Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mengenal Oei Hong Kian, Dokter Gigi Langganan Soekarno yang Berasal dari Magelang

Kenia Intan oleh Kenia Intan
17 September 2023
A A
Dokter Gigi Langganan Soekarno Berasal dari Magelang MOJOK.CO

Dokter Gigi Langganan Soekarno Berasal dari Magelang MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Soekarno memiliki dokter gigi langganan bernama Oei Hong Kian. Dokter gigi asal Magelang itu sempat melayani Soekarno ketika menjalani karantina politik yang berat.

Sebenarnya bukan hal yang mengherankan presiden pertama Republik Indonesia Soekarno bisa menjadi pasien Oei Hong Kian. Dokter gigi yang satu ini memang termasyhur pada zaman itu. Banyak pasiennya adalah tokoh-tokoh penting.

Merawat gigi Soekarno saat menjalani karantina politik menjadi salah satu pengalaman Oei Hong Kian yang tidak terlupa. Suatu hari di bulan Desember 1967, Soekarno mengunjungi tempat praktik Oei Hong Kian di rumahnya di Jakarta. Ketika itu, Soekarno yang ingin melakukan perawatan gigi sedang menjalani karantina politik. Oleh karena itu, kunjungan perawatan gigi Soekarno ke rumah Oei Hong Kian dijaga ketat.

Selama masa perawatan gigi Soekarno tinggal di Wisma Yasoo. Ia tidak tinggal di lokasi karantina yang seharusnya, Istana Bogor, karena dinilai tidak efisien bolak-balik Jakarta-Bogor untuk perawatan. Selama masa ini Soekarno sedikit lebih leluasa menghabiskan waktu dengan anak-anaknya.

Soekarno melakukan dua hingga tiga kali kunjungan perawatan gigi. Oei Hong Kian sengaja mengulur waktu perawatan hingga tiga minggu supaya Soekarno bisa lebih lama menikmati waktu dengan anak-anaknya. Tentu ini menjadi kesempatan berharga bagi Soekarno yang pada waktu itu sangat kesepian.

Selain merawat Soekarno, dokter Oei Hong Kian ;unya pengalaman lain yang tidak terlupa. Ia melayani Mayjen S. Parman sebelum Gerakan 30 September meletus. Oei Hong Kian sempat memeriksa Mayjen S Parman pada Kamis 30 September 1965 di sore hari. Perawatan berjalan lancar, Mayjen S Parman sempat berpesan kepada asistennya agar membayar layanan dokter gigi. Sehari setelahnya, Mayjen S. Parman dijemput Cakrabirawa dan tidak pernah kembali lagi.

Dokter gigi dari Magelang

Pria kelahiran 23 Februari 1921 itu adalah peranakan Tionghoa yang lahir di Magelang. Nenek moyang dari pihak ayah lahir di daratan China. Mereka pindah ke Hindia Belanda untuk mengadu nasib.

Oei Hong Kian adalah anak sulung yang tidak bisa duduk diam. Ada-ada saja kelakuan yang membuat kedua orang tuanya pusing. Walau begitu, Oei Hong Kian tetap menjalankan sekolahnya dengan baik. Ia lulusan Hollands Chinese School (HCS) di Magelang. Kemudian, ia masuk Hogere Burger School (HBS) di Semarang.

Setelah lulus HBS, Oei Hong Kian melanjutkan ke STOVIT, sekolah pendidikan kedokteran gigi di Surabaya. Jepang menyerang Indonesia di tengah pendidikannya yang belum selesai. Kondisi yang serba tidak pasti mendorongnya untuk kembali ke Magelang.

Pada saat penjajahan Jepang, ia tidak bisa melakukan banyak hal. Ia terpaksa menganggur. Lalu, sekitar 1945-an Oei Hong Kian memutuskan pergi ke Utrecht, Belanda untuk belajar kedokteran gigi.

Punya pelanggan tokoh-tokoh besar

Perjuangan Oei Hong Kian menyelesaikan pendidikan di Belanda tentu tidak mudah. Apalagi, sebagian besar biaya pendidikannya ia dapat dari pinjaman dan kantong pribadi. Oei Hong Kian berhasil lulus pada 17 Desember 1947. Pada 1949, ia memutuskan pulang ke Indonesia setelah kondisi politik Tanah Air lumayan kondusif. Selama jeda waktu antara lulus kedokteran gigi dan kembali ke Indonesia, ia sempat membuka praktik dokter gigi di Belanda.

Saat pulang ke Indonesia, ia langsung membuka praktik di Jakarta. Tidak disangka, praktiknya langsung laris manis. Beberapa pasiennya adalah tokoh-tokoh penting seperti Sutan Sjahrir, Rasuna Said, Soekardjo Wirjopranoto, Suwirjo, Mayjen S.Parman, Syamsuridzal, dan Mochtar Lubis.

Tidak hanya membuka praktik, Oei Hong Kian juga aktif dalam organisasi Persatuan Dokter Gigi Indonesia. Ia turut membangun kedokteran gigi di Indonesia. Khususnya pada 1950-an, ketika Indonesia mengambil alih bidang kedokteran gigi dari Belanda.

Kondisi bidang kedokteran pada saat itu tentu tidak mudah. Hanya ada 120 dokter gigi  pada saat itu. Mereka terpusat di kota-kota. Ratusan dokter gigi itu harus melayani lebih dari 72 juta penduduk Indonesia pada saat itu.

Iklan

Penulis: Kenia Intan
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Menelusuri Kampung Kwarasan di Magelang, Siasat Belanda Menghindari Penyakit Pes
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 17 September 2023 oleh

Tags: dokter gigidokter gigi soekarnomagelang
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO
Esai

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
Layung Senja: meditasi melepas kepenatan di kawasan wisata Candi Borobudur, Magelang MOJOK.CO
Kilas

Layung Senja: Meditasi Lepas Penat di Kawasan Candi Borobudur, Mendengar Suara Alam yang Kerap Terabaikan

15 Februari 2026
Pamong cerita di Borobudur ikuti pelatihan hospitality. MOJOK.CO
Hiburan

Kemampuan Wajib yang Dimiliki Pamong Cerita agar Pengalaman Wisatawan Jadi Bermakna

16 Desember 2025
5 Hal yang Lumrah di Bekasi tapi Nggak Bisa Ditemukan di Muntilan Magelang
Pojokan

5 Hal yang Lumrah di Bekasi tapi Nggak Bisa Ditemukan di Muntilan Magelang

20 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
kuliah di jurusan sepi peminat.mojok.co

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.