Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Bergabungnya Ahok ke PDIP Diklaim Beri Dampak Positif Untuk Jokowi-Ma’ruf Amin

Redaksi oleh Redaksi
28 November 2018
A A
AHOK PDIP MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lepas dari masa hukuman dua tahun, Ahok diklaim akan merapat ke PDIP. Sikap ini dipandang akan beri dampak positif untuk Jokowi-Ma’ruf Amin.

Jelang bebas dari hukuman dua tahun, arah politik Basuki Tjahaja Purnama begitu ditunggu. Tahun lalu, mantan Gubernur DKI yang tersandung kasus penistaan agama tersebut mengungkapkan dirinya enggan kembali ke dunia politik. Ahok, nama panggilannya, memilih menjadi pembicara saja ketimbang masuk partai atau menjadi staf presiden.

Iklan

Namun, arah angin nampaknya berubah. Seperti perubahan di dalam politik yang memang serba cepat, sikap Ahok juga berubah. Adalah Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDI Perjuangan mengklaim bahwa mantan pasangannya di Pilgub DKI tersebut sudah menentukan pilihannya. Kelak, setelah bebas dari masa hukuman, Ahok diklaim akan merapat ke PDIP.

Klaim tersebut dilontarkan Djarot di tengah acara konsolidasi pemenangan pemilu 2019 di DPC PDIP Sleman. Alasan merapat ke PDIP adalah karena hanya partai berlambang banteng tersebut yang mau pasang badan, membela Ahok di tengah caci maki dan serangan ketika kasus penistaan agama menjadi topik panas di Indonesia.

“Karena yang berani betul di garis depan, ketika ada yang melawan Pancasila, ketika ada yang menghina seseorang warga negara, mencaci, membenci, dan sebagainya, yang berani paling depan adalah PDI Perjuangan. Ini betul. Makanya dia bilang: ‘Kalau nanti saya masuk politik, saya akan pasti masuk PDI Perjuangan’,” klaim Djarot.

Polemik kabar bergabungnya Ahok ke PDIP mendapat respons beragam. Ardian Sopa, peneliti dari LSI Denny JA memperkirakan bahwa bergabungnya politikus yang film biopiknya tembus satu juta penonton tersebut bakal memberikan dampak positif bagi pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Adrian menyebut bahwa keberadaan pendukung yang solid akan memberikan dampak positif. Terlebih, massa yang menolak pasti tidak sebanyak ketika belum menjalani hukuman.

Politikus PDIP, Charles Honoris juga mengungkapkan bahwa bergabungnya Ahok akan sangat membantu PDIP untuk merumuskan program pro rakyat, terutama di DKI Jakarta.

“Sebagai anggota DPR dari Dapil DKI Jakarta saya melihat rencana bergabungnya Ahok yang seorang mantan Gubernur DKI ke PDI Perjuangan, juga akan membantu parti merumuskan program-program pro rakyat di Ibu Kota Negara,” kata Charles.

Menanggapi polemik bergabungnya Ahok ke PDIP, PKB dan Hanura meragukan klaim dari Djarot. Salah satu alasannya adalah pernah berkata tidak akan masuk politik lagi setelah lepas dari masa hukuman.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Satu hal menarik dari polemik merapatnya Basuki Tjahaja Purnama ke kubu Jokowi adalah keberadaan Kiai Ma’ruf Amin. Keduanya “bertentangan” di kasus penistaan agama. Yah, namanya juga politik. Kawan dan lawan begitu cepat berganti. Sudah seperti gaya pacaran ABG; putus, nyambung, putus lagi. (yms)

Terakhir diperbarui pada 28 November 2018 oleh

Tags: ahokjokowipdipPilpres 2019
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Kabar

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Kehangatan Tuan Rumah di Penutup Prambanan Jazz 2026.MOJOK.CO

Kehangatan Tuan Rumah di Penutup Prambanan Jazz 2026

6 Juli 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Pertama kali beli mesin cuci di rumah desa, kena julid tetangga MOJOK.CO

Pertama Kali Beli Mesin Cuci di Rumah Desa: Terharu Ringankan Beban Ibu hingga Dianggap Buang Duit oleh Tetangga Julid

10 Juli 2026
Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar MOJOK.CO

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.