Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

KA Babaranjang: Sering Bikin Kesal Warga Lampung tapi Disayang PT KAI

Ardhias Nauvaly Azzuhry oleh Ardhias Nauvaly Azzuhry
17 Juli 2023
A A
KA Babaranjang mojok.co

KA Babaranjang (kai.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lupakan sejenak pembukaan Light Rapid Transit (LRT) Jabodetabek. Kesampingkan dahulu polemik Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Mari kita mengingat salah satu rangkaian kereta paling bombastis di Indonesia karena ukuran, profit, dan masalahnya: KA Babaranjang.

Babaranjang merupakan akronim dari Batubara Rangkaian Panjang. Sesuai namanya, kereta ini betulan panjang! Rangkaiannya berupa enam puluh gerbong dan tiga lokomotif penarik yang panjang keseluruhannya bisa mencapai 800 meter. Tugasnya mengangkut batubara dari Stasiun Muara Enim Sumatera Selatan, lewat Kota Bandar Lampung, menuju Stasiun Tarahan Lampung Selatan.

Bandingkan dengan KA Kertajaya, sepur penumpang terpanjang yang melayani rute Pasar Senen Jakarta-Pasar Turi Surabaya, yang “hanya” 350 meter; tidak sampai setengah dari panjang KA Babaranjang. Namun, ukuran gigantik ini berhasil mendatangkan profit raksasa pula bagi PT KAI.

Kereta api yang banyak membawa keuntungan bagi PT KAI

Sebelum mulai beroperasi pada 1986, PT KAI telah meriset prospek KA Babaranjang terlebih dahulu lima tahun sebelumnya. Perkiraannya proyek KA Babaranjang akan menelan biaya USD220 juta. Modalnya berasal dari pinjaman luar negeri dengan prospek pendapatan menyentuh 1 Milyar Rupiah. Kurs dollar saat itu masih di kisaran 1.000 Rupiah per Dollar. Prediksinya hutang itu bisa lunas dalam hitungan 10-15 tahun.

Benar saja, puluhan tahun beroperasi, sepur ini banyak jasanya. Dia berperan dalam menerangi Pulau Jawa sebab batu bara yang kereta ini angkut dari tambang dari Tanjung Enim menuju ke PLTU Suralaya di Merak–pembangkit listrik utama di pulau paling banyak penduduk sedunia ini.

Selain itu, KA Babaranjang juga menjadi lini bisnis tumpuan PT. KAI, terutama pada masa pandemi. Ketika lini bisnis penumpang sedang loyo–labanya pernah turun hingga 75%, KA Babaranjang seperti tidak terpengaruh dengan tetap mencatat keuntungan yang stabil.

Bahkan, tahun-tahun setelahnya, KA Babaranjang terus meningkat volume angkutannya. Pada 2022, KA Babaranjang mengalami kenaikan volume angkut 18% dan mencakup 77% dari seluruh angkutan.

Meski KA Babaranjang berdampak ekonomis besar bagi PT. KAI, kereta macam ular panjang ini kerap meresahkan warga Kota Bandar Lampung. Masalahnya terus ada, mulai dari macet hingga maut.

Sering bikin macet dan jadi penyebab kecelakaan

Pada 2016, Kota Bandar Lampung ramai isu KA Babaranjang. Musababnya, Andi Surya, Anggota DPD RI Dapil Lampung mengecam masuknya rangkaian tersebut ke kota.

“Tidak boleh lagi ada Babaranjang yang melintas di kota kami. Titik,” tegasnya saat media mewawancarainya di lingkungan DPRD Lampung melansir dari Jejamo.com.

Memang, KA Babaranjang nyaris selalu menimbulkan kemacetan saat melintas sebab beberapa lintasan kereta di Lampung belum ada underpass atau flyover. Terlebih, jalur yang dilintasi pun ramai. Iqbal (23), warga Koga yang saban hari melintasi jalur kereta api, membenarkan hal tersebut.

Berdasarkan perkiraannya, Babaranjang yang melintas butuh waktu lima menit. “Kalau ditambah macetnya, bisa sampai lima belas menit. Apalagi saat waktu mau buka puasa Ramadhan atau berangkat dan pulang kerja,” tuturnya.

Lebih apes lagi, sambung Iqbal, kalau keretanya berhenti. Bisa lebih lama lagi. “Ada lagi yang lebih sial: sudah buru-buru, nerobos palang, eh babaranjangnya cuma kepala, gak sama gerbong,” tulisnya kepada Mojok via WhatsApp.

Baca halaman selanjutnya.

Iklan

Selain macet, beberapa kali juga KA Babaranjang terlibat kecelakaan…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2023 oleh

Tags: KA Babaranjangkereta apiLampungPT KAI
Ardhias Nauvaly Azzuhry

Ardhias Nauvaly Azzuhry

Magang Mojok

Artikel Terkait

Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO
Urban

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran
Sehari-hari

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO
Sehari-hari

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO
Urban

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

17 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.