Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Mengenang PO Flores, Cikal Bakal Eka dan Mira yang Kena Tragedi Nahas di Solo

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
10 Juni 2023
A A
po flores pendahulu po eka mira mojok.co

PO Flores (IG @agendasolo)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – PO Flores pernah berjaya pada masa silam. Namun sebuah tragedi kelam pernah menimpa pendahulu PO Eka dan Mira ini. Sebuah peristiwa yang terjadi di Solo pada 1981 silam.

Saat ini, kita biasa melihat bus-bus dari PT Eka Mira Prima Sentosa melaju cepat di jalanan pulau Jawa. Perusahaan yang memiliki garasi di Jalan Raya Gilang No 10, Sidoarjo ini terbilang cukup besar karena memiliki sekitar 300 bus dan 800 awak.

Ratusan bus tersebut mengaspal di sejumlah rute seperti Surabaya-Jogja, Surabaya-Magelang, Surabaya-Semarang, Surabaya-Purwokerto, Surabaya-Cilacap, hingga Surabaya-Wonosobo. Orang mengenal PO Eka dan Mira sebagai bus cepat dan tepat waktu.

Tapi tahukah Anda, Kemunculan kedua PO itu bermula dari sebuah toko kain bernama Flores di Mojokerto. Pemilik toko tersebut yang bernama Fendi, dan pada 1971 mendirikan usaha transportasi dengan nama yang sama.

PO Flores hadir dengan trayek pertama Surabaya-Solo PP. Awalnya PO Flores menggunakan armada Hyno BP dan Mercedez Benz LP 9-11. Flores berkembang pesat dan mendapat predikat sebagai bus yang berlari kencang di jalanan.

Selain mendirikan PO Flores, Fendi juga mendirikan PO Surya Agung dengan rute Antar Kota dalam Provinsi (AKDP) dari Surabaya-Malang-Ponorogo. PO Surya Agung juga terkenal dengan fasilitasnya yang nyaman.

Kejayaan PO Flores terus berkembang. Sampai akhirnya sebuah tragedi terjadi pada 1981. Predikatnya sebagai bus cepat, terbukti menjadi ugal-ugalan setelah terjadi insiden di sekitar Purwosari, Solo.

Tragedi PO Flores di Solo dan kelahiran EKA-Mira

Saat itu, bus PO Flores sedang membawa rombongan study tour sebuah SMP dari Jombang yang hendak menuju Solo. Namun akibat kelalaian, bus tertabrak kereta api di perlintasan kereta di Solo.

Kecelakaan itu menyebabkan banyak korban jiwa berjatuhan. Perusahaan ini pun terkena sanksi dari Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) Pusat. Salah satu sanksinya yakni larangan melayani trayek menuju Jawa Tengah.

Kondisi itu membuat perusahaan milik Fendi mengalami masa-masa sulit selama beberapa tahun. Situasi itu membuatnya meluncurkan PO baru yakni Eka-Mira.

PO Eka dan Mira kemudian berkembang melanjutkan warisan Flores yang namanya sudah redup. Keduanya juga mengambil ceruk pasar yang berbeda.

Eka lebih mengambil pasar kelas Patas (Cepat dan Terbatas). Sementara Mira bertahan di kelas ekonomi atau saat ini akrab dengan sebutan AC Tarif Biasa (ATB).

Saat ini, kedua bus tersebut masih dikenal dengan kecepatannya dalam melaju. Namun, melansir dari YouTube Bus Eka Patas, PT Eka Mira berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menerapkan manajemen krisis bagi setiap awak.

“PT Eka Mira Prima Sentosa memiliki komitmen yang tinggi untuk melaksanakan sistem manejemen kesalamatan, tepat waktu, kompetitif, dan pelayanan angkutan yang nyaman dalam menjalankan operasional perusahaan,” jelas unggahan tersebut.

Iklan

Penulis: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA PO Sumber Alam, Pionir Bus di Jateng yang Eksis Sejak 1970-an

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2023 oleh

Tags: bus akappo buspo flores
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO
Ragam

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Bus luragung jaya.MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Naik Bus Malam: Laptop Berisi Skripsi Digondol Maling, Ganti Rugi Tak Seberapa tapi Mimpi Jadi Sarjana Harus Tertunda

19 Juli 2025
bus teguh purwokerto wonosobo.MOJOK.CO
Ragam

Uji Nyali Bersama PO Bus Teguh Jalur Purwokerto Wonosobo, Bikin Pemotor Panik Sampai Tabrak Gerobak

16 Maret 2024
Mendahului Purwo Widodo, Bus Tuyul Andalan Penglaju Jogja-Kulonprogo Lebih Dulu Almarhum Meski Tak Punya Saingan.mojok.co
Catatan

Mendahului Purwo Widodo, Bus Tuyul Andalan Penglaju Jogja-Kulonprogo Lebih Dulu Almarhum Meski Tak Punya Saingan

11 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban

8 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.