Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

BPOM Temukan Kandungan Berbahaya pada Sejumlah Produk Kosmetik

Merek Ternama Masuk dalam Daftar

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
14 Oktober 2022
A A
produk kosmetik berbahaya mojok.co

Ilustrasi petugas BPOM. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – BPOM merilis data produk komestik berbahaya yang mengandung bahan kimia obat tertentu. Ada nama-nama ternama yang masuk dalam daftar tersebut.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan bahan kimia obat (BKO) yang berbahaya bagi kesehatan pada sejumlah produk kosmetik. Temuan ini didasarkan pada sampling dan pengujian selama Oktober 2021 hingga Agustus 2022, yang hasilnya dipublikasi pada 4 Oktober 2022 lalu.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI, Reri Indriani, menyebut bahwa kandungan berbahaya pada kosmetik ini didominasi oleh bahan pewarna yang dilarang. Dua bahan pewarna yang ditemukan, K3 dan K10, merupakan bahan yang berisiko menyebabkan kanker.

“Total temuan kosmetika ilegal dan atau mengandung bahan dilarang/berbahaya sebanyak lebih dari 1 juta pieces dengan nilai keekonomian Rp34,4 miliar,” ungkap Reri, sebagaimana dikutip dari siaran pers di laman resmi BPOM RI, pom.go.id.

Selain dari hasil sampling dan pengujian, BPOM juga menindaklanjuti temuan berdasarkan laporan beberapa otoritas pengawas obat dan makanan negara lain. Hasilnya, sebanyak 46 produk kosmetik ditarik dari peredaran karena mengandung bahan yang dilarang.

Dari 46 produk tersebut, merek-merek tersohor seperti Madame Gie, Casandra Lips, Loves Me, hingga Miss Girl, masuk di dalamnya.

“Semua produk yang dilaporkan melalui mekanisme laporan dari otoritas pengawas obat dan makanan negara lain tersebut, merupakan produk yang tidak terdaftar di BPOM,” imbuh Reri Indriani.

Alhasil, terhadap berbagai temuan tersebut, BPOM melalui Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia telah melakukan penertiban ke fasililitas produksi dan distribusi, termasuk retail.

Sementara untuk produk kosmetik yang ditemukan kandungan berbahaya di dalamnya, telah dilakukan tindak lanjut berupa pencabutan izin edar untuk produk yang terdaftar di BPOM, penarikan dari peredaran, dan pemusnahan terhadap produk yang tidak memiliki izin edar (Tanpa Izin Edar/TIE).

Di samping pengawasan terhadap produk kosmetik yang dilakukan secara konvensional, menurut Reri, BPOM secara berkesinambungan juga melaksanakan patroli siber (cyber patrol). Patroli siber ini dilakukan pada platform situs, media sosial, dan e-commerce untuk menelusuri dan mencegah peredaran produk kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya di media online.

“Terhadap hasil patroli siber tersebut, BPOM memberikan rekomendasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) untuk pemblokiran platform yang melakukan perdagangan online produk obat tradisional dan suplemen kesehatan ilegal dan/atau mengandung BKO, serta produk kosmetika ilegal dan mengandung bahan dilarang/berbahaya”, jelas Reri.

Selain itu, BPOM juga memerintahkan produsen yang memproduksi dan mengimpor produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya ke wilayah Indonesia agar melakukan penarikan produk dari peredaran untuk dimusnahkan. Apabila ditemukan indikasi pidana, maka akan dilakukan proses pro-justitia oleh Pegawai Penyidik Negeri Sipil (PPNS) BPOM.

“BPOM kembali menegaskan agar pelaku usaha menjalankan usahanya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 7 Obat Alami Radang Tenggorokan yang Bisa Dicoba di Rumah

Terakhir diperbarui pada 24 September 2025 oleh

Tags: bpomkosmetikproduk kosmetik berbahaya
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

BPOM digugat Mojok.co
Kesehatan

Membohongi Publik, BPOM Digugat Komunitas Konsumen Indonesia

17 November 2022
bpom temukan obat sirop berbahaya mojok.co
Kesehatan

Hati-hati! Ada Ribuan Penjual Obat Sirop Berbahaya di Marketplace, Ini Data dari BPOM

3 November 2022
ilustrasi Retinol VS Bakuchiol, Bahan Skincare Populer yang Benci tapi Rindu mojok.co
Pojokan

Retinol VS Bakuchiol, Bahan Skincare Populer yang Benci tapi Rindu

1 Desember 2021
dokter richard lee
Kilas

Dokter Richard Lee Dibela Netizen, Penangkapan Paksa Terhadap Dirinya Diprotes Habis-Habisan di Media Sosial

12 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.