Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Cukai Minuman Berpemanis Kembali Ramai, Kapan Diterapkan?

Kenia Intan oleh Kenia Intan
28 September 2022
A A
cukai minuman berpemanis mojok.co

Ilustrasi konsumsi gula tak terkontrol. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ramainya kasus Esteh Indonesia mendorong cukai minuman berpemanis kembali dibahas. Wacana yang sudah bergulir sejak tahun 2016 itu masih digodok hingga saat ini.

Kasus Esteh Indonesia masih ramai diperbincangkan sejak akhir pekan lalu. Perusahaan yang menjual berbagai jenis minuman itu melayangkan somasi kepada akun Twitter bernama @gandhooy karena telah mencuit rasa Chizu Red Velvet yang dinilai terlalu manis. PT Esteh Indonesia menganggap, cuitan yang dilontarkan akun tersebut bukanlah kritik dan memberi informasi yang menyesatkan.

Viralnya kasus ini mendorong wacana cukai minuman berpemanis kembali disinggung. Rencana pengenaan cukai sebesar 20% terhadap Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) sebenarnya sudah bergulir sejak tahun 2016. Wacana itu muncul untuk menekan tingkat konsumsi minuman manis yang naik signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI) mencatat, tingkat konsumsi MBDK di Indonesia naik dari 51 juta liter pada tahun 1996 menjadi 780 juta liter pada 2014. Indonesia bahkan menjadi negara ketiga dengan konsumsi MBDK tertinggi di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Kenaikan konsumsi MBDK diiringi dengan peningkatan jumlah penderita diabetes yang mencapai 19,47 juta orang pada tahun 2021. Jumlah ini menjadikan Indonesia sebagai negara kelima dengan penderita diabetes terbanyak di dunia. Apabila kondisi seperti ini masih berlanjut, diperkirakan jumlah penderita diabetes bisa mencapai 28,57 juta di tahun 2045.

Ujungnya, beban biaya kesehatan akibat penyakit tidak menular BPJS dapat membengkak. Asal tahu saja, menurut data BPJS Kesehatan pada 2019, beban biaya kesehatan akibat penyakit tidak menular sudah mencapai Rp20,27 triliun. Adapun diabetes merupakan “ibu dari segala penyakit” seperti pemicu penyakit ginjal, stroke, jantung, hingga penyakit tidak menular lainnya.

Masih dikaji

Pemerintah masih terus mengkaji wacana cukai minuman berpemanis ini. Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Askolani mengungkapkan, pemerintah masih mencari waktu yang tepat untuk memulai penerapannya.

“Tetapi kalau ditanya 2023, saat ini masih dalam tahap perencanaan,” jelas dia dalam konferensi pers APBN kita, Selasa (26/9/2022).

Rencana cukai minuman berpemanis sebenarnya sudah masuk dalam APBN 2022. Akan tetapi, wacana itu urung dieksekusi mengingat kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya pasca pandemi Covid-19. Askolani menambahkan, implementasi cukai minuman berpemanis di tahun 2023 juga masih mempertimbangkan berbagai faktor, salah satunya kondisi ekonomi global.

Apabila cukai minuman berpemanis ini benar diterapkan, diperkirakan akan ada Rp1,5 triliun dana segar mengalir ke kantong pemerintah. Target angka itu muncul dalam Peraturan Presiden (perpres) 104/2021. Tahun sebelumnya, tepatnya bulan Februari 2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengungkapkan, potensi penerimaan cukai minuman berpemanis dalam kemasan bisa mencapai Rp 6,25 triliun.

Sumber : CNBC Indonesia, DDTC News, BBC.com
Penulis : Kenia Intan

BACA JUGA Konsumsi Banyak Gula, 13 Persen Masyarakat Indonesia Idap Diabetes

Terakhir diperbarui pada 28 September 2022 oleh

Tags: CukaiEsteh Indonesiaminuman berpemanis
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Tembakau Hidupi 6 Juta Orang tapi Mau Dibunuh? Bajingan Sekali! MOJOK.CO
Esai

Industri Hasil Tembakau Menghidupi 6 Juta Petani dan Rakyat Kecil tapi Kamu Mau Membunuh Sumur Rezeki Ini? Kamu Jahat Sekali

2 Oktober 2025
sri mulyani mojok.co
Ekonomi

KNPK: Sri Mulyani Memang Ingin Membunuh Industri Strategis Bangsa Ini

4 November 2022
komunitas kretek sri mulyani mojok.co
Ekonomi

Komunitas Kretek Menyatakan Berduka atas Matinya Hati Nurani Sri Mulyani

4 November 2022
rokok rasa buah. mojok.co
Ekonomi

Melambung Tinggi, Ini Daftar Harga Rokok setelah Kenaikan Cukai

4 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
Kerja di Jakarta naik transum kereta KRL

KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

29 April 2026
Sebagian pengguna WiFi IndiHome beralih ke Biznet. MOJOK.CO

Ujian Terberat Pengguna IndiHome yang Dikhianati Tawaran Palsu hingga Menggadaikan Kesetiaan ke WiFi yang Lebih “Gacor”

23 April 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma MOJOK.CO

Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma

28 April 2026
Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.