Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Alasan Pasangan Tak Perlu Buru-buru Punya Tabungan Bersama

Kenia Intan oleh Kenia Intan
8 Agustus 2022
A A
tabungan bersama

Tabungan bersama itu penting, tapi jangan buru-buru merealisasikannya. Ilustrasi pasangan kekasih (ANTARA/freepik.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kondisi finansial menjadi salah satu topik yang dipertimbangkan pasangan sebelum memasuki jenjang yang lebih serius, menikah. Tidak sedikit pula pasangan yang membuat tabungan bersama sebagai bekal mengarungi rumah tangga nantinya.

Memiliki tabungan bersama merupakan hal yang baik, akan tetapi Relationship Coach, Lex dePraxis menyarankan pasangan tidak perlu terburu-buru. Menurutnya, memastikan terlebih dahulu kedua belah pihak memiliki pandangan yang selaras terkait keuangan jauh lebih penting.

“Sabar dulu, ngobrol dulu saja. Ngobrol tentang keuangan sebanyak-banyaknya dulu,” kata Lex dePraxis seperti dikutip dari Antara, Sabtu (6/7/2022).

Apabila pandangan masing-masing pihak memang sejalan atau sefrekuensi, pasangan baru sebaiknya menaruh uangnya secara bersama dalam satu wadah. Saran itu tidak hanya berlaku untuk membuat tabungan bersama, tetapi juga untuk berbisnis bersama dan hal-hal lain yang melibatkan uang.

Lex dePraxis pun memandang, tabungan atau investasi bersama pasangan sekadar alat atau instrumen yang membantu membangun kedekatan finansial dengan pasangan. Tabungan bersama bukanlah tolok ukur keharmonisan hubungan pasangan.

“Jadi samakan dulu frekuensinya. Kalau jelas sama, baru cari alat instrumen yang membantu membangun kedekatan finansial dengan pasangan,” imbuh dia.

Ngobrol santai untuk ngobrol finansial

Pasangan tidak perlu terburu-buru menunjukkan simbol-simbol yang mencerminkan keseriusan. Seperti menabung bersama atau mengelola bisnis bersama. Keterbukaan finansial memang hal yang penting. Akan tetapi membuka tabungan bersama, memerlukan pemikiran matang.

Salah satu cara yang bisa mendorong keterbukaan finansial dengan pasangan adalah bercerita secara santai atau ngobrol mengenai kondisi finansial pribadi. Harapannya pendekatan ini bisa membuka diskusi yang mengalir dari kedua belah pihak.

Sehingga dapat saling mengetahui informasi finansial masing-masing. Pasangan bisa juga memulai obrolan dengan membahas topik finansial yang belakangan marak beredar di media sosial.

“Jadikan obrolan, pelan-pelan, kalau dia merasa ini adalah hubungan berharga sama kamu, dia akan mulai ikutan. Jadi kasih waktu buat dia menyesuaikan diri ke kamu,” jelas dia.

Apabila memiliki pasangan yang cenderung tertutup membicarakan topik tersebut, jangan memaksa untuk membahasnya. Menurut Lex dePraxis, kesulitan membuka diri terkait kondisi finansial karena memang tidak terbiasa membicarakan topik tersebut.

Pengalaman buruk masa lalu ketika seseorang terbuka secara finansial, seperti kena tipu, juga bisa menjadi penghambat lainnya. Ada banyak alasan yang membuat pasangan tidak dengan cepat terbuka, oleh karenanya bersabar dan tidak terburu-buru adalah kunci.

Sumber: Antara
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Ditinggal Menikah Tak Pernah Jadi Perkara Mudah

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2022 oleh

Tags: finansialtabungantabungan bersama
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Orang Jakarta pilih bayar iPhone dengan cicilan
Urban

Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin

14 April 2026
Tabungan soft saving ala gen Z
Sehari-hari

Soft Saving, Jalan Pintas Gen Z Ingin Menabung Ala Kadarnya tapi Masih Prioritaskan Penuhi Gaya Hidup Usia Muda

25 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO
Urban

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Nasib ratusan juta WNI 10 tahun nanti: terancam tidak punya jaminan sekaligus tabungan di masa pensiun MOJOK.CO
Aktual

Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

11 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Dilema Gen Z: Resign Kerja Kena Mental karena Mulut Ortu dan Tetangga, tapi Bisa “Gila” Kalau Bertahan di Kantor yang Isinya Orang Toksik

4 Mei 2026
1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa MOJOK.CO

1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa

2 Mei 2026
Hidup anak perempuan pertama dibebankan ekspektasi orang tua

Anak Perempuan Pertama di Keluarga Korbankan Kebebasan Masa Muda demi Penuhi Tuntutan Jadi Orang Tua untuk Adik, padahal “Sengsara” Sendirian

3 Mei 2026
Ancaman "Indomi" bagi Generasi Muda Minang: Ketika Inyiak Berubah Jadi Opa dan Oma MOJOK.CO

Ancaman “Indomi” bagi Generasi Muda Minang: Ketika Inyiak Berubah Jadi Opa dan Oma

4 Mei 2026
usaha mie ayam wonogiri.MOJOK.CO

Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal

6 Mei 2026
Arta Wahana, pensiunan UGM isi waktu dengan berkebun selada (dok. UGM)

35 Tahun Mengabdikan Diri di UGM, Kini Pilih Budidaya Selada Hidroponik Malah Hasilkan Omzet Harian Rp750 Ribu

3 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.