Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Drama Yana ‘Cadas Pangeran’, Kini Jadi Tersangka Penyebaran Berita Bohong

Aksi tipu-tipu Yana menghilangkan diri akhirnya terbongkar. Ia kini terancam dibui.

Redaksi oleh Redaksi
22 November 2021
A A
Yana cadas pangeran ternsangka penyebaran berita bohong mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK. CO – Kasus hilangnya Yana di Cadas Pangeran terbongkar. Yana ditemukan di Majalengka dalam keadaan baik-baik saja. Ia kini ditetapkan sebagai tersangka perbuatan penyebaran berita bohong. 

Drama hilangnya Yana Supriatna (40) di wilayah Cadas Pangeran, Sumedang, Jawa Barat, akhirnya berakhir. Yana yang sebelumnya ditemukan di Dawuan, Majalengka, dengan keadaan sehat wal afiat kini telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana perbuatan penyebaran berita bohong oleh polisi.

Menurut penuturan Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago, Yana dijerat dengan Pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang hukum pidana perbuatan penyebaran berita bohong. Ia terancam hukuman tiga tahun penjara.

Sejak Selasa (16/11) kasus hilangnya Yana bikin geger jagat sosial media. Bahkan ia sempat masuk trending di twitter. Voice note WhatsApp terakhir Yana yang ditujukan kepada istrinya beredar luas. Yana seakan-akan menjadi korban begal.

Dalam voice note tersebut awalnya Yana sedang beristirahat untuk salat Isya di salah satu musala di kawasan Simpang, Tanjungsari, pada Selasa (16/11) malam. Ia memberitahukan juga bahwa pada saat itu ada orang yang ikut menebeng motornya.

“Solat dulu di simpang, sholat Isya, kebetulan ada yang orang Sumedang juga nebeng ikut sama ayah,” bunyi suara voice note Yana Supriatna.

Namun, selang beberapa saat kemudian Yana kembali mengirimkan voice note yang isinya bikin panik. Orang yang nebeng ternyata melakukan aksi kejahatan yang mencelakai dirinya.

“Aduh, aduh Gusti. Suganteh nu numpang teh sanes jelema…,” ucap Yana.

Setelah kabar hilangnya Yana beredar luas, tim SAR dan kepolisian langsung melakukan pencarian di lokasi kejadian. Anjing pelacak turut diterjunkan untuk membantu mencari keberadaan Yana. Yang ditemukan hanya motor dan helmnya di pinggir jalan raya.

Namun, setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, Yana ditemukan pihak kepolisian dalam keadaan baik-baik di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka pada Kamis (18/11). Rupanya Yana ‘menghilangkan’ diri dengan berjalan kaki dan naik bus ke arah Cirebon. Yana lantas dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Kombes Erdi dalam rilis kasus drama hilangnya Yana di Polres Sumedang mengatakan bahwa tersangka memulai pelariannya dengan menyusun skenario di masjid di wilayah Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

“Di masjid Yana memulai rencananya. Ia mengirim pesan suara pertama kepada istrinya bahwa ada orang yang meminta tumpangan,” tutur Erdi, Senin (22/11), dikutip dari Kompas.com.

Yana rupanya sedang menghindar dari masalah pekerjaan dan kehidupan pribadi rumah tangganya. Ia mengaku sengaja seolah menjadi korban begal untuk melarikan diri.

Yana pun akhirnya meminta maaf karena telah membuat gaduh. Ia tak menyangka voice note yang diikirimkan ke istrinya berakibat fatal. Melansir dari Kumparan.com, Yana meminta maaf sembari menangis di Polres Sumedang.

Iklan

“Saya, Yana Supriatna, pembuat gaduh, saya mengirim pesan ke istri seolah saya jadi korban kejahatan. Dengan ini saya menyatakan permohonan maaf sebesar-besarnya,” ucap Yana.

Ia meminta maaf kepada aparat keamanan, TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Satpol PP, keluarga, masyarakat umum dan masyarakat lainnya yang melakukan pencarian selama berhari-hari. Ia mengakui melakukan kabar bohong seolah-olah saya dicelakai orang lain.

“Saya tidak menyangka Polres Sumedang demikian seriusnya merespons kabar buruk saya dan yakin saya jadi korban kejahatan.”

BACA JUGA Petenis Cina Hilang Setelah Ungkap Skandal Seks Pejabat dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

 

 

Terakhir diperbarui pada 23 November 2021 oleh

Tags: berita bohongcadas pangeran
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

penculikan kiai dan ulama
Kilas

Polisi Tangkap Para Penyebar Berita Hoax Penculikan Kiai dan Ulama

23 Februari 2018
3 + 1 Hoax Membangun di Jaman SBY dan Jokowi MOJOK.CO
Pojokan

3 + 1 Hoax Membangun di Jaman SBY dan Jokowi

5 Januari 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

fresh graduate dari UNPAD kerja di Jakarta. MOJOK.CO

Sering Ditolak Magang di Jakarta meski Bermodal Kampus Top, Ternyata “Life After Graduation” Memang Seberat Itu

28 Januari 2026
Honda Scoopy, Bukti Perempuan Beli Motor Berdasarkan Warna Lipstik MOJOK.CO

Honda Scoopy Adalah Bukti Bahwa Perempuan Memilih Motor Berdasarkan Kode Warna Lipstik, Bukan Berdasarkan Kemampuan Mesin

27 Januari 2026
Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki MOJOK.CO

Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki

23 Januari 2026
Nilai Empan Papan Orang Jogja dalam Series Trio Bintang Lima. MOJOK.CO

Series “Trio Bintang Lima”: Saat Arwah Eyang Turun Tangan Ingatkan Gen Z yang Lupa Soal Tata Krama Orang Jogja

25 Januari 2026
Tidak seluruh pekerja judol di Kamboja adalah korban. MOJOK.CO

Berhenti Meyakini Semua Pekerja Judol di Kamboja Itu Korban. Toh, Sebagian Memang Menikmati Jadi Pelaku

28 Januari 2026
Alwi Farhan juara Daihatsu Indonesia Masters 2026, bikin Istora Senayan, Jakarta menggelora MOJOK.CO

The Authentic Alwi Farhan: Gen Z Muda dan Berbahaya, Mental Baja tapi Suka Belajar dari Kritik

25 Januari 2026

Video Terbaru

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 1): Bukan Guru Besar Biasa, Diuji Bukan dengan Pujian

21 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.