Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Persebaya Surabaya Wajib Menangan dan Menjadi Juara: Tentang Brand Loyalty dan Suporter Rasa Customer

Rosnindar Prio Eko Rahardjo oleh Rosnindar Prio Eko Rahardjo
18 Juni 2024
A A
Persebaya Surabaya: Brand Loyalty dan Suporter Rasa Customer MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Persebaya Surabaya harus menangan dan jadi juara, demi menjaga brand loyalty dan memahami bahwa suporter sepak bola itu terasa seperti customer.

18 Juni tahun ini, Persebaya Surabaya berusia 97 tahun. Klub ini lahir pada tahun 1927 dengan nama Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). 

Tim sepak bola kebanggaan arek-arek Surabaya ini pernah berganti nama menjadi Persatuan Sepak Bola Indonesia Surabaja (Persibaja), Persatuan Sepak Bola Surabaya (Persebaya), Persebaya 1927, sebelum kembali menggunakan nama Persebaya pada 2017 setelah diakui lagi oleh federasi usai dibekukan akibat dualisme di tahun 2010.

Di usia tiga tahun menjelang satu abad, catatan panjang sejarah sudah ditoreh oleh Persebaya Surabaya. Ketika masih bernama SIVB, Persebaya tercatat menjadi satu dari tujuh klub yang membidani lahirnya Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI). 

Pada kongres PSSI di Solo tahun 1950, Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia berganti nama menjadi Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia. Tujuh klub tersebut adalah Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Persis Solo, PSIM Yogyakarta, PSM Madiun dan PPSM Magelang. 

Sejarah Persebaya Surabaya di kancah sepak bola Indonesia

Di era Perserikatan, Persebaya Surabaya tercatat empat kali menjadi juara, yaitu pada tahun 1951, 1952, 1978, dan 1987/1988. Bajol Ijo juga lima kali tampil sebagai runner up pada tahun 1964/1965, 1971, 1973, 1986/1987, dan 1989/1990. 

Data tersebut menunjukkan bahwa di akhir era 1980-an, Persebaya Surabaya selama tiga musim berturut-turut tampil di babak final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Mereka mencatatkan raihan satu kemenangan dan dua kekalahan. 

Satu-satunya kemenangan Persebaya di Final Perserikatan terjadi pada musim 1987/1988 ketika mengalahkan Persija dengan skor 3-2. Sementara dua kekalahan diderita saat tumbang 0-1 dari PSIS Semarang di musim 1986/1987 dan 0-2 dari Persib Bandung di musim 1989/1990.

Tahun 1994, PSSI mengambil langkah baru dengan menggabungkan Liga Perserikatan dan Liga Sepak Bola Utama (Galatama) yang merupakan liga semi-profesional menjadi Liga Indonesia. Jika klub-klub perserikatan dimiliki oleh pemerintah daerah setempat dan dibiayai oleh keuangan daerah, klub-klub Galatama dimiliki swasta dengan sumber keuangan mandiri. 

Pada era Liga Indonesia, Persebaya tercatat dua kali menjadi jawara pada musim 1996/1997 dan 2004. Gelar juara tahun 2004 yang diperoleh ketika Persebaya dipimpin pelatih Jacksen F. Tiago itu menjadi yang terakhir dirayakan. Hingga 20 tahun berselang, Persebaya Surabaya belum lagi mampu menjadi yang terbaik di Liga Indonesia.

Baca halaman selanjutnya: Gudang pemain berbakat…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2024 oleh

Tags: bonekgelora bung tomohut persebayapersebayapersebaya surabayaSurabaya
Rosnindar Prio Eko Rahardjo

Rosnindar Prio Eko Rahardjo

Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo Surabaya, pemerhati olahraga, dan Pengurus PWI Jawa Timur.

Artikel Terkait

Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO
Urban

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
Ribuan istri di Surabaya minta cerai. MOJOK.CO
Ragam

Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup

30 Januari 2026
Kesedihan perantau yang merantau lama di Surabaya dan Jakarta. Perantauan terasa sia-sia karena gagal menghidupi orang tua MOJOK.CO
Ragam

Rasa Gagal dan Bersalah Para Perantau: Merantau Lama tapi Tak Ada Hasilnya, Tak Sanggup Bantu Ortu Malah Biarkan Mereka Bekerja di Usia Tua

29 Januari 2026
Orang Madura sudah banyak kena stigma buruk di Surabaya dan Jogja. Terselamatkan berkat dua hal MOJOK.CO
Ragam

2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

28 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.