Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Revitalisasi Benteng Keraton Yogyakarta, Puluhan Rumah Abdi Dalem Dibongkar

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
13 September 2023
A A
Revitalisasi Benteng Keraton Yogyakarta, Puluhan Rumah Abdi Dalem Dibongkar MOJOK.CO

Proyek revitalisasi beteng Keraton Yogyakarta di Jalan Mangunegaran Wetan, Rabu (13/09/2023). (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Puluhan rumah warga dibongkar karena proyek revitalisasi benteng Keraton Yogyakarta. Sebagian besar rumah tersebut merupakan tempat tinggal abdi dalem. Sebagai gantinya Dinas Kebudayaan DIY memberikan uang bebungah untuk bisa membeli hunian baru.

“Ada puluhan, seperti lebih dari 50 rumah di bagian dalam keraton yang selama ini ngindung di bagian dalam benteng utara wetan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lhaksmi Pratiwi di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (13/09/2023).

Proyek revitalisasi ini merupakan salah satu bentuk penataan kawasan Sumbu Filosofi dalam rangka pengajuan predikat Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO. Revitalisasi pertama di benteng kawasan Wijilan atau Jalan Ibu Ruswo sepanjang kurang lebih 200 meter. 

Di kawasan tersebut, sekitar 20 rumah yang mengindung atau menempel di sisi dalam benteng Pemda DIY telah membongkar untuk mengembalikan fungsi dan asal usul benteng.

Kali ini, Keraton Yogyakarta kembali melakukan revitalisasi benteng khususnya di Pojok benteng Wetan di Jalan Mangunegaran Wetan. Puluhan rumah warga yang selama ini mengindung atau menempel di sisi dalam benteng pun juga kembali dibongkar.

Revitalisasi benteng keraton tidak sekadar kejar predikat UNESCO

Menurut Dian, revitalisasi benteng keraton tidak serta merta mengejar predikat Sumbu Filosofi sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO. Namun, lebih dari itu Dinas Kebudayaan DIY ingin menjamin kepastian nilai-nilai sejarah dari benteng bisa tetap terjaga.

Terlebih saat ini benteng keraton terancam rusak akibat intervensi bangunan-bangunan yang menempel. Bahkan ada sisi benteng yang seharusnya tertutup sesuai sejarah pun akhirnya terbuka untuk memudahkan keluar masuk orang.

“Warisan budaya tak benda ke UNESCO itu hanya bonus, tapi nilai-nilai dan pengetahuan dari keistimewaan Jogja, termasuk bangunan dan nilai benteng itu yang harus lestari dan jadi edukasi long life,” tandasnya.

Rumah warga yang mengindung tak punya sertifikat

Dian menyebutkan, rumah-rumah warga yang mengindung di sekitar  500 meter benteng tersebut selama ini tidak memiliki legalitas apapun. Mereka juga tidak memiliki kekancingan atau surat izin dari keraton untuk menempati kawasan bagian dalam keraton. 

Rumah-rumah yang menempel ke benteng pun tidak ada yang besar. Rata-rata rumah kebanyakan penghuninya adalah abdi dalem hanya memiliki luas sekitar 2×3 meter atau 4×6 meter.

“Selama ini mereka belum legal, kekancingan mawon nggeh mboten kok (surat ijin saya tidak ada kok-red),” tandasnya.

Bebungah untuk pindah bisa untuk beli rumah

Karenanya dengan adanya program revitalisasi benteng Keraton Yogyakarta, Pemda DIY pun membebaskan lahan di kawasan benteng di Jalan Mangunegaran. Tak hanya membongkar rumah, warga yang menempati rumah-rumah di sisi dalam benteng juga mendapatkan uang bebungah atau hadiah uang dari Dinas Kebudayaan DIY agar bisa pindah dari kawasan tersebut.

Anggaran bebungah berasal dari Dana Keistimewaan (Danais). Besaran bebungah di masing-masing Kepala Keluarga (KK) berbeda satu dengan lainnya sesuai dengan perhitungan dari Dinas Kebudayaan DIY.

Iklan

“Sistemnya kita pemetaan dulu, ngobrol dulu dengan masyarakatnya itu. Karena kita sudah punya best practice (pengalaman-red) saat revitalisasi [Wijilan]. Bebungah kita berikan dari pendataan, kita berikan penilaian bangunan, penilaian profesi mereka, kehidupan mereka kayak appraisal (penaksiran-red) gitu. Istilahnya bukan ganti untung, ganti rugi, tetapi bebungah,” jelasnya.

Menurut Dian, bebungah yang diberikan ke warga di sekitar benteng Keraton Yogyakarta rata-rata dibelikan rumah pengganti. Mereka pun akhirnya bisa membeli rumah baru dengan sertifikat SHM.

“Daripada mereka hidup disana hanya 2×3 atau 4×6 [ukuran rumahnya] dan tidak legal. Mereka bisa memiliki aset properti yang legal dengan hasil bebungah itu, peningkatan legalitas mereka juga,” tandasnya. 

Revitalisasi benteng keraton targetnya selesai 2024

Dian menambahkan, proyek revitalisasi sisi dalam benteng tersebut targetnya selesai pada 2024 mendatang. Setelah sisi dalam selesai, Disbud akan melakukan revitalisasi benteng di bagian luar.

“Kita lihat anggaran juga, entah 2025 atau 2026 [untuk revitalisasi sisi luar benteng], sekarang masih fokus bentengnya harus utuh dulu. Apapun nanti yang mengintervensi benteng itulah yang akan kita kondisikan, jadi kami tidak menggusur hanya menegakkan regulasi saja,” imbuhnya. 

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Menelusuri Asal-usul Keraton Yogyakarta pada Gundukan Setinggi 10 Meter, Lokasinya di Sleman

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 13 September 2023 oleh

Tags: Benteng Keraton Yogyakartakeraton Yogyakartakraton jogjasumbu filosofi
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO
Sosial

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola di Jogja MOJOK.CO
Liputan

Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

10 Januari 2026
Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO
Esai

Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang?

18 Desember 2025
Dilema Kraton Jogja di tengah pelestarian budaya, peningkatan wisata, dan pengembangan teknologi MOJOK.CO
Ragam

Dilema Pelestarian Budaya dan Eksplorasi Wisata di Jogja hingga Salah Tafsir pada Pangeran Diponegoro

20 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga makin malas bayar pajak bukan berarti membangkang, tapi karena ulah pemerintah sendiri MOJOK.CO

Makin Malas Bayar Pajak Bukan Semata Membangkang tapi Akumulasi Kekecewaan, Pemerintah Bisanya Nagih Doang

10 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.