Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Meraih Sukses lewat Stres Bersama Muhadjir Effendy

Danang Pamungkas oleh Danang Pamungkas
18 April 2018
A A
Muhadjir-Effendy-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sulitnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA yang awalnya jadi lucu-lucuan, kini berkembang semakin serius. Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyebut UNBK Matematika SMA sebagai malpraktik pendidikan. Begini tanggapan Pak Muhadjir Effendy?

Dini hari tadi, saya tertawa lepas menyimak wawancara Liputan 6 SCTV dengan Mendikbud Muhadjir Efendy. Ini gara-gara Pak Menteri diminta menanggapi aduan siswa dan KPAI terkait sulitnya UNBK Matematika tingkat SMA kemarin.

Iklan

Cara Pak Muhadjir menjawab luar biasa. Bisa dicontoh pejabat lain. Alih-alih menanggapi kritik tentang UNBK yang mahasulit dengan melaporkan pengkritiknya ke polisi, beliau malah memberikan kata-kata mutiara kehidupan.

UNBK ini menyesuaikan dengan standar internasional, jadi memang kita harus meningkatkan kemampuan agar kita bisa bersaing di tingkat internasional. Kita harus belajar stres dulu, kalau tidak stres nanti belajarnya kurang semangat.

Itulah kira-kira komentar Pak Menteri yang saya ingat. Saya sih mendukung beliau. Belajar itu harus stres dulu. Lha wong sekarang saja banyak sarjana yang stres karena susah dapat kerjaan. Makanya kita harus latihan stres sejak SMA. Dan lagi, orang-orang yang sekarang kalau stres sedikit jadi gampang sakit, gampang depresi, sampai gampang pengin bunuh diri, itu pasti karena waktu remaja kurang banyak mengalami stres.

Tiga hari sebelumnya, di Kompas TV, Pak Muhadjir juga menanggapi UNBK yang susah dengan memberikan orasi kebangsaan yang membuat kita bersemangat untuk maju ke depan.

“Saya mohon generasi muda para siswa harus siap lebih keras dan menantang kesulitan-kesulitan yang ada di depannya. Jangan mencari mudah, dunia sekarang tidak menoleransi orang-orang yang cari gampang. Justru sekarang ini peluang kita sengat besar untuk berkompetisi dengan negara lain untuk menjadi bangsa yang maju dan bangsa yang besar. Karena kita punya potensi, punya prasyarat untuk menjadi besar itu, dengan jumlah penduduk, jumlah luas wilayah jumlah kekayaan alam tinggal SDM-nya.

“Kalau kita punya SDM yang handal, yang punya daya juang tinggi, dan daya tubuh tahan banting, insyallah, kita akan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa besar yang lain dan menjadi bangsa maju ke depan.”

Jika kita amati, perkataan Pak Muhadjir sebenarnya selalu konsisten. Sejak ia menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan, fokus Pak Muhadjir selalu sama: selalu berusaha menyiksa siswa membuat siswa belajar lebih keras.

Barangkali Anda masih ingat. Sewaktu Pak Muhadjir baru saja dilantik Jokowi sebagai mendikbud yang baru, usulan pertamanya langsung bikin heboh. Bikin rencana full day school. Usul itu memang kemudian ditolak publik dengan bermacam-macam alasan.

Tapi, Pak Muhadjir tidak gampang stres dan tak mudah kalah oleh tantangan. Agak lama tenggelam, setengah tahun kemudian Pak Muhadjir tahu-tahu sudah ketok palu dengan bikin Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Full day school is coming back~

Masyarakat langsung ramai lagi, menolak keras. Entah apa yang ada di pikiran Pak Muhadjir ketika memunculkan kembali full day school. Apakah Pak Muhadjir tipe pria yang ketika ditolak saat nembak, kemudian memutuskan nembak lagi enam bulan kemudian dengan harapan diterima?

Tujuh hari setelah disahkan, ujung-ujungnya permendikbud itu dibatalkan. Bukan, bukan karena Pak Muhadjir menerima stres dan menyerah menghadapi netizen yang mahabenar. Pak Muhadjir tidak pernah lemah. Yang lemah Pak Jokowi, yang meminta peraturan itu dibatalkan setelah mendapat keluhan dari guru dan siswa Rais Aam Nahdlatul Ulama.

Iklan

Kekeraskepalaan Pak Muhadjir untuk menempa daya juang siswa memang terbukti. Segala cara bisa ditempuh. Full day school gagal sekali? Coba lagi. Full day school gagal dua kali? Ganti dengan UNBK. Pak Muhadjir hanya rendah hati saja. Sebenarnya dia punya slogan yang tidak mau dia ungkap. Belajar, belajar, belajar!

Sebagai bangsa yang sedang membangun generasi emas, kita memang harus meningkatkan daya saing dan daya juang. Bagi generasi muda jangan cepat mengeluh, jangan cepat patah semangat. Dikit-dikit komplain. Dikit-dikit bikin meme. Dikit-dikit bilang “UNBK itu berat, biar Pak Menteri saja.”

Daripada mengerjakan soal UNBK, jadi menteri pendidikan jelas jauh lebih berat. Tahu sendiri, masalah pendidikan di Indonesia seabrek. Dibanding-bandingin terus sama Finlandia, kurang guru, siswanya banyak, gedung sekolah rusak, ada murid yang suka mukul guru, ada guru yang suka mukul murid, sekolah tidak merata di seluruh Indonesia. Macam-macam.

Pak Muhadjir harus memilih mana yang harus dibereskan duluan. Dan ia memilih memperkuat daya juang, daya tahan pada stres, dengan membiasakan siswa stres sama sekolah terlebih dahulu. Landasan studinya? Lihat Laskar Pelangi. Muridnya sedikit, tinggal di pedalaman, gurunya kurang, gedungnya buruk, tapi alumninya bisa sekolah sampai ke Sorbonne. Karena apa? Karena daya juang, kawan-kawan.

Solusi yang nggak lucu seperti ini jelas cuma bisa dipikirkan orang Muhammadiyah.

Terakhir diperbarui pada 18 April 2018 oleh

Tags: full day schoolmatematikamendikbudmuhadjir effendySMAStressulitujianUNBK
Danang Pamungkas

Danang Pamungkas

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
ibu dua anak, SMA Internasional Budi Mulia Dua, sekolah islam yang tidak mewajibkan siswinya berjilbab.
Ragam

Ibu Dua Anak Nekat Balik Masuk SMA Demi “Memutus Kemiskinan”, Cita-Cita Ingin Kuliah Kedokteran

29 Januari 2026
sekolah negeri, sekolah swasta.SALAM, sekolah di Jogja. MOJOK.CO
Fragmen

Sekolah Negeri Makin Tak Diminati, Mengapa Sekolah Swasta Kian Seksi di Mata Orang Tua?

28 Januari 2026
Menjadi Guru SD di Era ‘Skibidi Toilet’: Pertarungan Sengit Melawan Algoritma yang Tak Mungkin Saya Menangkan MOJOK.CO
Esai

Menjadi Guru SD di Era ‘Skibidi Toilet’: Pertarungan Sengit Melawan Algoritma yang Tak Mungkin Saya Menangkan

7 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Caffino Srikandi Merdeka Cup: turnamen sepak bola putri internasional di Kudus, momentum bakat muda Indonesia unjuk kualitas MOJOK.CO

Srikandi Merdeka Cup: Turnamen Sepak Bola Putri U-16 Level Internasional di Kudus, Momentum Unjuk Kualitas untuk Tembus Timnas

3 Agustus 2026
Budi daya ikan nila cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan ngasal MOJOK.CO

Budi daya ikan nila bisa cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan sampai merusak sumber daya 40 tahun ke depan

30 Juli 2026
Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
Lulusan SMK buka jasa cleaning service. MOJOK.CO

Lulusan SMK Pernah Kerja Jadi Cleaning Service dengan Upah Rp20 per Jam, Kini Buka Usaha Sendiri hingga Hasilkan Omzet Rp70 Juta

29 Juli 2026
Lolos SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jual Tiramisu. MOJOK.CO

Seporsi Kemenangan usai Ayah Tiada: Jualan Tiramisu di Saparua sejak Remaja agar Bisa Sekolah hingga Tembus SBM ITB

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.