Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Misteri di Balik Gerakan Cinta Rupiah

Puthut EA oleh Puthut EA
17 Desember 2014
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rupiah sedang melemah. Sebetulnya istilah melemah untuk rupiah tidak tepat, istilah yang paling pas itu melorot. Namun apa daya, harus ada sedikit penghalusan bahasa supaya saya agak terkesan cinta rupiah.

Nah, soal cinta rupiah. Sudah lama gerakan cinta rupiah ini muncul. Biasanya akan didengungkan kembali ketika rupiah mulai melotrok gak keruan seperti muka penjudi yang kalah dan sudah tiga hari gak tidur karena menyuntuki kartu remi.

Sebetulnya, seruan itu untuk mencintai duit atau mencintai rupiah sebagai mata uang sekaligus bagian dari mencintai Indonesia? Jika Anda tanyakan kepada orang yang menyerukan itu, biasanya para pejabat, maka jawabannya pasti yang kedua. Tapi apa benar? Sebab saya yakin yang menyerukan itu pasti punya banyak uang dolar, baik Amerika maupun dolar yang lain. Percaya para pejabat tidak punya dolar sama saja percaya bahwa Agus Mulyadi tidak punya gigi.

Bagi awam, tidak ada salahnya jika memahami bahwa seruan tersebut sebagai seruan untuk mencintai duit. Kalau mencintai duit ya tidak ada salahnya ikut ambil bagian segera menukar rupiah ke dolar. Setidaknya untuk berjaga-jaga supaya nilainya tidak terus tergerus. Sukur kalau dapat untung.

Lha kalau dituduh tidak cinta Indonesia bagaimana? Halah, itu kan cuma tuduhan. Belum tentu terbukti. Kalau cuma dibuktikan hanya dengan seseorang menukar rupiahnya dengan dolar, itu tuduhan yang dangkal. Kok bisa? Terlalu banyak orang yang sudah membuktikan siap sakit tanpa jaminan, siap kere tanpa masa depan, siap berkorban karena pajak rakyat dikorupsi besar-besaran. Kita tetap berdiri di sini dengan gagah berani. Apalagi yang perlu dibuktikan sebagai wujud cinta kita kepada Indonesia?

Cuma nukar rupiah kita yang sedikit supaya gak tergerus saja kok dibilang tidak cinta Indonesia. Itu kan sama saja dengan Anda banting tulang tiap hari untuk anak dan istri, tiba-tiba ada perempuan cantik nongol di teve, lalu Anda pandangi. Terus tiba-tiba dituduh gak cinta istri. Kan taek ah, dong…

Bagaimana kalau dituduh terlalu mencintai hal duniawi, karena mencintai duit? Ya sebelum ditukar ke dolar, masukkan dulu beberapa puluh ribu ke kotak amal. Nanti yang bilang begitu akan tersenyum dan bilang Anda orang yang mencintai akhirat. Ukuran mencintai dunia dan akhirat hanya setipis rambut.

Katanya, kemiskinan punya kecenderungan pada kekufuran. Katanya kalau kerja disuruh punya paradigma akan hidup selamanya. Tapi kan itu katanya, lha kalau gak katanya terus gimana… Repot amat sih mikir kita. Ada banyak ustadz yang gak mau kita undang jadi pembicara atau memberikan tausiah kalau tidak jelas berapa isi rupiah di dalam amplop kita. Kalau ustadz boleh begitu, terus kita tidak boleh begitu? Walaupun gak gitu-gitu amat. Begitukah? Raimu koyok terasi…

Nanti kalau tuduhan makin keras, Anda dituduh tidak nasionalis dan antek asing, saatnya Anda bertamu ke Si Penuduh sambil bilang begini:

“Cak, aku ini beli pecel lele, beli rokok, bayar pajak, dan sekian puluh aktivitas lain dengan masih memakai rupiah. Kamu tuduh aku cuma punya beberapa lembar dolar saja sebagai antek asing? Pantesan rupamu kalah ganteng dibanding rambut Arman Dhani!”

Kalau orangnya omak-umik mau balas lagi, masukkan koin 500an rupiah sejumlah 10 buah ke mulutnya. “Ini untalen cinta rupiah!”

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2018 oleh

Tags: Cinta RupiahDollarRupiah
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Ekonom UGM Bicara Soal Alasan Muhammadiyah Tarik Dana dari BSI Hingga Naiknya Nilai Tukar Dolar
Video

Ekonom UGM Bicara Soal Alasan Muhammadiyah Tarik Dana dari BSI Hingga Naiknya Nilai Tukar Dolar

9 Juli 2024
pahlawan pertama di uang rupiah mojok.co
Ekonomi

Siapa sih Pahlawan Pertama di Uang Rupiah Terbitan Bank Indonesia?

17 Desember 2022
Mitos Rupiah: Gambar Wayang Negara bakal Geger, Gambar Presiden Dia bakal Lengser
Esai

Mitos Rupiah: Gambar Wayang Negara bakal Geger, Gambar Presiden Dia bakal Lengser

6 November 2021
Nilai tukar rupiah melemah MOJOK.CO
Celengan

Nilai Tukar Rupiah Melemah sampai Rp1.000 dalam Sehari: Mengapa dan Apa Dampaknya

20 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Event bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan jadi berkah bagi driver obol Jakarta MOJOK.CO

Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora

20 Januari 2026
Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026.MOJOK.CO

Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026

22 Januari 2026
Para loyalis bulu tangkis. menabung demi nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO

Para Loyalis Bulu Tangkis: Rela Menabung Demi ke Jakarta, Mengenang Cita-cita Masa Kecil untuk Rasakan Magisnya Istora 

23 Januari 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

20 Januari 2026
Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026
Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.