Masak puluhan tahun tidak hilang (kemiskinan),” ungkapnya.

Butuf penanganan yang fokut untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul yang tingkat kemiskinannya tertinggi dari lima kabupaten/kota di DIY. “Perguruan tinggi punya peran besar. Salah satunya lewat Kuliah Kerja Nyata,” lanjut Rektor Universitas Widya Mataram tersebut.

Kampus bisa mendampingi, mendukung, dan mengedukasi masyarakat miskin. Hal itu penting karena sebenarnya dana bantuan pengentasan kemiskinan bagi warga miskin dari pemerintah cukup banyak. Namun, masih sulit mengatasi persoalan kemiskinan di level masyarakat

“Perlu kita kaji kenapa masalah kemiskinan masih saja ada. Mari kita pecahkan dan apakah masyarakat justru manja karena mau mendapatkan (bantuan) terus, ini kan masih dugaan. Perlu kajian, kami ajak kampus untuk mari sama-sama memecahkan kemiskinan di DIY supaya stempel penduduk miskin di DIY tidak ada lagi,” paparnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Miskin tapi Hidup Bahagia, Pemda DIY dan Masyarakat Jangan Terlena dan artikel menarik lainnya di rubrik Kilas. 

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2023 oleh

Tags: DIYEdy Suandi HamidJogjakemiskinan DIYmiskin
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO
Esai

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO
Eksplor

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama
Pojokan

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Memori 20 tahun gempa Jogja di SMAN 1 Kalasan: tak ingin wariskan trauma dan ketakutan MOJOK.CO
Eksplor

Memori 20 Tahun Gempa Jogja di Kalasan: Rumah Ambrol hingga Jeritan di Jalanan, Trauma yang Tak Ingin Diwariskan ke Generasi Sekarang

23 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Sejumlah titik ruas jalan rusak di Jawa Tengah (Jateng) dapat perbaikan di 2026 MOJOK.CO

Jalan Rusak di Jawa Tengah Dapat Perbaikan di 2026: Rusak Berat Diprioritaskan, Pengerjaan Dilarang Asal-asalan

5 Juni 2026
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.