Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Pertanyaan yang Menghantui Saya Sampai-Sampai Saya Tidak Kepikiran Lagi soal Gubernur Baru

Matahari Asysyakuur oleh Matahari Asysyakuur
18 Oktober 2017
A A
kicau-burung-jakarta-mojok Politisi PKB Usul Kontes Burung Kicau Masuk PON mojok.co

kicau-burung-jakarta-mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seperti yang sudah teman-teman ketahui, kemarin secara resmi Jakarta memiliki gubernur dan wakil gubernur baru. Kalau ada yang belum tahu, nih ya saya kasih tahu, gubernur baru Jakarta namanya Anies Baswedan dan wakilnya bernama Sandiaga Uno. Kalau boleh jujur, saya nggak kenal sama mereka dan kayaknya mereka juga nggak kenal sama saya. (Siapa yang nanya? Pengin banget ditanyain?)

Selayaknya pergantian pemimpin baru pada umumnya, timbul berbagai pertanyaan dari orang-orang (dan mungkin, juga demit-demit) seperti, “Apakah mereka bisa mengemban amanah?”, “Apakah mereka bisa menepati janji-janji kampanye?”, “Apakah mereka bisa kompak selalu?”, “Apakah mereka rajin mandi dan menggosok gigi?”, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang dilontarkan entah karena beneran nanya, skeptis, atau mencibir.

Iklan

Namun, gegap gempita pelantikan gubernur baru ini tampaknya tidak membuat saya ikut bertanya-tanya. Wajar saja, karena akhir-akhir ini saya dihantui oleh beberapa pertanyaan lain yang belum ada jawabannya.

Jadi begini, di dekat kosan saya ada sebuah kompleks perumahan tentara Angkatan Laut. Di kompleks tersebut terdapat sebuah lapangan yang cukup luas. Setiap hari Minggu di minggu tertentu diadakan lomba burung di lapangan tersebut. Bapak-bapak berkumpul untuk melombakan burung mereka. Ada yang kecil bersuara nyaring, ada yang besar hitam legam tapi tampak loyo tak berenergi. Pokoknya pas ada acara lomba burung lapangan jadi riuh suara burung. Rame buanget. Senang sekali melihat orang-orang passionate dan bahagia dengan aktivitasnya. Ya bisa dibilang bapak-bapak tersebut menyenangi kegiatan bermain burung.

Melihat peristiwa tersebut timbul pertanyaan di benak saya. Apakah burung suka dimainkan bapak-bapak? Bagaimana perasaan burung tersebut saat dipermainkan bapak-bapak? Apakah ketika burung berkicau dengan riangnya adalah pertanda bahwa burung itu senang dipermainkan? Atau malah kicauan tersebut bisa berarti semacam umpatan yang artinya “Dasar kucing laknat, bebaskan aku dari sangkar terkutuk ini!” (Mungkin dalam bangsa burung, kucing digunakan untuk menyatakan umpatan, atau paling tidak anggap saja begitu.) Lalu ketika bapak-bapak bersiul untuk memancing burung ikut berkicau, apakah burung menganggap si bapak melakukan bird calling yang tentunya termasuk perbuatan pelecehan terhadap burung dan dikecam Asosiasi Burung Seluruh Semesta? Dan pertanyaan terbesar adalah apakah jika saya menjadi bapak-bapak nanti saya akan suka bermain burung? Hmm … entah saya yang terlalu banyak bertanya atau terlalu overthinking.

Sebenarnya bisa dibilang pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak saya tersebut tidaklah penting. Mungking level ketidakpentingannya selevel dengan pertanyaan macam “Apakah astronot menghirup kentutnya sendiri saat memakai space suit?” atau pertanyaan seperti ”Apakah benar suara nyesss saat rambak dicelup ke dalam kuah soto yang hangat adalah suara rintihan kuah soto?”

Mungkin kalau ibu saya tahu bahwa saya mempertanyakan hal seperti itu, bakal ia komentari, “Ealah, cah bagus … wis disekolahke larang-larang kok yo mung nggo mikirke perkoro koyo ngono.”  Ya ampun, anak ganteng … udah disekolahin mahal-mahal kok cuma buat mikirin hal-hal kayak gitu. Tetapi namanya juga pikiran ya, nggak ada yang bisa ngelarang kita mau mikirin apa. Toh juga nggak ada yang tahu apa yang sebenarnya kita pikirin, kecuali kita umbar-umbar dalam bentuk tulisan seperti ini.

Meskipun begitu, pertanyaan-pertanyaan tersebut menghantui pikiran saya terus-menerus. Atau paling tidak, berhasil membuat saya tidak bisa tidur dan membuat tulisan ini. Lalu saya teringat ucapan seseorang kawan lama bahwa tidak semua pertanyaan bisa langsung ditemukan jawabannya dan seiring berjalannya waktu, jawaban akan datang sendirinya. Jika memang begitu adanya, apa mau dikata. Saya pun pasrah saja.

Tapi, kemudian saya menemukan video ini yang mana seorang gadis kecil bertanya pada bapaknya kenapa burung beliau diam saja. Tak perlu menunggu lama, sang bapak memberikan sebuah jawaban yang tegas, lugas, jelas, dan tentunya dengan penuh kasih sayang.

Melihat si gadis kecil yang bisa langsung mendapat jawaban dari pertanyaan soal burung, saya menerawang dan berpikir, apakah saya bisa mendapat kesempatan yang sama? Lalu, apakah saya harus menunggu seiring dengan berjalannya waktu untuk mendapatkan jawaban seperti yang dikatakan teman saya tadi?

Bisa jadi seiring dengan berjalannya waktu saya akan bertemu ahli burung no. 1 di dunia kemudian dia menjelaskan perihal perburungan atau saya harus mengambil kursus bahasa burung dan menamatkannya hingga level expert sehingga bisa mengerti apa maksud dari kicauan burung-burung tersebut. Tapi masalahnya sampai sekarang saya belum menemukan ahli burung no. 1 di dunia maupun kursus bahasa yang melayani kursus bahasa burung.

Di tengah kekalutan atas pertanyaan perihal perburungan tersebut, saya lebih berharap semoga suatu saat nanti Doraemon hadir di dunia ini dan mengeluarkan alat penerjemah bahasa burung sehingga saya tidak perlu repot-repot mencari ahli burung no. 1 di dunia atau susah-susah belajar bahasa burung hingga level expert. Kapan pun itu terjadi, semoga kita semua mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantui pikiran kita semua.

Jadi, apa pertanyaan yang menghantui pikiranmu? Semoga lekas menemukan jawabannya ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2017 oleh

Tags: aniesburungjakartapertanyaanpilgubsandi
Matahari Asysyakuur

Matahari Asysyakuur

Artikel Terkait

orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO
Urban

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO
Sekolahan

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Festival Transmigrasi 2026 Fun Run 6K: Event lari yang tawarkan sensasi berbeda di Kaliurang Sleman MOJOK.CO

Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K: Tawarkan Sensasi Lari di Kaliurang yang Beda dari Event Lari Perkotaan

27 Juli 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Akademisi UGM kritik RUU Sisdiknas karena belum menjawab tantangan pendidikan nasional di masa mendatang MOJOK.CO

RUU Sisdiknas Dinilai Belum Jawab Tantangan Pendidikan hingga Menyoal Relevansi Perguruan Tinggi Kedinasan

28 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
jadi bridesmaid usai cut off di pernikahan mantan sahabat. MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.