Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Surat Cinta untuk Warga Solo: Jangan Ulangi Problem Pariwisata Jogja

Jangan sampai dulur Solo malah terdesak. Kehilangan ruang publik dan ekspresi. Justru ruang publik harus bisa diakses semua orang.

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
4 Februari 2023
A A
Surat Cinta untuk Warga Solo: Jangan Ulangi Problem Pariwisata Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi Surat Cinta untuk Warga Solo: Jangan Ulangi Problem Pariwisata Jogja. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kepada saudaraku di Solo, apa gunanya pariwisata yang romantis, ketika warga Jogja di dalamnya hidup meringis?

Kata leluhur, niat baik saudara harus didukung. Bukan dihalang-halangi, apalagi malah iri hati. Inilah yang saya rasakan ketika mendengar niat baik dulur Solo. Saudara tua Jogja ini punya niatan untuk hidup lebih baik. Niatan untuk menjadi destinasi wisata baru yang menyalip Jogja. Tapi wajar sih. Toh semua daerah ingin berlomba menjadi destinasi wisata baru. Karena sektor ini terlihat menjanjikan di atas kertas.

Tentu warga Jogja tidak boleh merasa tersaingi. Ingat, Mataram is Love! Sebagai saudara kandung bumi Mataram, sudah sepatutnya Jogja mendukung niat saudara tua ini. Apalagi Jogja lebih senior daripada Solo kalau urusan wisata. 

Jadi, selain mendukung, sudah sewajarnya Jogja ikut berbagi pengalaman selama menggenjot sektor pariwisata. Bukan hanya pengalaman pembangunan dan beautifikasi saja, tapi juga bagaimana rakyat hidup dalam ekosistem wisata.

Oleh sebab itu, dengan penuh rasa hormat, saya mau menyapa dulur-dulur Solo. Menyapa Anda semua yang sedang bersorak dalam euforia pembangunan pariwisata. Dan dengan hormat, saya ingin sedikit cerita tentang hidup di dunia pariwisata. Bukan menggurui, tapi ngudo rasa serta mulat sarira. Pasti warga Solo tidak asing dengan ungkapan ini.

Pariwisata memang menjanjikan

Industri pariwisata tidak pengap seperti pabrik semen. Tidak juga berbahaya seperti tambang. Pariwisata menawarkan hidup romantis dan penuh estetika. Karena yang disasar adalah rasa dalam hati wisatawan. Apalagi kalau bercermin pada Jogja. Pasti akan merasa iri dengan “Rindu, pulang, dan angkringan.”

Tapi saya yakin dulurku sering mendengar suara sumbang di Jogja. Suara kesesakan dan juga kemarahan warganya. Dulurku, jangan sampai kalian berakhir seperti ini. Jangan sampai kalian mengulangi masalah yang kini menghantui Jogja.

Kepentingan pariwisata akan sering bergesekan dengan kepentingan warga. Dan pembangunan berdoktrin pariwisata akan sering meninggalkan masyarakatnya. 

Baca halaman selanjutnya

Jangan terbuai, jangan sampai jadi tumbal

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2023 oleh

Tags: gentrifikasiJogjamatarampariwisata jogjasoloumr jogja
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Jika artikel saya menyinggung Anda, saya tidak peduli.

Artikel Terkait

Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)
Pojokan

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
slow living, desa, warga desa.MOJOK.CO
Catatan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.