Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Sama Seperti KKN, Skripsi Sudah Usang dan Tidak Berguna

Khoirul Atfifudin oleh Khoirul Atfifudin
1 Agustus 2024
A A
Sama Seperti KKN, Skripsi Sudah Usang dan Tidak Berguna MOJOK.CO

Ilustrasi Sama Seperti KKN, Skripsi Sudah Usang dan Tidak Berguna. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Banyak mahasiswa bahwa tugas kayak gini nggak ada manfaatnya

Awalnya pandangan itu saya kira hanya opini mentah saya pribadi saja. Tapi ternyata tidak. Sempat saya iseng menanyakan hal serupa kepada teman-teman saya. Dari mulai teman yang jurusannya Psikologi, Ilmu Komunikasi, Sejarah, Pendidikan, dan lain sebagainya. Ternyata mereka mengatakan bahwa skripsi itu tidak ada gunanya.  

Saya sendiri juga yakin banyak mahasiswa di luar sana yang merasakan hal serupa. Tak ayal saya masih ingat tahun lalu sempat ramai usulan agar skripsi ini dihilangkan. Saya berada di pihak yang memang lebih baik dihapuskan saja. 

Coba sekarang kita pikir-pikir lagi. Skripsi ini gunanya untuk apa, atau untuk siapa? Kalau memang berguna bagi mahasiswa, apakah dengan mengerjakan skripsi kemampuan menulis mahasiswa semakin bagus? Sepertinya tidak. Atau apakah mahasiswa jadi memiliki daya kemampuan berpikir kritis/analisis yang mumpuni? Ya nggak juga karena kadang cuma formalitas syarat lulus. 

Lalu dari segi kampus, apakah akreditasi kampus terangkat? Sepertinya tidak juga. Kalau membicarakan apakah skripsi berguna bagi masyarakat tentu sangat tidak ada faedahnya. 

Nantinya di dunia kerja juga mahasiswa tidak akan ditanya skripsinya bagaimana. Kalau ditanya, biasanya hanya basa-basi saja. Saya mengamati dunia kerja tidak butuh skripsi. Untuk menghadapi dunia kerja yang dibutuhkan adalah skill, portofolio, relasi, dan reputasi.

Hanya akan menumpuk, tidak dibaca

Skripsi yang saya, Anda, kalian, dan kita semua hanya akan menumpuk di rak perpustakaan kampus atau mengendap di laptop. Tidak ada yang membacanya. Kalau kebetulan ada yang membaca, biasanya pas butuh saja. Alias ada tuntutan untuk mencari referensi di penelitian sebelumnya atau penelitian serupa. Pahit memang. Skripsi yang disusun dengan kerja keras, kesabaran, dan berdarah-darah harus mengalami nasib yang demikian. 

Jadi sampai di sini seharusnya dunia akademik khususnya kampus sadar bahwa tugas kayak ini nggak seharusnya jadi syarat kelulusan. Tidak berguna. Dan sudah usang. Bahkan akui saja kalau banyak dosen pembimbing yang terbebani dengan tanggung jawab untuk mengoreksi di tengah kesibukan mereka dalam tridharma perguruan tinggi: penelitian, pengabdian, dan pendidikan. 

Belum lagi dari pihak dosen kerap terang-terangan mengatakan bahwa skripsi yang bagus bukan yang sempurna, melainkan yang selesai. Ah saya mengira dari situ justru dunia akademik sedang mempermainkan mahasiswanya. 

Padahal, entah mereka tahu atau tidak bahwa banyak mahasiswa pusing mengerjakan skripsi. Semacam ada beban yang seolah mengajak untuk menyerah. 

Skripsi lebih baik diganti ke tugas akhir aplikatif

“Lantas apa solusinya? Jangan cuma mengatakan kalau skripsi itu tidak penting dan sudah usang saja!” 

Mungkin ada yang berpikir seperti itu. Sebenarnya kalau membicarakan solusi, saya tidak memiliki kewajiban untuk itu. Karena yang sudah semestinya memikirkan adalah pihak-pihak yang berkecimpung di instansi pendidikan, khususnya dinas-dinas atau menteri pendidikan.

Tapi kalau boleh usul, lebih baik dunia pendidikan tinggi mengganti skripsi dengan tugas yang memiliki kemanfaatan, setidaknya bagi mahasiswa. Misalnya tugas akhir aplikatif. Atau masing-masing jurusan diberikan tanggung jawab tugas akhir yang relate dengan jurusan tersebut. 

Misal mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi jurnalistik membuat media online. Mahasiswa Sastra Indonesia membuat buku atau karya lainnya. Dan kampus harus memberikan dukungan secara penuh.

Memang harus diakui ada beberapa kampus yang saya tahu sebenarnya sudah menawarkan pilihan untuk mengerjakan tugas akhir sebagai pengganti. Tapi, boleh ada keruwetan-keruwetan di birokrasi yang mau tidak mau membuat mahasiswa lebih mending memilih skripsi.

Iklan

Dan izinkan saya memakai istilah yang mungkin kesanya agak ndakik-ndakik, bahwa skripsi telah merebut ingatan mahasiswa. Para mahasiswa kalau mau lulus digiring harus mengerjakan skripsi. 

Padahal, sekali lagi, skripsi itu sudah usang dan tidak berguna. Dan sialnya sebagai mahasiswa kita turut mengikuti arus itu selama berpuluh-puluh tahun. Sungguh hal yang sia-sia. 

Penulis: Khoirul Atfifudin

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Saat Mahasiswa ITB hingga UGM yang Depresi dan Diabaikan Dosen saat Skripsi Terselamatkan Jasa Bimbingan dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2024 oleh

Tags: KKNskripsisyarat s1tugas akhir
Khoirul Atfifudin

Khoirul Atfifudin

Penyuka musik dan tertarik menulis.

Artikel Terkait

Skripsi Jurusan Antropologi Unair susah. MOJOK.CO
Sekolahan

Kecintaan Mengerjakan Skripsi di Jurusan Antropologi Unair, Malah Jadi “Donatur Tetap” dan Tersadar karena Nasihat Timothy Ronald

14 April 2026
Garap skripsi modal copas karena alasan sibuk di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tak punya duit buat bayar joki. Lulus PTN tepat waktu tapi berakhir kena karma MOJOK.CO
Sekolahan

Skripsi Modal Copas karena Sibuk di Ormek dan Tak Kuat Bayar Joki, Lulus PTN Tanpa Kendala tapi Sengsara Tak Bisa Kerja

13 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Mahasiswa KKN di desa
Catatan

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Semifinal Kompetisi Basket Campus League musim perdana Regional Surabaya hujan skor. Universitas Surabaya (Ubaya) jadi raja Jawa Timur MOJOK.CO

Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

29 April 2026
Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh  MOJOK.CO

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 

1 Mei 2026
Usul Menteri PPPA soal pindah gerbong perempuan di KRL hanya solusi instan, tak menyentuh akar persoalan MOJOK.CO

Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan

29 April 2026
Pelatihan skill digital IndonesiaNEXT Telkomsel berdampak bagi kesiapan kompetensi untuk terjun industri MOJOK.CO

Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing

1 Mei 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.