Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Miris Melihat Remaja Terjerumus dalam Jurang “Kegelapan”, Yayasan Al Kahfi Ajak Ratusan Pelajar SMA Surabaya Menemukan Jati Diri

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
13 Agustus 2025
A A
Para pembicara di “Sarasehan” dengan tajuk Generasi Emas: Mengenal Akar Kenakalan Remaja dan Solusinya yang diadakan oleh Al Kahfi Cabang Surabaya 3. MOJOK.CO

Dari kiri Ketua Yayasan Al Kahfi Cabang Surabaya 3 Endang Sukmayanto, Psikolog Suryatiningsih, Peltu Bati Tuud Koramil 0830-14/Sawahan Sidik Triwaluyo, Bhabinkamtibmas Kelurahan Petemon Polsek Sawahan Ari Jatmiko, atpol PP Goes to Scool Seven Juni Manurung. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ratusan siswa dari Sekolah Menengah Atas (SMA) di Surabaya mengikuti acara Sarasehan yang diadakan oleh Yayasan Al Kahfi Cabang Surabaya 3. Dalam acara tersebut, lembaga yang bergerak di bidang sosial itu mengajak remaja agar tidak terjerumus dalam jurang kenakalan. 

Remaja kehilangan eksistensi diri

Yayasan Al Kahfi Cabang Surabaya 3 menggelar acara “Sarasehan” dengan tajuk Generasi Emas: Mengenal Akar Kenakalan Remaja dan Solusinya. Acara ini berlangsung di Hotel Great Diponegoro, Surabaya pada Sabtu (9/8/2025). 

Sesuai dengan temanya, Yayasan Al Kahfi Cabang Surabaya 3 mengajak siswa, guru, dan instansi pemerintah kota untuk mencegah kenakalan remaja di tingkat ringan hingga ekstrem. Ketua Yayasan Al Kahfi Cabang Surabaya 3, Endang Sukmayanto mengatakan topik ini dipilih mengingat banyaknya remaja yang mengalami krisis identitas.

“Ada keinginan paling mendasar yang ingin ditunjukan oleh remaja, yakni ekstensi diri. Keinginan itulah yang melahirkan satu upaya perilaku-perilaku yang pokoknya berbeda dengan apa yang generasi sebelumnya dapatkan,” ujar Endang yang sekaligus menjadi salah satu pembicara dalam acara tersebut.

Siswa SMA di Surabaya. MOJOK.CO
Ratusan siswa SMA antusias bertanya dalam acara Sarasehan. (Dok. Yayasan Al Kahfi Cabang Surabaya 3)

Endang menjelaskan remaja harus tahu tujuan hidupnya agar tidak terjebak dalam kenakalan. Oleh karena itu, Yayasan Al Kahfi Surabaya 3 rutin melakukan program pembinaan moral kepada remaja untuk membantu mereka menemukan eksistensi dirinya.

Untuk membantu remaja terhindari dari kenakalan, Endang menegaskan remaja harus mengenal Tuhannya. Sebab sejatinya, Tuhan menciptakan manusia dengan sebuah maksud dan tujuan.

“Ketika remaja mengetahui tujuan hidup mereka diciptakan, bahwa tidak mungkin sia-sia dan pasti punya orientasi tertentu, maka mereka tidak akan sembarangan dalam berperilaku,” jelas Endang.

“Tuhan memberikan manusia akal dan rasa. Akal guna mengetahui benar dan salah, baik dan buruk. Lalu, rasa melahirkan cinta, karena kalau tidak ada cinta dunia ini bisa rusak,” lanjutnya.

Kenakalan remaja di Surabaya makin marak

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan, Yayasan Al Kahfi Cabang Surabaya turut mengajak instansi pemerintah mulai dari TNI, polisi, satpol PP hingga psikolog sebagai pembicara.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Petemon Polsek Sawahan, Ari Jatmiko mengungkap kenakalan remaja khususnya di Petemon Surabaya marak terjadi. Ia telah banyak menangani remaja yang kerap mabuk-mabukan, tawuran, bahkan married by accident (MBA).

“Banyak juga yang pakai sepeda motor dengan knalpot brong, tawuran menggunakan senjata tajam, bahkan ada yang maaf, married by accident (MBA). Jadi yang laki-laki berusia 17 tahun dan perempuan berusia 15 tahun,” ujar Ari.

penandatangan komitmen. MOJOK.CO
Satpol PP Goes to Scool Seven Juni Manurung menandatangani komitmen pemberantasan kenakalan remaja. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Tak hanya itu, Satpol PP Goes to Scool Seven Juni Manurung berujar, pernah mendapat laporan soal remaja di Surabaya yang melakukan video call sex (vcs).

“Kami punya yang namanya rumah perubahan di Surabaya dan ada juga kasus pornografi yang kami tangani. Kalau mereka bilang, ‘enggak Kak vcs itu video call sholawatan’,” ujar Seven disambut tawa hadirin, “Luar biasa memang mereka itu kalau membuat istilah,” lanjutnya.

Sementara itu, Peltu Bati Tuud Koramil 0830-14/Sawahan Sidik Triwaluyo juga menceritakan pengalamannya tinggal di lingkungan rusak. Beruntung, ia tidak terbawa arus karena punya satu tujuan dengan masuk ke militer.

Iklan

“Untuk meraih mimpi saya, saya harus menerapkan perilaku disiplin. Tidak boleh mencacatkan diri, misal naik motor harus hati-hati, tidak merundung, dan lain sebagainya,” kata Sidik.

Di sisi lain, remaja mulai sadar akan kesehatan mental

Pendiri ASIEQ Educare sekaligus psikolog, Suryatiningsih mengakatan perlu adanya keselarasan antara pikiran, tubuh, dan jiwa dalam remaja. Sebab, remaja adalah masa yang krusial. Di masa itu, mereka mengalami badai tekanan yang luar biasa.

“Di zaman sekarang, anak-anak lebih menunjukan eksistensi lewat media sosial. Ditambah pertumbuhan fisik yang membuat mereka merasa cantik dan tampan,” ujar Bunda Yanti, sapaan akrabnya.

Para narasumber di acara Sarasehan. MOJOK.CO
Dari kiri Satpol PP Goes to Scool Seven Juni Manurung, Psikolog Suryatiningsih, Bhabinkamtibmas Kelurahan Petemon Polsek Sawahan Ari Jatmiko, Peltu Bati Tuud Koramil 0830-14/Sawahan Sidik Triwaluyo, Ketua Yayasan Al Kahfi Cabang Surabaya 3 Endang Sukmayanto. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Selain pertumbuhan fisik, remaja juga mulai penasaran dan meragukan banyak hal. Sementara, kata Yanti, kemampuan untuk berpikir jangka panjang mereka cenderung belum matang.

“Misalnya, mereka mulai mempertanyakan kenapa sih kok aku harus ibadah? Kalau tidak aku melakukan, apa efeknya untuk hidupku?” ujar Yanti.

Jika jiwa mereka tidak kuat untuk memahami tujuannya sebagai manusia, mereka dapat melakukan kenakalan ringan hingga ekstrem. Apalagi, jika tidak diimbangi dengan lingkungan yang mendukung, baik dari keluarga maupun lingkungan sosialnya.

“Untungnya, remaja zaman sekarang ini lebih aware dengan kesehatan mental, tapi saya berharap orang tua atau lingkungannya juga lebih terbuka,” kata Yanti. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Ironi Kenakalan Remaja di Surabaya, Haus akan Eksistensi Diri dan Mulai Meninggalkan “Petuah” Tuhan sebagai Kompas Hidup atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2025 oleh

Tags: generasi emaskenakalan remajakesehatan mentalSMA di SurabayaSurabayaYayasan Al Kahfi
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO
Urban

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
Ribuan istri di Surabaya minta cerai. MOJOK.CO
Ragam

Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup

30 Januari 2026
Kesedihan perantau yang merantau lama di Surabaya dan Jakarta. Perantauan terasa sia-sia karena gagal menghidupi orang tua MOJOK.CO
Ragam

Rasa Gagal dan Bersalah Para Perantau: Merantau Lama tapi Tak Ada Hasilnya, Tak Sanggup Bantu Ortu Malah Biarkan Mereka Bekerja di Usia Tua

29 Januari 2026
Orang Madura sudah banyak kena stigma buruk di Surabaya dan Jogja. Terselamatkan berkat dua hal MOJOK.CO
Ragam

2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

28 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis MOJOK.CO

Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis

31 Januari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026
Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.