Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Bus Legendaris Jogja Tujuan Bantul dan Kaliurang yang Tak Punya Penumpang Tergerus Trans Jogja

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
12 Mei 2023
A A
Bus Legendaris Jogja Tujuan Bantul dan Kaliurang yang Tak Punya Penumpang Tergerus Trans Jogja. MOJOK.CO

Ilustrasi Bus Legendaris Jogja Tujuan Bantul dan Kaliurang yang Tak Punya Penumpang Tergerus Trans Jogja. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada beberapa trayek bus legendaris di Jogja yang kini di titik nadir untuk bertahan. Di antaranya, bus Jogja-Kaliurang dan Jogja-Bantul. Pernah berjaya pada masa lampau, kini mereka ditinggal penumpang.

Beberapa sopir bus bercerita kalau sudah tak lagi jadi pilihan setelah kemunculan trayek baru Transjogja. Kini mereka hanya melayani beberapa penumpang tetap, kebanyakan orang tua, yang sejak lama terbiasa menaiki bus tua ini.

Bus Abadi Jogja-Bantul

Bus Abadi Jogja-Bantul biasa menunggu penumpang di selatan Pojok Beteng Kulon, Kota Yogyakarta. Transportasi ini berangkat dari Srandakan, Palbapang, Bantul dengan tujuan akhir Terminal Giwangan. Pojok Beteng Kulon jadi salah satu titik pemberhentian untuk menambah keterisian penumpang.

Mojok pernah berbincang dengan Suprianto (55), lelaki yang sejak awal 2000 telah menjadi sopir Bus Abadi, salah satu bus legendaris di Jogja yang melayani rute Jogja-Bantul. Dulu ia mengaku bisa mengantongi pendapatan yang cukup tapi sekarang sudah tidak pasti.

Pada akhir 2022 lalu, normalnya para penumpang dipatok biaya Rp10 ribu jika hendak menaiki bus ini dari Srandakan hingga Giwangan atau sekitar Kota Yogyakarta. Namun, menurut Supri, untuk para pekerja laju, biasanya hanya dipatok Rp5 ribu atau Rp6 ribu saja.

Saat itu, bus di bawah naungan Koperasi Abadi di rute itu tersisa kurang dari sepuluh unit yang aktif beroperasi. Penumpangnya kebanyakan orang tua yang merupakan pedagang pasar di Bantul. Sopir bercerita kalau dulu, masih banyak pelajar yang mengandalkan bus ini untuk bersekolah.

Sejak kemunculan trayek Transjogja Malioboro-Palbapang, Supri mengaku penumpangnya semakin berkurang. Supri berujar bahwa Trans Jogja rute ini bisa mengambil dan menurunkan penumpang di sembarang tempat. Tidak terbatas pada halte dan shelter saja sehingga bisa menyedot penumpang yang biasanya naik Bus Abadi.

Jurusan Jogja-Kaliurang

Jika bus tujuan Bantul masih aktif meski berdarah-darah, rute Kaliurang nyaris tak punya penumpang lagi. Rute tersebut mulai ramai dengan bus sejak era 1950.

Mojok bertemu dengan Haryanto, salah satu sopir rute bus legendaris di Jogja yang masih bertahan. Menurutnya, sebenarnya ada 20-an angkutan bis yang melayani jalur Jogja-Kaliurang. Rutenya aslinya dari Tlogo Putri – Pakem – Mirota Kampus – Gejayan – Terminal Condongcatur – Pakem. Namun, semenjak Covid-19. Setidaknya hanya empat yang beroperasi.

Namun, saat ini tidak melayani rute secara penuh dan hanya fokus menyasar pelanggan pedagang pasar. Ada beberapa bus yang bergantian melayani rute Condongcatur-Pakem. Sedangkan Haryanto fokus di jarak pendek antara Pakem-Kaliurang.

Di Pasar Pakem, ia juga tidak menunggu lama. Jam 08.00 ia akan balik lagi ke Kaliurang membawa pedagang tahu yang baru kulakan. Selanjutnya mobilnya ia istirahatkan dan memilih menjaga warung. Begitu setiap hari. Kecuali ada orang yang mencarter mobilnya.

Para sopir bus ini semakin sepi penumpang setelah kemunculan trayek Trans Jogja di Jogja-Pakem. Kini, mereka hanya bertahan di tengah sepi, mengenang masa kejayaan bus rute ini di era 70-an hingga awal 2000-an.

Penulis: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Sopir Bus Pariwisata Berbagi Rahasia Membuat Penumpang Rewel Jadi Bahagia

Iklan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News.

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2023 oleh

Tags: bis maniabusbus legendaris
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Mudik Lebaran dengan pesawat
Urban

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026
Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO
Sehari-hari

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO
Ragam

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Anggaran TransJogja Dipotong Miliaran Rupiah Adalah Bukti Pemerintah Memang Suka Merepotkan Warga Mojok.co
Pojokan

Anggaran TransJogja Dipangkas Adalah Bukti Pemerintah Memang Suka Lihat Warganya Kerepotan

26 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beli produk hp Apple, iPhone

Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit

22 April 2026
mabar game online.MOJOK.CO

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Mahasiswa S2 PAUD UNJ, WNA Malaysia

Cerita Mahasiswa Malaysia Nekat Kuliah S2 di UNJ karena Dosen “Unik”, Bahagia Meski Tiap Hari Diceng-cengin

21 April 2026
PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.