Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Bayar Pakai QRIS, Patuhi supaya Kalian Nggak Jadi Musuh Bersama

Kenia Intan oleh Kenia Intan
13 Oktober 2025
A A
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Bayar Pakai QRIS, Perhatikan agar Kalian Nggak Jadi Musuh Bersama Mojok.co

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Bayar Pakai QRIS, Perhatikan agar Kalian Nggak Jadi Musuh Bersama (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pembayaran QRIS memang memudahkan. Tidak terbatas pada uang fisik yang ada ada di dompet, transaksi bisa dilakukan selama ada saldo di rekening. Pantas saja kalau pembayaran digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia ini banyak penggunanya.

Tercatat, hingga Semester I 2025, QRIS sudah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant. Adapun total transaksinya sudah menyentuh Rp579 triliun. Angka-angka ini terus bertumbuh dari tahun-tahun sebelumnya. 

Akan tetapi, seiring dengan penerapan teknologi baru, persoalan baru pun muncul. Bukan masalah yang besar memang, tapi bikin kesal juga kalau terjadi terus-menerus. Persoalan ini berkaitan dengan tabiat pengguna QRIS yang bikin jengkel saja, sebutlah mereka dengan pengguna QRIS yang tidak peka. 

Sedihnya lagi, mereka ini jumlahnya banyak dan dapat kalian temui dengan mudah. Coba saja ke Indomaret terdekat, pom bensin, atau tempat-tempat lain yang menyediakan pembayaran QRIS. Di sana kalian akan menemukan setidaknya satu pengguna QRIS nggak peka dari banyaknya orang yang antre.

Karena sudah merasakan kekesalan ini berkali-kali, saya jadi ingin menuliskan aturan-aturan tidak tertulis ketika membayar menggunakan QRIS. Memang tidak ada hukuman atau sanksi kalau aturan tidak tertulis ini dilanggar. Tapi, sebaiknya, kalian menurutinya kalau tidak ingin jadi musuh bersama dalam sebuah antrean pembayaran. 

#1 Periksa koneksi internet kalian

Pembayaran QRIS memerlukan koneksi internet agar transaksi bisa diproses. Masalahnya, tidak semua tempat terjangkau oleh internet. Jangan dulu bicara soal desa-desa terpencil, daerah perkotaan pun kadang susah sinyal internet. Misal, pemukiman padat yang terhimpit gedung-gedung atau basemen. 

Itu mengapa, sebelum melakukan pembayaran QRIS, pastikan gadget kalian terkoneksi pada internet secara kuat. Kalau tidak, kalian bisa ribet sendiri. Apalagi kalau dalam antrean panjang, ketidakacuhan kalian bisa merepotkan banyak orang. 

#2 Siapkan aplikasi mobile banking atau dompet digital

Setelah memastikan gawai kalian terkoneksi dengan internet, persiapkan aplikasi mobile banking atau dompet digital yang hendak digunakan. Sebab, beberapa mobile banking atau dompet digital mengharuskan penggunanya untuk memasukkan sandi atau pin terlebih dahulu sebelum memindai barcode QR. Mungkin terdengar sepele, tapi ini lumayan membantu memangkas waktu lho.

Baca halaman selanjutnya: #3 Pastikan saldo …

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 Oktober 2025 oleh

Tags: digitalgadgetnontunaipembayaran digitalQRIS
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Era transaksi non-tunai/pembayaran digital seperti QRIS: uang tunai ditolak, bisa ciptakan kesenjangan sosial, hingga sanksi pidana ke pelaku usaha MOJOK.CO
Ragam

Drama QRIS: Bayar Uang Tunai Masih Sah tapi Ditolak, Bisa bikin Kesenjangan Sosial hingga Sanksi Pidana ke Pelaku Usaha

26 Desember 2025
Derita Pakai QRIS: Minimal Order Gak Ngotak Bikin Sengsara MOJOK.CO
Esai

Pengalaman Buruk ketika Memakai QRIS: Jadi Boros karena Minimal Order yang Nggak Masuk Akal dari Pemilik Minimarket

11 November 2025
Drama tiap bayar pakai QRIS di m-Banking MOJOK.CO
Ragam

Drama dan Keribetan Hidup Tiap Bayar Pakai QRIS, Bikin Panik dan Malu-maluin Diri Sendiri

21 Oktober 2025
Bayar Pakai QRIS di Pom Bensin Adalah Dosa Terbesar Pengendara, Bikin Antrean Makin Panjang Mojok.co
Pojokan

Bayar Pakai QRIS di Pom Bensin Adalah Dosa Terbesar Pengendara, Bikin Antrean Makin Panjang

11 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.