Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Manuver Program TV Deddy Corbuzier yang Amburadul Semenjak Hitam Putih Stop Tayang

Riyanto oleh Riyanto
14 November 2020
A A
Manuver Program TV Deddy Corbuzier yang Amburadul Semenjak Hitam Putih Stop Tayang MOJOK.CO

Manuver Program TV Deddy Corbuzier yang Amburadul Semenjak Hitam Putih Stop Tayang MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Semoga, suatu saat nanti, entah kapan, Deddy Corbuzier akan comeback bersama Hitam Putih menyajikan tayangan inspiratif sekali lagi.

Selepas kerja dan pengin nyantai sambil nonton TV, saya dibuat kaget bukan main ketika melihat Deddy Corbuzier berduet dengan Ivan Gunawan di sebuah program TV. Awalnya, saya mengira Ivan Gunawan sedang menjadi bintang tamu di acara Hitam Putih. Namun, kemudian saya menyadari keanehan berikutnya.

Studio di program TV itu nggak kayak Hitam Putih, malah lebih mirip talkshow Brownis di Trans TV. Saya mikir, masa iya, Hitam Putih sekarang konsepnya model begitu, terus lagi, Ivan Gunawan ternyata memang bukan bintang tamu, melainkan pembawa acaranya juga.

Walah, ternyata yang saya tonton adalah program OOTD atau kepanjangannya adalah Obrolan of the Day, talkshow pengganti Hitam Putih yang ternyata sudah berhenti tayang per April 2020 lalu.

Saya sempat kecewa. Bagi saya, Hitam Putih adalah salah satu talkshow terbaik. Program yang sudah membesarkan nama Deddy Corbuzier di dunia presenter itu tidak pernah mengejar isu viral. Mereka memilih isu yang inspiratif dan dirasa sangat layak untuk diangkat.

Tapi ya, mau bagaimana lagi. Meski program itu sudah tayang sekitar sepuluh tahun, pada akhirnya harus berhenti tayang juga. Alasannya, katanya, rating-nya mulai jeblok. Iya, tayangan inspiratif selalu kalah rating, kemudian muncul penggantinya yang ngejar isu viral agar banyak ditonton. Banyak yang nonton, otomatis rating naik, otomatis pengiklan banyak, otomatis duit berdatangan.

Saya tidak mengatakan program OOTD jelek. Nggak masalah juga kalau Deddy Corbuzier berkolaborasi dengan Ivan Gunawan untuk membahas isu viral sampai gosip artis. Tetapi, bukankah acara seperti itu sudah ada di TransTV, yang masih satu grup dengan Trans7? Lantas kenapa Trans7 harus ikut-ikutan bikin acara seperti itu juga? Oh iya, kan memang acara begitu banyak yang nonton. Ah, lagi-lagi urusan rating.

Untungnya, saya rasa, Deddy Corbuzier tak ingin acara inspiratif hilang dari dunia pertelevisian. Muncul program TV bertajuk Deddy’s Corner yang tayang di TransTV.

Konsepnya sederhana sekali. Deddy Corbuzier sebagai pembawa acara mendatangkan bintang tamu. Mereka mengomentari isu yang tengah ramai. Diskusinya panjang, seru, dan mendalam. Memang tidak seserius Hitam Putih, pun tidak menghadirkan tamu-tamu inspiratif untuk diulik kisah mereka. Namun, melihat bagaimana Deddy Corbuzier dan bintang tamu membahas sebuah isu tetap menarik untuk ditonton.

Pada awalnya, saya berharap Deddy’s Corner akan menjadi, setidak-tidaknya, mirip Hitam Putih. Artinya, akan ada bintang tamu yang bisa menginspirasi penonton melalui kisahnya. Kemudian, Deddy Corbuzier akan membahas isu sosial yang berkaitan dengan kisah si bintang tamu itu tadi.

Mendiskusikannya secara mendalam sehingga penonton akan memiliki perspektif baru terkait isu yang diangkat. Semisal, menghadirkan Puthut EA. Lantas diskusi akan berlanjut ke bagaimana media-media pengkritik pemerintah kerap mendapatkan “peretasan” dari pihak-pihak tertentu. Misalnya artikel satire yang diturunkan karena “melanggar” ketentuan media sosial.

Ah benar juga, Podcast Close the Door di kanal YouTube Deddy Corbuzier memang beberapa kali melakukan seperti yang saya harapkan tadi. Meski saat ini terkenal sebagai sarana untuk klarifikasi.

Tidak bisa dimungkiri bahwa beberapa sosok yang dihadirkan di Podcast Close the Door memang sangat inspiratif. Saking inspiratifnya, perbincangan di podcast tersebut sampai kerap dimanifestasikan menjadi bentuk lain seperti artikel-artikel media digital dengan berbagai sudut pandang yang berbeda tergantung media mana yang memanifestasikannya.

Lucu memang bagaimana fenomena mengontenkan konten orang lain ini marak di industri media digital. Ibaratnya, Deddy Corbuzier, atau siapa saja, yang mengundang, melakukan obrolan, mengunggah video, membuatnya trending, dan media-media di luar sana tinggal menyedot habis-habisan esensi dari obrolan tersebut.

Iklan

Yang paling sering terjadi, tinggal merangkum obrolan dan menuliskan garis besarnya menjadi sebuah artikel. Seperti yang dilakukan Mas Yesaya Sihombing melalui esainya berjudul “MasterChef Indonesia Rekayasa Saja? Ya Bodo Amat yang Penting Bisa Belajar Tentang Kehidupan dari Chef Juna” yang tayang di mojok pada 07 November 2020 lalu.

Apa pun itu, Deddy’s Corner ternyata memang bukan reinkarnasi Hitam Putih, dan sebenarnya saya memang tidak berharap ada program TV yang ke-Hitam Putih-Hitam Putih-an. Yang menyerupai Hitam Putih tidak perlu ada lagi, pun sebenarnya program dengan pembawa acara Deddy Corbuzier feat Ivan Gunawan juga sangat tidak perlu.

Kesannya pengin banget viral dan dapat rating tinggi, mengingat obrolan Deddy dan Ivan Gunawan di Podcast Close the Door beberapa waktu lalu sempat bikin geger. Yang saya inginkan hanya sederhana, yaitu suatu saat nanti yang entah kapan, Hitam Putih akan kembali tayang dan menyajikan tayangan inspiratif sekali lagi.

BACA JUGA Apa Pun Kasusnya, Klarifikasinya di Podcast-nya Deddy Corbuzier dan tulisan-tulisan lainnya di rubrik ESAI.

Terakhir diperbarui pada 14 November 2020 oleh

Tags: deddy corbuzierdeddy's cornerhitam putihIvan Gunawanmaster chefOOTDpodcastpodcast deddy corbuzier
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

Artikel Terkait

Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Eep Saefulloh Fatah: Konsultan Politik Spesialis Pemenang Dua Putaran
Video

Eep Saefulloh Fatah: Konsultan Politik Spesialis Pemenang Dua Putaran

5 Juni 2023
letkol tituler mojok.co
Politik

Sosiolog UGM Minta Penjelasan Prabowo Soal Letkol Tituler Deddy Corbuzier

15 Desember 2022
deddy corbuzier letko tituler mojok.co
Kilas

Diangkat Jadi Letkol Tituler, Bagaimana Nasib Youtube Close The Door Deddy Corbuzier?

13 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

20 Februari 2026
Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Meme yang Viral Itu Mojok.co

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Banyak Meme yang Viral Itu

23 Februari 2026
Peserta beasiswa LPDP bukan afirmasi tidak diafirmasi

Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang

21 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.