Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Percakapan Sederhana dengan Aparatur Negara

Bustanulis Bokir oleh Bustanulis Bokir
5 Februari 2017
A A
Percakapan Sederhana dengan Aparatur Negara

Percakapan Sederhana dengan Aparatur Negara

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sekitar pukul sepuluh malam henpon saya berdering. Di layar sentuh tertera nama seorang kenalan, ia pegawai negeri sipil. Ndak kenal-kenal amat sih, yah, sekadar pernah ketemu beberapa kali di forum dan kemudian bertukar nomor sebagai formalitas perkenalan.

“Waalaikumsalaaam,” jawab saya spontan usai memencet tombol angkat. Mungkin karena tahu lawan bicara saya di seberang sana sudah bergelar haji.

Terdengar dengusan kaget dari si lawan bicara. “Eh, assalamualaikum. Nganu, itu si Budiman (Sudjatmiko) sekarang masih di PDIP? Dan apakah masih ada aktivis-aktivis PRD lain di partai politik kini?” tanya pak haji.

Tentu saya heran, sebab kantor dinas tempat dia menjabat tidak ada sangkut pautnya dengan politik, kok bisa-bisanya dia menanyakan hal yang sepolitis itu. Baru setelah beberapa saat, saya tersadar bahwa pak Haji yang lulusan IPB itu memang sedang serius mengupayakan salah satu calon bupati dari Partai Gerindra dan PKS agar menang Pilkada di kabupaten penghasil bawang merah ini. Bah, mungkin ini materi buat bahan kampanye mereka.

“Wah, pak haji, memangnya kenapa tanya-tanya tentang mereka? tumben lho…”

“Enggak, ya penasaran aja,” jawabnya defensif. “Eh, kalau mereka-mereka itu gabung di partai, trus ideologinya apa ya?”

“Yaelah, pak Haji, bukankah setiap orang yang sudah resmi gabung dengan partai politik otomatis sepakat dengan ideologi partai itu? Apa panjenengan mau sebar kabar kebangkitan PKI lagi untuk kampanye Pilkada?” tanya saya agak tegas. (Tentu sembari nggrundel atas kemalasannya baca tata tertib keanggotaan parpol)

Terdengar pak Haji atur nafas, “Ng… nggak, cuman tanya saja. Oh iya apa masih kontak sama Eko tunas?” dia coba alihkan tema obrolan telepon. Eko Tunas itu seniman asal Tegal yang bermukim di Semarang, dia memang beberapa kali menampilkan teater monolog di wilayah ndog asin ini, Yah, semacam monolog khas berbahasa Tegal yang sesekali ditonton para aparatur negara. Monolognya penuh kritik sosial, dan kadang diupdate dengan kabar-kabar kekinian.

“Masih sering kontak, bahkan kemarin mas Eko ngabari saya kalau dia baru saja kehilangan dompet di stasiun Tawang,” kata saya.

“Loh stasiun Tawang apa Tegal?” pak Haji timpal tanya

“Tawang pak, dia kan tinggal di Semarang,” balas saya.

“Loh nggak di Tegal toh?”

“Nggak pak,”

“Oh… eh… nganu, kalau Brebes bangun gedung kesenian bagaimana menurutmu?” lagi-lagi tema pertanyaan zig-zag, ini ciri seseorang yang tidak fokus padahal sedang jadi andalan tim pemenangan salah satu Cabup.

“Gini pak Haji, yang namanya gedung kesenian itu pasti akan terbangun bagus oleh pemerintah manakala tidak dikorupsi rekanan, Lha beberapa kabupaten yang bangun gedung kesenian hasilnya sering mengecewakan, tho?”

“Lha memangnya apa ada pembangunan tanpa korupsi?” tanya pak haji.

“Ng…”

Pet…! Belum sempat saya jawab itu pertanyaan, sambungan telepon sudah terputus.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2018 oleh

Tags: BrebescabugfeaturedkorupsipemenanganPNS
Bustanulis Bokir

Bustanulis Bokir

Artikel Terkait

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS
Sehari-hari

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Santri asal Sumatra masuk Jurusan Arsitektur di Universiti Malaya, Malaysia. MOJOK.CO

Kisah Aisyah, Gadis Sumatra yang Nekat Merantau untuk Raih Gelar Sarjana “Jurusan Seni” di Kampus Top Pertama Malaysia

11 Juni 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, dan Kali Ini Kita Tidak Boleh Diam dan Pasrah Lagi

Harga Pertamax Naik Lagi, dan Seperti Biasa, Kelas Menengah Jadi Korban, Lagi dan Lagi

10 Juni 2026
Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus "Menyangkal", Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan.MOJOK.CO

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan

10 Juni 2026
Solusi agar lansia di Indonesia tidak rentan miskin tanpa dana pensiun untuk putus siksaaan finansial sandwich generation MOJOK.CO

Lansia Indonesia Rentan Miskin Tanpa Dana Pensiun bikin Anak Muda Tersiksa Finansial Jadi Sandwich Generation, Harus Diputus

11 Juni 2026
"Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah" - Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah.MOJOK.CO

‘Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah’ – Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah

13 Juni 2026
Evakuasi anjing terbuang dari tangan para jagal di Jogja MOJOK.CO

Evakuasi Anjing Terbuang dari Operasi Senyap Para Jagal di Jogja, Kebal Intimidasi dan Caci Maki

10 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.