Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Magelang, Kota Sejuta Bunga yang Bikin Saya Bahagia dan Susah Move On

Tegar Satya Prahara oleh Tegar Satya Prahara
4 Agustus 2023
A A
Magelang, Kota Sejuta Bunga yang Bikin Saya Bahagia dan Susah Move On

Magelang, Kota Sejuta Bunga yang Bikin Saya Bahagia dan Susah Move On (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ah, rasanya sedih sekali. Saat menulis ini saya benar-benar akan meninggalkan Magelang setelah 4 tahun ada di Kota Sejuta Bunga menjadi mahasiswa sekaligus warga yang baik. Selama 4 tahun pula saya sama sekali nggak menyesal hidup di kota ini. Saya bahagia dan bersyukur bisa tinggal di sini.

Tentu saya nggak akan menyimpan kebahagiaan ini sendirian. Saya ingin membagi kebahagiaan itu kepada banyak orang, jadi saya akan membagikan sudut pandang saya kenapa tinggal di Magelang adalah hal yang patut disyukuri.

Akses ke berbagai fasilitas dekat

Bagi saya, kemudahan akses ke berbagai fasilitas adalah salah satu keuntungan besar tinggal di Kota Magelang. Saya kos di dekat Universitas Tidar, dan dalam waktu kurang lebih 5 menit dari kos, saya bisa pergi ke tempat-tempat strategis yang ada di kota ini.

Mau ke pusat perbelanjaan tradisional atau modern? Gampang. Mau jalan santai atau lari-lari kecil? Pergi aja ke Rindam. Cari tempat ibadah? Banyak banget di sini, tinggal pilih. Mau berobat ke rumah sakit? Bisa. Fyi, di Magelang juga banyak taman untuk bersantai. Membaca buku atau sekadar minum kopi Good Day yang sebelumnya beli dulu di Indomaret juga bisa menjadi kegiatan menyenangkan di taman.

Lho, bukannya di kota lain juga ada yang kayak gitu? Ya bener, tapi di Magelang, selain satu lokasi dan lokasi lainnya berdekatan, nggak ada kemacetan di sini. Lalu lintas di sini tertib dan benar-benar nyaman. Kota ini memang cocok untuk ditinggali orang-orang yang mendambakan kedamaian.

Namun, kalau sesekali pengin suasana kota yang lebih ramai, kamu bisa pergi ke Jogja. Cuma satu jam perjalanan dari sini.

Magelang beriklim nyaman

Saya selalu terpesona oleh iklim yang nyaman di Kota Magelang. Di sini, saya nggak perlu takut terlalu panas atau terlalu dingin. Hawanya pas. Magelang terletak di dataran tinggi sehingga memiliki iklim berhawa sejuk dengan suhu minimal 16-17 derajat Celcius dan maksimal 32-33 derajat Celcius.

Hujan? Kemarau? Seandainya Magelang adalah manusia, saya rasa ia adalah orang yang taat aturan. Berdasarkan pengalaman saya, musim hujan dan kemarau terjadi sesuai kalender. Januari sampai Maret intensitas hujan kecil, April sampai September nggak hujan, dan terkadang hujan deras terjadi pada Oktober sampai Desember.

Baca Juga:

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

Warganya ramah

Sepertinya 5S sangat diimplementasikan dengan baik oleh warga Magelang. Hampir semua orang yang saya jumpai di sini menerapkan senyum, sapa, salam, sopan, dan santun.

“Monggo, Pak/Bu…” sambil menunduk akhirnya menjadi kebiasaan baru yang saya lakukan saat bertemu orang lain karena hidup di Kota Sejuta Bunga ini.

Warga lokal selalu memberikan senyuman hangat dan keramahan yang tulus. Tiap kali saya berjalan-jalan di sekitar kota, saya sering kali bertemu dengan wajah-wajah akrab dan mendengar sapaan ramah dari tetangga sekitar. Rasanya seperti memiliki keluarga besar yang selalu ada untuk saling mendukung dan peduli satu sama lain.

Harga makanan dan kos masih terjangkau di Magelang

Satu hal lainnya yang paling saya sukai tentang Magelang adalah harga makanan dan kos yang masih terjangkau. Nasi sayur Rp5 ribu itu nyata di Kota Magelang. Cari kos Rp200 ribu? Masih ada di sini. Rasanya hal ini menjadi istimewa karena ini “kota”, lho. Biaya lain-lain juga masih murah, termasuk biaya pacaran. Hehehe.

Saya nggak akan menuliskan panjang lebar soal ini. Kalian bisa membayangkan sendiri lah betapa bahagianya saya tinggal di kota ini.

Eksotis

Dengan sedikit perjalanan saja, kita sudah bisa ke tempat-tempat bernuansa alam yang terasa nyaman di sini. Maklum, Magelang memang identik dengan alamnya yang indah. Coba saja googling soal wisata alam di Magelang, kalian bakal menemukan banyak hal.

Kota Sejuta Bunga ini memang dikelilingi pemandangan alam yang menakjubkan. Pegunungan hijau hingga sungai yang mengalir deras memberikan suasana eksotis. Saya kerap meluangkan waktu untuk menjelajahi dan menikmati pesona alam ini.

Beberapa tempat yang bikin saya kagum adalah wisata ke gunung dan Candi Borobudur yang letaknya tak jauh dari Kota Magelang. Menyaksikan matahari terbit dari atas Candi Borobudur adalah pengalaman yang tak terlupakan.

Bertemu seseorang yang istimewa

Hal terakhir yang patut saya syukuri dari Magelang adalah kenyataan bahwa sosok yang istimewa di hati saya juga ada di sini. Selama dua tahun terakhir, saya selalu diteman menjelajahi kota ini. Sayangnya, dia kembali lebih dulu ke kota asal.

Itulah beberapa hal yang bikin saya bahagia dan susah move on dari Magelang. Semua yang telah saya tuliskan menjadi hal yang patut saya syukuri pula. Magelang adalah tempat yang memenuhi semua harapan saya. Jika kalian mencari tempat tinggal yang nyaman dan bikin bahagia, Magelang adalah pilihan sempurna.

Penulis: Tegar Satya Prahara
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sudah Saatnya Magelang Menjadi Daerah Istimewa.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2023 oleh

Tags: jawa tengahmagelang
Tegar Satya Prahara

Tegar Satya Prahara

Pion putih.

ArtikelTerkait

Kecamatan Sumowono, Kenikmatan Kabupaten Semarang yang Membuat Orang Demak Iri (Unsplash)

Kecamatan Sumowono, Kenikmatan Kabupaten Semarang yang Membuat Orang Demak Iri

13 Juli 2023
7 Destinasi Wisata di Solo yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi Terminal Mojok

7 Destinasi Wisata di Solo yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi

20 Juli 2022
2 Gunung di Magelang yang Nggak Cocok buat para Pendaki

2 Gunung di Magelang yang Nggak Cocok buat para Pendaki

10 Oktober 2024
Purworejo, Tempat Ideal bagi para Introvert yang Mendambakan Ketenangan Hidup

Purworejo, Tempat Ideal bagi para Introvert yang Mendambakan Ketenangan Hidup

22 Februari 2024
Parkir Semrawut di Jalan Gatot Subroto Bukti Nyata Penataan Solo Masih Kacau

Parkir Semrawut di Jalan Gatot Subroto Bukti Nyata Penataan Solo Masih Kacau

13 Maret 2024
4 Pertanyaan Bodoh ketika Diterima Kuliah di Kudus (Pixabay)

4 Pertanyaan Bodoh ketika Diterima Kuliah di Kudus, Kabupaten Terkecil di Pulau Jawa

8 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

3 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.