Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Untuk Ustaz yang Doyan Nyinyirin Perempuan Sebagai Ahli Neraka

Mega S Haruna oleh Mega S Haruna
29 April 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Peluang setiap hamba, laki dan perempuan, masuk neraka itu sebenarnya sama, 50:50, tapi kalau di mulut banyak ustaz perbandingannya kok bisa jadi 85:15 ya?

Penghuni neraka terbanyak berasal dari kaum perempuan. Konon karena mereka suka bergunjing, sering mengeluh, dan durhaka terhadap suami. Nah, poin ketiga itu yang paling sering dijadikan alasan kenapa objek dakwah lebih banyak diprioritaskan kepada perempuan.

Ketika acara kawinan lalu sesi sampai khotbah pernikahan, sangat sering saya dengar pencemarah akan membahas serta membandingkan hak suami dengan kewajiban istri. Seolah-olah suami yang hanya bertugas memberi nafkah lahir dan batin, kemudian wajib dilayani sepenuhnya.

Contoh-contoh kelakuan buruk selalu saja berasal dari istri, misalnya ketika suami pulang kerja terus disambut istri yang masih beraroma bawang. Sementara suami boleh-boleh saja pulang dengan bau apek. Istri protes? Heh, masuk neraka ancamannya.

Kalau suami selingkuh katanya karena istri tidak pandai memijit. Kalau suami lebih suka jajan di luar karena layanan istri tidak memuaskan. Kalau suami lebih suka bercengkrama dengan perempuan lain, karena istri di rumah bawel.

Jadi kelakuan suami tergantung perlakuan istri di rumah. Suami betah di rumah, jika istri siap memenuhi segala kebutuhan suami. Perempuan suka keluyuran, bukan kesalahan suami tidak memanjakan istrinya di rumah tetapi karena istri memang perempuan tidak tahu diri.

Yapps, begitulah yang terjadi. Kesenjangan-kesenjangan ini terpelihara dengan sangat rapi di masyarakat.

Perempuan yang paling baik menurut konstruksi yang dibentuk ustaz laki-laki adalah yang patuh, bisa diatur ke arah mana saja maunya suami. Kalau diibaratkan laki-laki adalah supir sementara perempuan adalah kendaraannya.

Ditancap, ia maju. Direm, ia berhenti. Dibelokkan, ia manut. Kalau sering mogok, tinggal diganti dengan yang baru. Bagaimana bisa menenangkan hati apalagi memuaskan kalau sering mogok?

Perempuan merupakan kendaraan yang harus siap ke mana saja setelah diberi materi berupa bahan bakar dan lebih harus giat lagi setelah diberi perawatan.

Sayangnya, perempuan bukan benda yang tidak punya pendirian atas dirinya sendiri. Individu yang secara anatomi ini meskipun berbeda dari jenis kelamin lain, bukan berarti makhluk yang tidak lengkap.

Karena sering dianggap kurang baik dari segi pemikiran yang tidak logis apalagi tingkah laku kadang tidak terkontrol, perempuan pun banyak mendapat aturan khusus dari lingkungannya.

Yang sebenarnya terjadi adalah karena perempuan tidak mengikuti kemauan dari pikiran laki-laki, dan masyarakat pada umumnya tidak menyadari bahwa perempuan punya pikiran sendiri yang sesuai dengan gendernya.

Sepertinya, laki-laki selalu menyimpan tipe pasangan ideal dalam pikirannya sehingga jika memiliki pasangan yang tidak sama dengan khayalannya itu akan dianggap tidak sempurna dan tentu saja butuh perbaikan.

Iklan

Jadi yang sebetulanya perlu direkonstruksi, si perempuan sebagai makhluk nyata atau makhluk imajinasi di kepala laki-laki?

Materi dakwah yang paling laris selanjutnya adalah batasan aurat. Perempuan itu harus tertutup dan tidak boleh lebih atraktif dalam gerakannya. Menutup bukan berarti membungkus semata. Fungsinya melindungi jadi kalau kainnya tipis, masih bisa digigit nyamuk.

Lagi-lagi sebenarnya melindungi yang sering dijelaskan pendakwah bukan melindungi kaum perempuan dari ancaman yang lain. Sampai sekarang saya belum pernah dengar ada ustaz yang menjelaskan fungsi menutup aurat dari segi selain demi membentengi diri dari nafsu laki-laki terhadapnya.

Katanya, otak mesum laki-laki itu berada di jidat—garis terdepan dari tubuhnya. Jika mata sudah melihat, sinyal-sinyal yang dikirimkan ke pusat mesum itu sangat susah terkontrol.

Dan karena hasrat bersetubuh bukan pada pasangan sah itu adalah dosa maka mereka harus mengatur sedemikian rupa sehingga terhindar dari marabahaya libido.

Tetapi anehnya, sumber libido dilimpahkan kepada bukan dari tubuhnya sendiri melainkan menyeberang ke tubuh perempuan. Itulah kenapa tubuh perempuan mesti diatur sesuai kemauan mereka sebab jika libido laki-laki tidak terkendali, perempuan yang salah, yang masuk neraka. Waduh gini-gini amat ya?

Barangkali ke depan, kalau seandainya hewan kayak sapi bisa menimbulkan libido, mungkin ia pun perlu memakai baju.

Atau coba kita balik barang sejenak saja.

“Wahai kau, laki-laki tampan. Lengan bajumu kependekan, otot-ototmu menggoda.” Atau “Hai ganteng, kok celananya ketat gitu, bikin kami nafsu.” “Hey, kau makhluk tak tahu berpikir matang, kau biarkan celanamu robek dan memperlihatkan kekuatan pahamu. Tutup. Tutup. Segera tutup.” “Jangan gerak macam-macam, nanti perut sixpack-mu kelihatan.” “Pakai baju longgar sayang, entar tante sebelah ganggu.” “Boksermu nerawang, bahaya.” “Pakai baju yang ini, lebih kelihatan jantan.” “Oohhhh baju itu warnannya mencolok. Haram.”

Gimana? Nyaman nggak digituin, Ustaz?

Dan katanya, perempuan adalah makhluk yang tercipta dari tulang rusuk laki-laki. Hal yang kemudian dipakai sebagai analogi bahwa perempuan itu “bengkok” karena berasal dari tulang rusuk. Lalu analogi ini diarahkan untuk mengatakan bahwa karakter perempuan pada dasarnya sulit di-“lurus”-kan.

Paling sering kita mendengar mereka bilang, “Jangan paksa meluruskan tulang rusuk, bisa-bisa mereka patah, perempuan sudah ditakdirkan demikian.”

Emang kenapa sih tidak memakai analogi dengan pemaknaan yang lebih baik?

Misalnya, seperti tulang rusuk yang tidak lurus sebenarnya secara anatomi menyesuaikan organ-organ yang dilindunginya. Ibarat sebuah pelukan yang menjaga mereka tetap pada tempatnya dan menjalankan fungsinya dengan baik.

Dan sebagaimana tulang rusuk yang melindungi alat-alat vital penunjang hidup kayak jantung dan paru-paru, seorang perempuan pun rela retak dan patah demi anak, keluarga, dan orang-orang yang dicintainya bisa tetap selamat.

Meski di seberang sana selalu dinyinyirin sebagai ahli neraka. Selalu diingatkan kewajiban-kewajibannya oleh ustaz-ustaz yang di sisi lain lebih gemar menuntut hak-haknya sebagai manusia.

Sampai lupa, bahwa si ustaz pun dilahirkan dari rahim perempuan dengan mempertaruhkan nyawa. Masa iya, perempuan disebut lebih mudah jadi ahli neraka ketika di telapak kakinya terdapat surga?

Terakhir diperbarui pada 29 April 2019 oleh

Tags: ahli nerakaperempuanustaz
Mega S Haruna

Mega S Haruna

Artikel Terkait

Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan
Urban

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
pekerja perempuan.MOJOK.CO
Kabar

Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau

1 Mei 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO
Esai

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan MOJOK.CO
Esai

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan 

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026
Sejumlah titik ruas jalan rusak di Jawa Tengah (Jateng) dapat perbaikan di 2026 MOJOK.CO

Jalan Rusak di Jawa Tengah Dapat Perbaikan di 2026: Rusak Berat Diprioritaskan, Pengerjaan Dilarang Asal-asalan

5 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.