Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Surat Terakhir Cinta buat Rangga

Iqbal Aji Daryono oleh Iqbal Aji Daryono
15 November 2014
A A
Surat Terakhir Cinta buat Rangga

Surat Terakhir Cinta buat Rangga

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hae, Rangga..

Sori gue kirim ini. Bukan bermaksud apa-apa sih. Tapi perjumpaan sekejap di Bandara Soetta siang kemarin itu enggak banget deh. Gue ngerti elo mau ngobrol banyak, dan sejujurnya gue juga mau itu.

Iklan

Sayangnya gue nggak bisa tampak berlama-lama di depan lo. Jadi terpaksa gue kirim aja pesan panjang ini.

Rangga, gue harus bilang ini: sebenernya gue enggak cinta elo lagi. Itu faktanya. Maaf banget.

Okelah gue ceritain apa yang terjadi waktu itu. Gue emang hancur lebur begitu elo pergi. Remuk, Rangga, hancur berkeping-keping. Gue bener-bener kehilangan masa remaja gara-gara kepergian elo.

Mulai hari itu, hari ketika elo kasih ciuman pertama sekaligus terakhir itu, gue limbung. Rasanya nggak ada lagi minat secuil pun buat hang out sama temen-temen, buat berhahahihi. Gue lebih memilih suntuk menghabiskan waktu di kamar, menulis ratusan puisi.

Ah, enggak, enggak. Gue bohong. Gue emang nulis ratusan puisi, tapi kegiatan utama gue adalah menyelam. Menyelam dalam genangan air mata. Ah.

Singkat cerita, gue nyaris gagal Ebtanas. Nilai gue jeblok. Papa yang udah sejak lama kepingin gue masuk Kedokteran UI pun cuma pasrah aja waktu akhirnya gue sadar diri milih Fakultas Filsafat.

Ya, banyak orang ngira gue idealis gegara masuk Filsafat. Padahal kenyataannya ini cuma perkara realistis aja sama prospek gue di tes masuk.

Makanya, selama kuliah di Filsafat itulah, gue nggak ikutan hanyut seperti teman-teman. Pernah sih sedikit terpesona sama Nietzsche. Tapi lama-lama gue malah nemu mazhab filsafat gue sendiri: Mazhab Kenyataan.

Iya, Rangga. Kenyataan. Segala jenis kenyataan harus gue sadari, gue kunyah 33 kali, dan akhirnya gue telan sepenuh hati.

Kenyataan pertama adalah elo minggat. Lenyap entah sampai kapan. Terus-terusan nungguin elo sama artinya gue ngelindur!

Lagian sebenernya waktu itu gue juga belom kenal-kenal amat sama lo, apalagi sama bokap lo. Dan, hei, bahkan gue belom pernah lihat KTP lo! Ngawur kan? Jangan-jangan isian kolom agama kita beda? Kalo ternyata agama di KTP kita beda dan gue udah telanjur nungguin elo belasan tahun, mau jadi apa kita coba?

Kenyataan kedua, gue patah hati. Dan obat paling manjur untuk patah hati adalah.. jatuh cinta lagi. Jadi yaa.. gue berjuang keras buat jatuh cinta.

Iklan

Selama kuliah, banyak cowok ngedeketin gue. Tapi yang bikin gue tertarik justru yang orangnya nggak pernah gue temuin. Namanya Puthut EA, anak Jogja. Dia pintar menulis, dan mengirim belasan surat ke gue. Dia bahkan pernah bikin buku kumpulan puisi yang judulnya pakai nama gue. Kampretnya, ketika gue ajak dia ketemuan di Jakarta, dia malah bilang cemas. Puthut cemas kalo segala bayangan indahnya tentang gue malah jadi rusak gara-gara ketemu muka.

Dari situ gue gondok berat, trus mutusin nggak percaya lagi sama cinta. Si Cinta ini udah persetan dengan cinta.

Itu jugalah yang bikin gue masuk ke kenyataan selanjutnya.

Kenyataan ketiga, gue akhirnya sadar kalo gue nggak bakalan bisa makan cinta, apalagi makan puisi. Cowok-cowok macam elo dan Puthut nggak menjanjikan apa pun yang konkret selain melankoli. Padahal ini Jakarta, Rangga. Hidup begitu keras dan mahal di sini. Lo kira kalo kita jadi kawin, kita bisa pakai puisi buat beliin susu anak dan bayar imunisasi, gitu? Tukang odong-odong keliling aja mana mau dibayar puisi?

Makanya, ketika akhirnya ada cowok anak keluarga konglomerat datang ngelamar gue, apa boleh buat, gue terima aja dengan lapang dada. Ini takdir gue, Rangga. Gue nggak bisa menolaknya.

Dan.. pada hari pernikahan kami, dengan ikhlas gue ngucapin dadah bye-bye ke segala dunia penuh drama.

Tiba-tiba elo nongol lagi, di saat semua sudah jauh berbeda. Hebatnya ya, jangankan nanya gimana kabar gue, kerja apa sekarang, tinggal di mana, eh elo nanya gue udah merit apa belom aja enggak. Terlalu deh lo, Ranggaaa! Argh.

FYI, anak gue sekarang udah dua. Makanya waktu lo ngajak ketemuan, gue nggak langsung jawab, karena mikir dulu anak-anak mau gue titipin ke mana. Baby sitter lagi pada mudik ke Sukabumi.

Ketika akhirnya gue dapat tempat nitip, gue susul lo ke bandara. Tapi seperti perintah laki gue tiap harinya, gue wajib dikawal kalo jalan ke luar. Itulah kenapa di bandara itu gue nggak berani deket-deket banget ke elo. Sekalinya lo nyosor bibir gue lagi nih, bakalan abis muke lo dipermak bodyguard gue.

Ah, sudahlah. Hidup harus terus berjalan. Sampai di sini aja ya, Rangga. Sukses buat kamu. Jangan lupa kawin.

C. I. N. T. A.

 

P.S: Nggak usah dibales. Laki gue suka rempong buka-buka hp gue. Lagian gue juga mau uninstall LINE ah, mau balik ke Whatsapp aja.

 

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2017 oleh

Tags: Ada Apa Dengan CintacintaLineRangga
Iqbal Aji Daryono

Iqbal Aji Daryono

Penulis dari Bantul. Lulusan Sastra Jepang, UGM.

Artikel Terkait

Ngopi Itu Nikmat, Tidak Perlu Diributkan | Semenjana Eps. 9
Video

Ngopi Itu Nikmat, Tidak Perlu Diributkan | Semenjana Eps. 9

25 Maret 2025
pilot selingkuh.MOJOK.CO
Ragam

Memilih Selingkuh dengan Orang yang Lebih “Jelek” dari Pasangan Aslinya, Penyebabnya Impulsif hingga Butuh Variasi

8 Januari 2024
Kota S yang Jadi Kutukan Cinta Untukku MOJOK.CO
Kilas

Kota S yang Jadi Kutukan Cinta Untukku

20 Desember 2023
Untuk Ning Pondok yang Menolak Cintaku, Cuma Mau Bilang “Aku Masih Menyayangimu” MOJOK.CO
Kilas

Untuk Ning Pondok yang Menolak Cintaku, Cuma Mau Bilang “Aku Masih Menyayangimu”

11 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.