Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Yang Harus Dibenahi dari Sensus Ekonomi usai Petugas Ditolak di Mana-mana, Karena Masyarakat Makin Sulit Percaya sebab Sering Dibuat Kecewa

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
6 Juli 2026
A A
Petugas Sensus Ekonomi ditolak masyarakat karena sudah sulit percaya dengan pemerintah MOJOK.CO

Ilustrasi - Petugas Sensus Ekonomi ditolak masyarakat karena sudah sulit percaya dengan pemerintah. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Penolakan petugas Sensus Ekonomi 2026 di beberapa wilayah menjadi refleksi bagi pemerintah: ketika masyarakat semakin sulit percaya dengan program dan kebijakan yang selalu diklaim untuk rakyat. 

Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung sejak Juni lalu menemui sejumlah kendala di lapangan. Sebagian masyarakat di sejumlah wilayah memberi reaksi penolakan terhadap kedatangan petugas yang mendata. 

Bahkan, ada yang tidak hanya menolak didata, tapi juga sampai mengusir petugas Sensus Ekonomi karena dianggap terlalu mengulik ruang privat masyarakat. Masyarakat pun khawatir terhadap kerahasiaan data yang mereka berikan kepada petugas. 

Belum lagi, belakangan juga muncul kabar tidak menyenangkan: ketika Sensus Ekonomi 2026 menjadi celah bagi petugas gadungan untuk melancarkan aksi penipuan. 

Penolakan masyarakat ke petugas Sensus Ekonomi 2026 beralasan, sulit percaya dengan pemerintah

Menurut Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Fatkur Huda, kekhawatiran masyarakat terhadap pendataan dari petugas Sensus Ekonomi 2026 sangat beralasan. 

Penolakan yang terjadi tidak bisa dipandang sebagai persoalan administratif semata, melainkan berkaitan dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik.

“Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk kepentingan perpajakan, pengawasan usaha, atau bahkan kepentingan lain di luar tujuan sensus,” ujar Fatkur dalam keterangan tertulisnya.

Terlebih, dalam beberapa tahun terakhir, sebagian masyarakat merasa dikecewakan oleh pemerintah berulang kali. Sebab, sejumlah kebijakan pemerintah yang selalu diklaim untuk kepentingan rakyat nyatanta belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat. 

Kondisi tersebut tak pelak memunculkan rasa kecewa dan skeptisisme yang berdampak pada menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah.

“Akibatnya, ketika petugas sensus datang melakukan pendataan, sebagian masyarakat memandangnya dengan penuh kecurigaan,” beber Fatkur. 

“Bahkan, di beberapa daerah ditemukan kasus penolakan terhadap petugas sensus karena warga khawatir informasi yang mereka berikan akan berdampak pada kondisi ekonomi mereka di kemudian hari,” sambungnya. 

Yang harus dibenahi dari Sensus Ekonomi sekadar mengumpulkan data 

Fatkur memahami, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebenarnya menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Indonesia. Hanya saja, pemerintah harus memahami juga bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. 

Jika partisipasi masyarakat menurun, data yang tidak lengkap atau tidak akurat berpotensi menurunkan kualitas hasil sensus sehingga kebijakan yang dihasilkan menjadi kurang tepat sasaran.

“Oleh karena itu, membangun kepercayaan masyarakat merupakan tantangan yang sama pentingnya dengan proses pendataan itu sendiri,” tegas Fatkur. 

Iklan

Pentingnya kepercayaan publik tidak boleh dianggap remeh. Pasalnya, sebagaimana diungkapkan oleh Sosiolog Robert D. Putnam dalam Bowling Alon (2000): kepercayaan merupakan bagian dari modal sosial yang memungkinkan masyarakat bekerja sama dan berpartisipasi aktif dalam berbagai program publik. Ketika masyarakat yakin sebuah program dijalankan secara jujur dan memberikan manfaat, maka mereka pun akan lebih bersedia untuk terlibat.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Francis Fukuyama dalam Trust: The Social Virtues and the Creation of Prosperity (1995). Francis menekankan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama terciptanya kerja sama sosial. 

Semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik, maka semakin besar pula dukungan yang diberikan terhadap program-program pemerintah. Sebaliknya, ketika kepercayaan menurun, masyarakat cenderung mempertanyakan tujuan program, meragukan manfaatnya, bahkan memilih untuk tidak berpartisipasi.

Dalam konteks Sensus Ekonomi 2026, Fatkur menilai pemerintah dan Badan Pusat Statistik (BPS) perlu memastikan bahwa persoalan utama bukan sekadar mengumpulkan data, tetapi juga membangun keyakinan masyarakat bahwa informasi yang mereka berikan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan pembangunan.

“Transparansi, komunikasi yang terbuka, serta penyampaian manfaat nyata dari hasil sensus menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik,” kata Fatkur. 

“Dengan demikian, partisipasi masyarakat akan meningkat dan data yang dihasilkan benar-benar mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran,” pungkasnya.

Baca lanjutannya di halaman selanjutnya…

Apa hubungan Sensus Ekonomi dengan pajak?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2026 oleh

Tags: apakah sensus ekonomi amanapakah sensus ekonomi untuk pajakdasar hukum sensus ekonomikenapa petugas sensus ekonomi ditolakmanfaat sensus ekonomipenipuan berkedok sensus ekonomipetugas sensuspetugas sensus ekonomipilihan redaksisensus ekonomitujuan sensus ekonomi
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta MOJOK.CO

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

23 Juli 2026
WiFi di Kos MOJOK.CO

Ngekos Murah Ber-WiFi Malah Tekor: Berisik, Teras Berubah Jadi Warnet Gratisan, Berujung Terusir dan Ngungsi demi Ketenangan

24 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Tawadhu Tidak Seharusnya Membuat Santri Diam saat Menjadi Korban MOJOK.CO

Tawadhu sebagai Pisau Bermata Dua: Santri Tidak Seharusnya Dibungkam saat Menjadi Korban

26 Juli 2026
Buku "Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri" jadi ikhtiar mencatat risalah panjang kompleks Kedaton Ambarrukmo Yogyakarta melintasi 5 zaman MOJOK.CO

Ikhtiar Mencatat Risalah Panjang Ambarrukmo Melintasi 5 Zaman, Situs yang Terus Hidup tanpa Mencerabut Akar

23 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.